

Latihan interval itu sendiri adalah jenis olahraga yang menggabungkan latihan pendek dengan intensitas yang tinggi dan diulang-ulang, yang kemudian secara bertahap diikuti dengan durasi latihan yang lebih panjang untuk memulihkan diri. Sebagai contoh, lari secepat mungkin dalam satu menit dan jalan selama dua menit. Ulangi secara terus-menerus selama lima kali pengulangan sehingga total Anda melakukan lari sebanyak 15 menit. Anda bisa melakukan interval training ini dengan metode latihan yang lain, termasuk berlari, berenang, bersepeda, dan aerobik.
Interval training memiliki dampak yang besar ke tubuh, khususnya persendian hingga fungsi organ-organ lainnya seperti jantung. Latihan ini aman jika dilakukan bagi orang yang berpengalaman (seperti atlet) maupun pemula. Keduanya juga sama-sama mendapat manfaat dari melakukan interval training.
Jika Anda tidak suka berlari, maka tak usah masukkan lari ke dalam rutinitas interval training Anda. Memaksakan berolahraga dengan rutinitas yang Anda tidak sukai akan membuat Anda cepat menyerah dan tidak menikmati prosesnya. Pilihlah jenis latihan yang Anda senangi dan sesuai dengan susunan latihan. Anda juga bisa melakukan jenis latihan non-tradisional. Misalnya, melakukan burpee 30-60 detik kemudian berjalan selama 60 detik sebelum memulai lagi. Anda juga bisa menggabungkan beragam interval training.
Meski tujuan Anda melakukan interval training adalah membakar lemak, jangan mulai interval training dengan perut kosong. Interval training membutuhkan energi yang cukup dan performa yang optimal. Maka itu sebelum Anda memulai interval training sebaiknya makan terlebih dahulu. Anda akan memerlukan protein dan karbohidrat yang cepat dicerna untuk memberi energi pada otot sekaligus pada saat pemulihan. Tetap jaga agar asupan lemak tetap minim sebelum latihan, karena lemak memperlambat proses pencernaan. Pastikan juga Anda terhidrasi optimal sepanjang hari.
Jangan terlalu memaksakan diri untuk melakukan interval training jika tubuh Anda merasa kelelehan. Lebih baik, lakukan latihan yang stabil dan memiliki intensitas rendah atau istirahat saja dulu. Karena melakukan interval training dalam kedaan lelah akan menurunkan kualitas latihan sehingga tidak mendapatkan manfaat yang diinginkan. Bagi pemula, disarankan untuk memulai latihan dengan cukup satu sesi saja setiap minggunya. Namun jika Anda sudah terbiasa melakukan interval training, lakukan satu sampai tiga kali seminggu. Agar mendapatkan hasil maksimal, Anda perlu menjaga durasi sekitar 10-20 menit saja.
Bersepeda adalah latihan yang berdampak rendah dalam mempercepat laju detak jantung Anda. Mulailah bersepeda dengan kecepatan yang pelan dan membuat Anda nyaman. Tingkatkan kecepatan bersepeda selama 1 menit dan 30 detik. Tingkatkan intensitasnya, kemudian kayuh sepeda secepat mungkin selama 45 detik. Kembali ke kecepatan pertama Anda. Ulangi langkah-langkah ini dan usahajan untuk bersepeda selama 20 menit, secara bertahap tingkatkan waktu dan kecepatan Anda.
Metode ini diberi nama Tabata setelah seorang peneliti Jepang menemukan bahwa interval training dapat meningkatkan intensitas energi Anda. Untuk memulai metode ini, berdirilah dengan kaki sedikit lebih lebar dari pinggul Anda. Dengan dada terangkat, jongkok sampai paha hampir sejajar dengan lantai, angkat lengan ke depan. Tahan berat badan Anda di tumit. Lakukan latihan ini selama 20 detik dan istirahat selama 10 detik lalu ulangi sebanyak delapan kali.
Cara melakukannya dimulai dengan berdiri. Kemudian jongkok dan letakkan kedua tangan Anda di lantai. Tendang kaki Anda ke belakang seperti pada posisi push-up. Jaga tangan Anda tetap kokoh di lantai untuk menyokong tubuh. Turunkan dada Anda untuk melakukan push-up. Naikkan kembali dada Anda. Tarik kaki Anda kembali ke posisi semula. Berdiri, dan kemudian lompat ke udara sambil menepukkan tangan di atas kepala. Ulang sebanyak 15 kali untuk menyelesaikan satu set. Jika Anda seorang pemula atau tidak dalam kondisi prima, mulailah dengan 5 burpee berturut-turut.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Rev up your workout with interval training. [online] Available at: http://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/fitness/in-depth/interval-training/art-20044588 Accessed 4 September 2017.
The Do-It-Anywhere HIIT Workout You Need to Try [online] Available at: http://dailyburn.com/life/fitness/high-intensity-hiit-workout/ Accessed 4 September 2017.
Top 10 Health Benefits of HIIT (High- Intensity Interval Training) [online] Available at: http://www.healthfitnessrevolution.com/top-10-health-benefits-hiit-high-intensity-interval-training/ Accessed 4 September 2017.
High-Intensity Workouts: Burn Calories Better, Longer [online] Available at: http://www.webmd.com/fitness-exercise/features/high-intensity-workouts-to-burn-calories#1 Accessed 4 September 2017.
Burn Calories With Interval Workouts [online] Available at:http://www.webmd.com/fitness-exercise/features/burn-calories-with-interval-workouts#1 Accessed 4 September 2017.
Versi Terbaru
18/12/2020
Ditulis oleh Andisa Shabrina
Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri
Diperbarui oleh: Rachmadin Ismail