Infeksi jamur vagina adalah jenis infeksi yang disebabkan oleh pertumbuhan jamur Candida berlebih. Infeksi jamur pada vagina juga sering disebut infeksi ragi atau kandidiasis (candidiasis).

Dalam jumlah normal, keberadaan bakteri dan sel ragi di vagina menandakan kondisi organ intim yang sehat. Namun ketika jumlahnya berlebih hingga berkali-kali lipat, jamur akan menyebabkan masalah pada vagina.
Kandidiasis bukan termasuk penyakit menular seksual. Namun, hubungan seks bisa membuat jamur berpindah ke pasangan. Oleh sebab itu, Anda perlu segera mengobatinya agar jamur tak menyebar ke orang lain.
Untuk kondisi ringan, biasanya pengobatan selama beberapa hari membantu meredakan gejala. Akan tetapi, dalam kasus yang lebih arah, diperlukan waktu hingga sekitar dua minggu.
Perempuan di semua usia berisiko terkena penyakit ini. Terutama yang sudah masuk dan lewat masa puber.
Namun, penyakit ini dapat dicegah dengan mengurangi faktor-faktor risikonya. Silakan diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.
Infeksi jamur vagina memiliki berbagai gejala yang cukup jelas terlihat. Berbagai tanda dan gejala yang biasanya muncul, yaitu:
Semakin lama Anda membiarkan berbagai gejala ini tanpa mengobatinya akan semakin memperparah kondisi.
Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter.
Segera periksakan ke dokter jika ini adalah kali pertama Anda mengalami infeksi jamur pada vagina. Penyakit ini dapat dengan mudah disembuhkan asal segera diobati.
Anda juga perlu segera ke dokter saat sudah mengobatinya dengan krim antijamur yang dijual bebas di pasaran tetapi tidak membuahkan hasil.
Selain itu, jangan tunda lagi untuk konsultasi ke dokter jika gejala semakin parah atau justru bertambah.
Jamur Candida albicans adalah penyebab utama sebagian besar kasus infeksi jamur pada vagina. Ketika perkembangbiakannya tidak terkendali, keberadaan jamur bisa menyebabkan masalah besar.
Pertumbuhan berlebih dari Candida yang masuk ke dalam sel vagina bisa memicu kemunculan gejala yang sangat mengganggu. Infeksi ragi yang disebabkan oleh jenis lain dari jamur Candida bisa lebih sulit diobati dan umumnya membutuhkan terapi yang lebih intensif.
Berikut ini adalah hal-hal yang dapat meningkatkan risiko perempuan terkena infeksi jamur pada vagina:
Antibiotik seperti penisilin, erythromycin, tetrasiklin, dan amoxicillin, digunakan untuk mengobati dan mencegah infeksi dengan membunuh dan menghambat pertumbuhan bakteri.
Sebagai efek sampingnya, kandungan antibiotik bisa mengganggu pH alami vagina yang biasanya sedikit asam, dengan membunuh bakteri sehat. Akibatnya, pertumbuhan ragi meningkat dan bisa menyebabkan infeksi jamur pada vagina.
Kadar estrogen yang lebih tinggi selama kehamilan membuat vagina Anda menghasilkan lebih banyak glikogen. Hal ini membuat jamur lebih mudah untuk tumbuh subur di sana. Selain ibu hamil, ibu menyusui juga rentan terkena infeksi Candida atas alasan yang sama.
Minum pil KB atau pakai IUD untuk mencegah kehamilan dapat meningkatkan risiko Anda terhadap infeksi jamur vagina. Pasalnya, kedua metode pencegahan kehamilan ini mengandung tambahan hormon estrogen dan progesteron yang dapat menyuburkan populasi jamur dalam vagina.
Meski begitu, versi terbaru dari beberapa kontrasepsi hormon yang ada saat ini tidak lagi memiliki efek yang sama. Anda bisa berkonsultasi dengan dokter kandungan untuk menentukan kontrasepsi hormonal apa yang paling cocok untuk Anda.
Jika diabetes Anda tidak terkendali, kadar gula darah tubuh bisa melonjak tinggi. Kenaikan gula ini bisa menyebabkan pertumbuhan jamur berlebih di daerah vagina. Pasalnya, jaringan lunak di dalam vagina beserta cairan vagina Anda mengandung banyak glukosa.
