Memiliki gigi, gusi, dan keseluruhan mulut yang sehat akan membuat aktivitas sehari-hari menjadi lebih nikmat dan nyaman.
Memiliki gigi, gusi, dan keseluruhan mulut yang sehat akan membuat aktivitas sehari-hari menjadi lebih nikmat dan nyaman.

Sayangnya, banyak orang yang belum sadar betapa pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut, terutama dalam lingkup keluarga.
Nah, kira-kira seberapa penting kita harus menjaga kesehatan gigi dan mulut keluarga? Cari tahu penjelasannya lebih lanjut di bawah ini!
Menurut data FDI World Dental Federation dalam Oral Health Atlas edisi 2 tahun 2015, 3,9 miliar orang di seluruh dunia terjangkit penyakit di area mulut.
Nah, sementara kasus kerusakan gigi yang tidak diobati (karies gigi) menyentuh hampir setengah dari populasi dunia (44%).
Dampak dari kerusakan gigi pun sangat besar, baik bagi orang dewasa dan anak-anak. Orang dewasa yang memiliki gangguan gusi dan mulut dapat mengalami penurunan kinerja.
Bahkan bisa membuat tidak percaya diri sampai terkena penyakit kronis. Sementara itu, pada anak-anak dapat menyebabkan gangguan tidur dan keterlambatan pertumbuhan.
Jangan diabaikan, berikut berbagai manfaat dari pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut keluarga.
Saat mengalami penyakit gusi, bakteri dari mulut bisa masuk ke aliran darah dan menghasilkan protein yang menyebabkan darah mengental.
Kondisi tersebut berisiko menyebabkan jantung tidak mendapatkan nutrisi dan oksigen yang dibutuhkannya, sehingga mengakibatkan peningkatan risiko serangan jantung.
Penyakit gusi juga dapat menyebabkan peradangan pada pembuluh darah, karena menghalangi suplai darah ke otak dan berpotensi menyebabkan potensi stroke.
Berdasarkan penelitian di Amerika Serikat pada tahun 2012, penyakit di area mulut yang ibu hamil sering alami dan berpotensi mempengaruhi kehamilan adalah karies gigi, gingivitis, dan periodontitis.
Penelitian lain yang dilakukan di Iran pada tahun 2013 pun menyebutkan bahwa ibu dengan penyakit periodontal relatif melahirkan bayi dengan berat badan rendah.
Kesehatan mulut merupakan indikator kunci dari kesehatan secara keseluruhan, meliputi kesejahteraan serta kualitas hidup yang telah diakui oleh WHO.
Penyakit mulut dapat memengaruhi efektivitas individu di sekolah dan lingkungan kerja, serta dapat menyebabkan masalah sosial dan pribadi.
Dampak psikososial dari banyak penyakit mulut secara signifikan dapat mengurangi kualitas hidup.
Pastikan perlindungan gigi dan mulut yang baik di dalam keluarga Anda, melalui beberapa langkah kecil yang mudah, seperti:
Jadi, kini tak perlu bingung lagi bagaimana cara melindungi gigi dan mulut keluarga tercinta. Pastikan juga untuk melakukan pemeriksaan secara rutin ke dokter gigi untuk mencegah masalah gigi dan mulut lebih lanjut.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Oral health | WHO. (2020). Retrieved 23 February 2022, from
https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/oral-health
Dental Plaque | Cleveland Clinic. (2020). Retrieved 23 February 2022 , from
https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/10953-plaque
My teeth |Oral Health Foundation. (2020). Retrieved 23 February 2022 , from
https://www.dentalhealth.org/my-teeth
The importance of a healthy smile |Oral Health Foundation. (2020). Retrieved 23 February 2022 , from
https://www.dentalhealth.org/healthysmile
Accelerating action on oral health and NCDs | FDI World Dental Federation. (2017), from
https://www.fdiworlddental.org/sites/default/files/2020-11/ncda_fdi-policy_brief_oral_health_ncds.pdf
Sischo, H.L. Broder. (2011).Oral Health-related Quality of Life. Journal of Dental Research, 90(11). doi: 10.1177/0022034511399918
Sindhu K. Srinivas, M.D., MSCE, Samuel Parry, M.D. (2012). Periodontal Disease and Pregnancy Outcomes: Time to Move On?. Journal of Women’s Health, 21(2). doi: 10.1089/jwh.2011.3023
Ahmad Haerian-Ardakani, D.D.S., Ph.D., Zia Eslami, M.D., Fahimeh Rashidi-Meibodi, D.D.S., M.Sc., Alireza Haerian, D.D.S., Pantea Dallalnejad, D.D.S., Marjan Shekari, D.D.S., Amir Moein Taghavi, D.D.S., M.Sc., Solmaz Akbari, D.D.S., M.Sc. (2013). Relationship between maternal periodontal disease and low birth weight babies. Iranian Journal of Reproductive Medicine, 11(8).
Versi Terbaru
12/10/2022
Ditulis oleh Adelia Dwitasari
Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto
Diperbarui oleh: Luthfiya Rizki
Ditinjau secara medis oleh
dr. Carla Pramudita Susanto
General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita