Eyelash extension alias extension bulu mata menjadi pilihan banyak wanita sebagai cara cepat mendapatkan bulu mata lebat nan lentik. Namun mitosnya, risiko eyelash extension bisa bikin bulu mata asli rontok. Benarkah demikian?
Eyelash extension alias extension bulu mata menjadi pilihan banyak wanita sebagai cara cepat mendapatkan bulu mata lebat nan lentik. Namun mitosnya, risiko eyelash extension bisa bikin bulu mata asli rontok. Benarkah demikian?

Pertama, Anda harus mengetahui dulu bagaimana proses pemasangan extension bulu mata. Awalnya, terapi akan menutup kedua mata Anda dengan plester halus, berguna untuk memaksa mata tetap tertutup selama pengerjaan berlangsung.
Setelahnya, bulu mata dibersihkan dan terapis siap untuk memasang bulu mata sambung satu persatu. Terapis akan menggunakan pinset panjang khusus bulu mata, lalu ujung bulu mata sintetik akan dicelupkan pada perekat atau lem khusus. Lalu, bulu mata sintetis akan ditempel pada bulu mata asli Anda.
Sembari memisahkan bulu mata lain, terapis akan menggunakan pinset dengan tangan lain agar bulu mata yang hendak dipasang tidak menempel dengan yang lainnya. Biasanya berkisar 50 hingga 70 persen bulu mata palsu dipasang, sesuai ketipisan dan ketebalan yang Anda inginkan. Setelah pemasangan selesai, plester mata akan dilepaskan. Bulumata akan diberi serum untuk penguat agar tidak cepat rontok.
Mitos terbesar yang sering berhembus saat pasang extension bulu mata adalah bisa membuat bulu mata asli jadi ikut rontok. Menurut beberapa ahli kecantikan, risiko eyelash extension ini tidak benar.
Pengerjaan bulu mata yang benar sesuai prosedur dengan bahan berkualitas dan dilakukan oleh terapis yang sudah bersertifikat memakai alat-alat pasang yang higienis, tidak akan membuat bulu mata asli rontok.
Pastikan tidak mengucek mata, menarik-narik bulu mata extension, atau menyentuh area mata dengan sengaja. Hal inilah yang dapat menyebabkan kerusakan pada akar bulu mata.
Sebelum memutuskan tempat untuk mempercantik bulu mata Anda, cari informasi sebanyak-banyaknya mengenai tempat pasang bulu mata itu. Perhatikan testimoninya, jenis, atau merek bulu mata yang akan dipakai. Cari tahu pula sertifikasi dan legalitas dari tempat usaha tersebut.
Beda terapis, beda tempat, beda pula pengerjaannya. Amati bagaimana memasang bulu mata yang benar. Biasanya perhelai bulu mata sintetis akan dipasang ke satu helai bulu mata asli. Jika proses pengerjaan membuat 1 helai bulu mata sintetis lalu ditempel ke beberapa mulu mata asli sekaligus, hindari memasang di tempat seperti itu.
Pasalnya, bulu mata alami Anda harus tetap tumbuh, dan untuk tumbuh tidak boleh direkatkan oleh lem ke beberapa bulu mata lain sekaligus. Pengerjaan yang salah seperti ini bisa membuat bulu mata asli jadi rontok.
Pastikan juga bulu mata sintetik dan alat yang digunakan oleh terapis Anda semuanya steril.
Extension bulu mata yang bagus biasanya hanya mengalami rontok 1 sampai 5 helai perminggu nya. Jika lebih banyak dari itu, maka Anda boleh ragu. Disarankan untuk membersikan bulu mata menggunakan sisir khusus bulu mata.
Hal ini untuk memastikan bahwa tidak ada debu atau sisa make up yang menempel pada bulu mata sintetik. Hindari juga mencabut atau memutar-mutar bulu mata. Selain merusak bulu mata asli, hal ini juga bisa membuat umur extension bulu mata tidak akan bertahan lama.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Eyelash extensions made my real lashes fall out https://www.prevention.com/beauty/eyelash-extensions-made-my-real-lashes-fall-out Diakses pada 31 Januari 2018
Woman eyelash extensions real fall out. Beauty expert warning damage infection http://www.independent.co.uk/life-style/woman-eyelash-extensions-real-fall-out-beauty-expert-warning-damage-infection-doctor-a7929081.html Diakses pada 31 Januari 2018
Eyelash extensions salon guide https://www.huffingtonpost.com/entry/eyelash-extensions-salon-guide_us_56d5deaae4b0bf0dab338581 Diakses pada 31 Januari 2018
Versi Terbaru
08/02/2018
Ditulis oleh Novita Joseph
Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri
Diperbarui oleh: Ajeng Quamila