Jamur yang hidup di vagina hidup dari kelebihan gula ini, sehingga menyebabkan mereka tumbuh semakin subur dan menjadi infeksi. Selain itu, hiperglikemia mengganggu fungsi kekebalan tubuh yang bisa membantu memerangi infeksi.
Oleh karena itu, penting sekali untuk menjaga kadar gula darah tetap dalam batas normal. Ini juga berlaku bagi wanita yang tidak memiliki diabetes sekalipun.
Fungsi sistem imun yang melemah atau terganggu akibat suatu kondisi tertentu dapat membuat tubuh kepayahan untuk melawan infeksi. Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan melemahnya sistem imun contohnya:
Mengenakan pakaian dalam ketat yang terbuat dari kain sintetis tidak menyerap keringat dapat meningkatkan suhu dan kelembapan di bawah sana. Vagina yang lembap merupakan lingkungan yang ideal bagi jamur untuk berkembang biak.
Sebaiknya pilih kain pakaian dalam yang berbahan katun yang menyerap keringat, dan usahakan jangan berlama-lama memakai baju renang basah. Ganti pakaian lembap Anda sesegera mungkin usai beraktivitas.
Dilansir dari Prevention, Taraneh Shirazian, MD dari departemen Obstetrik dan Ginekologi di NYU Langone Medical Center, merekomendasikan para perempuan untuk setidaknya dua kali seminggu tidur tanpa celana dalam untuk membiarkan kulit lebih bebas bernapas.
Infeksi jamur pada vagina bisa saja terjadi setelah aktivitas seksual tertentu. Terutama kontak seks oral dengan pria yang punya oral thrush (sariawan di mulut karena jamur) atau seks vaginal dengan pria yang memiliki infeksi jamur di penisnya. Infeksi jamur di penis lebih sering terjadi pada pria yang belum/tidak disunat.
Berhubungan seks dengan pria sehat yang tidak punya infeksi apa pun juga masih dapat meningkatkan risiko perempuan terkena infeksi jamur vagina. Pasalnya, penetrasi vaginal dapat mengubah kadar pH vagina sehingga jamur dapat tumbuh lebih subur di sana. Itulah mengapa wanita ditekankan untuk selalu pipis setelah berhubungan seks.
Jika tidak ada faktor risiko bukan berarti Anda tidak mungkin mengalami penyakit ini. Faktor-faktor ini hanya untuk referensi saja. Anda harus konsultasi ke dokter spesialis untuk lebih jelasnya.
Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.
Pertama-tama dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan berkaitan dengan riwayat kesehatan Anda. Dalam hal ini dokter umumnya akan menanyakan riwayat infeksi vagina atau infeksi menular seksual.
Setelah itu, dokter akan memeriksa alat kelamin luar untuk melihat tanda-tanda infeksi. Jika Anda merasa risih diperiksa oleh dokter pria, sejak awal ada baiknya untuk memilih dokter wanita.
Kemudian dokter akan melakukan pemeriksaan panggul untuk melihat seberapa parah infeksi yang Anda alami. Setelah itu, dokter juga akan menempatkan alat yang disebut spekulum ke dalam vagina untuk menahan dindingnya tetap terbuka. Hal ini dilakukan agar dokter lebih leluasa memeriksa vagina dan leher rahim.
Setelah itu, dokter biasanya akan mengambil sampel cairan vagina untuk menentukan jenis jamur yang menyebabkan infeksi. Dengan mengetahui jenis jamur yang menginfeksi, dokter akan lebih mudah untuk menentukan pilihan obat terutama untuk penyakit yang berulang.
Pengobatan biasanya ditentukan dari tingkat keparahan gejala. Dalam hal ini biasanya dokter membagi pengobatan menjadi dua kategori yaitu infeksi ringan dan parah.
Untuk infeksi ringan, dokter akan meresepkan krim, salep, tablet, atau supositoria selama kurang lebih tiga hari. Selain obat resep, Anda juga bisa membeli sendiri obat di apotek tanpa perlu resep dokter. Pilihan obat antijamur yang biasanya diresepkan yaitu:
Anda tetap perlu melakukan konsultasi lanjutan dengan dokter untuk memastikan obatnya bekerja. Anda juga perlu memeriksakan diri ke dokter jika ternyata gejalanya muncul lagi dalam waktu dua bulan.
Pengobatan untuk kasus infeksi parah tentu saja tidak bisa disamakan dengan yang ringan. Infeksi jamur dikatakan parah jika:
Untuk mengatasi infeksi yang cukup parah, dokter biaasanya akan memberikan perawatan seperti:
Jika infeksinya terus berulang, dokter akan meminta pasangan Anda untuk ikut diperiksa. Bisa jadi kondisi ini terjadi karena pasangan juga memiliki penyakit ini sehingga terjadi infeksi bolak-balik.
Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi infeksi jamur vagina:
Membersihkan vagina tak hanya asal menyiramnya dengan air saja. Dibandingkan dengan air biasa, Anda dianjurkan untuk membersihkan vagina dengan air hangat suam kuku.
Namun, jangan asal bilas karena ada cara tepatnya yang mungkin belum banyak diketahui. Basuhlah vagina dari depan ke belakang agar kuman yang menempel di anus tidak berpindah dan masuk ke vagina. Setelah itu, usap dengan tisu atau handuk lembut dan tepuk perlahan hingga kering.
Usahakan untuk tidak melakukan douching atau membersihkan vagina dengan bahan kimia khusus atau sabun berpewangi. Ini karena kulit vagina Anda sedang dalam masa sensititif yang rentan mengalami iritasi.
Gantilah celana dalam minimal dua kali sehari. Jika selama seharian Anda berkegiatan di luar ruangan atau melakukan kegiatan yang banyak mengeluarkan keringat, gantilah lebih sering.
Jangan menggunakan celana lembap dalam waktu lama karena bisa meningkatkan risiko infeksi. Pilihlah celana berbahan katun yang bisa memberikan sirkulasi udara yang bagus.
Selain itu, hindari celana yang terlalu ketat karena bisa membuat keringat terperangkap di kulit sehingga celana bisa terlalu lembap.
Untuk mencegah penyebaran infeksi ke pasangan, sebaiknya gunakan kondom saat berhubungan badan. Meski sedikit repot tetapi efek jangka panjangnya untuk Anda dan pasangan akan jauh lebih baik.
Namun ingat, jangan dulu melakukan seks sebelum diperbolehkan oleh dokter. Tanyakan terlebih dahulu kira-kira kapan waku yang tepat untuk kembali berhubungan dengan pasangan.
Yoghurt mengandung bakteri baik yang bisa mengembalikan keseimbangan bakteri dan jamur di dalam vagina. Selain itu, yoghurt juga mengandung kalsium yang mendukung perkembangan bakteri baik dalam vagina.
Makan yoghurt setiap hari membantu menghentikan infeksi jamur kambuh kembali.
Tidak ada cara pasti untuk mencegah infeksi Candida. Tapi tindakan tertentu dapat mengurangi risiko Anda terkena infeksi jamur vagina.
Satu hal yang paling mendasar dan wajib dilakukan adalah dengan memelihara kebersihan vagina yang baik. Jamur tumbuh subur di area lembap dan hangat, maka sebisa mungkin jaga vagina Anda tetap bersih dan kering.
Hindari mencuci vagina dengan sabun wangi yang dapat mengganggu keseimbangan pH vagina. Pada dasarnya vagina sudah punya cara sendiri untuk membersihkan diri dengan menjaga kadar pH serta koloni bakteri tetap seimbang.
Karena itu, Anda cukup membasuh vagina dengan air hangat suam-suam kuku satu sampai dua kali sehari.
Untuk meringankan gejala bau tak sedap, gatal, keputihan, atau mencegah infeksi pada area vagina, Anda bisa menggunakan produk pembersih kewanitaan. Terutama selama menstruasi, saat di mana vagina sangat rentan terkena infeksi.
Pembersih antiseptik kewanitaan yang baik sepatutnya mengandung bahan aktif Povidone Iodine dan sama sekali tidak mengandung pewangi, parfum, atau zat sabun.
Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Ferri, Fred. Ferri’s Netter Patient Advisor. Philadelphia, PA: Saunders / Elsevier, 2012. Download Version.
Vaginal Yeast Infection
https://www.healthline.com/health/vaginal-yeast-infection#treatment accessed on June 25th 2019
What is a Yeast Infection https://www.plannedparenthood.org/learn/health-and-wellness/vaginitis/what-yeast-infection accessed on June 25th 2019
Yeast Infection Vaginal https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/yeast-infection/diagnosis-treatment/drc-20379004 accessed on June 25th 2019
Versi Terbaru
27/10/2022
Ditulis oleh Widya Citra Andini
Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri
Diperbarui oleh: Adhenda Madarina