Belakangan ini Anda mungkin sering mendengar istilah serologi, terlebih ketika membahas soal pemeriksaan penyakit infeksi. Namun, tahukah Anda apa itu tes serologi dan apa fungsinya? Temukan jawabannya dalam ulasan di bawah ini.
Belakangan ini Anda mungkin sering mendengar istilah serologi, terlebih ketika membahas soal pemeriksaan penyakit infeksi. Namun, tahukah Anda apa itu tes serologi dan apa fungsinya? Temukan jawabannya dalam ulasan di bawah ini.

Tes serologi adalah pemeriksaan darah untuk mencari antibodi dalam darah. Antibodi adalah respons imun terhadap infeksi. Pemeriksaan ini dapat melibatkan sejumlah teknik laboratorium.
Pemeriksaan serologi fokus pada protein yang dibuat oleh sistem kekebalan tubuh. Artinya, pemeriksaan ini bukan untuk mendeteksi keberadaan zat asing itu sendiri.
Oleh karena itu, situs UCLA Health menyebutkan bahwa antibodi mungkin tidak terdeteksi pada hari-hari awal infeksi ketika tubuh masih membangun responnya.

Untuk menjawab pertanyaan mengapa tes serologi diperlukan, Anda perlu memahami cara kerja sistem kekebalan tubuh.
Ketika zat asing atau yang disebut dengan antigen masuk ke dalam tubuh, sistem kekebalan tubuh akan membuat respons pertahanan.
Antigen biasanya memasuki tubuh manusia melalui mulut, kulit, atau saluran hidung. Zat asing tersebut termasuk bakteri, jamur, virus, dan parasit.
Sistem kekebalan tubuh kemudian melawan antigen dengan memproduksi antibodi. Antibodi tersebut lalu menempel pada antigen dan merusaknya.
Ketika darah Anda diuji melalui tes ini, dokter dapat mencari tahu jenis antibodi dan antigen dalam sampel darah, kemudian mengidentifikasi jenis infeksi yang Anda alami.
John Hopkins Medicine menyebutkan bahwa tes serologi fokus untuk melakukan hal-hal di bawah ini.
Selain itu, pemeriksaan ini juga berguna untuk menentukan organ, jaringan, atau cairan tubuh yang cocok untuk prosedur transplantasi.
Satu-satunya yang diperlukan dalam pelaksanaan tes serologi adalah sampel darah. Oleh karena itu, petugas kesehatan akan mengambil darah Anda dengan langkah-langkah sederhana.
Dokter akan memasukkan jarum ke pembuluh darah Anda untuk mengambil sampel. Prosedur pengambilan darah ini tergolong cepat dan aman.
Umumnya, proses pengambilan darah berlangsung tanpa risiko. Jika pun ada, risikonya kecil, seperti rasa sakit yang akan hilang dengan segera.
Antibodi terdiri dari berbagai jenis. Oleh karena itu, metode pemeriksaan untuk mendeteksi keberadaan antibodi juga banyak macamnya, termasuk yang dijelaskan di bawah ini.

Berikut penjelasan soal hasil tes serologi yang perlu Anda tahu.
Tes serologi yang Anda lakukan akan menunjukkan hasil normal jika tidak ada antibodi yang terdeteksi untuk melawan antigen tertentu. Artinya, Anda tidak memiliki infeksi apa pun.
Tes serologi akan menunjukkan hasil abnormal jika antibodi dalam tubuh Anda terdeteksi. Ini berarti Anda memiliki respons sistem kekebalan terhadap antigen atau penyebab penyakit.
Pemeriksaan ini juga dapat mendeteksi adanya antibodi yang menyerang jaringan tubuh Anda sendiri. Dengan begitu, dokter bisa mendiagnosis adanya gangguan autoimun.
Selain gangguan autoimun, tes ini juga mampu membantu mendeteksi penyakit-penyakit, termasuk:
Adanya jenis antibodi pada tubuh Anda juga berarti tubuh sudah mengenali antigen spesifik yang diserang oleh antibodi tersebut. Artinya, Anda kebal terhadap antigen tersebut.
Setelah hasil tes serologi keluar, dokter akan menentukan langkah selanjutnya untuk merawat kondisi Anda.
Segera hubungi dokter jika Anda mengalami gejala infeksi dan merasa perlu melakukan tes serologi. Deteksi awal penyakit dapat membantu Anda terhindar dari komplikasi yang berbahaya.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Immunology and Serology. (2021). Retrieved 23 June 2021, from https://www.hopkinsmedicine.org/health/treatment-tests-and-therapies/immunology-and-serology
Enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA) | British Society for Immunology. (2021). Retrieved 23 June 2021, from https://www.immunology.org/public-information/bitesized-immunology/experimental-techniques/enzyme-linked-immunosorbent-assay
Encyclopedia, M., & test, L. (2021). Latex agglutination test: MedlinePlus Medical Encyclopedia. Retrieved 23 June 2021, from https://medlineplus.gov/ency/article/003334.htm
Society, M. (2021). Immune system | Microbes and the human body. Retrieved 23 June 2021, from https://microbiologysociety.org/why-microbiology-matters/what-is-microbiology/microbes-and-the-human-body/immune-system.html
What is antibody (serology) testing? – UCLA Health – Los Angeles, CA. (2021). Retrieved 23 June 2021, from https://www.uclahealth.org/antibody-serology-testing
Yang, P., & Mahmood, T. (2012). Western blot: Technique, theory, and trouble shooting. North American Journal Of Medical Sciences, 4(9), 429. doi: 10.4103/1947-2714.100998
Versi Terbaru
26/07/2021
Ditulis oleh Fajarina Nurin
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
Diperbarui oleh: Nanda Saputri
Ditinjau secara medis oleh
dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)