Hair removal cream atau krim untuk merontokkan bulu tergolong aman digunakan untuk ibu hamil, meskipun dapat menyebabkan iritasi pada kulit.
Hair removal cream atau krim untuk merontokkan bulu tergolong aman digunakan untuk ibu hamil, meskipun dapat menyebabkan iritasi pada kulit.

Bahan kimia dalam hair removal cream bekerja pada zat struktural rambut yang disebut keratin. Krim ini menyebabkan tiap helai rambut putus dan terpisah dari akarnya. Bau bahan kimia dari hair removal cream yang menyengat biasanya ditutupi dengan pewangi atau parfum.
Pewangi dan bahan kimia dalam hair removal cream dapat memicu alergi dan iritasi. Hal ini berpotensi terjadi karena ibu hamil memiliki kulit yang cenderung lebih sensitif.
Untuk mencegah iritasi dan alergi, Anda mungkin dapat mempertimbangkan metode lain untuk menghilangkan bulu, seperti tweezing (mencabut), waxing, atau mencukur. Namun beberapa ibu mungkin merasa kurang nyaman dengan metode ini dibandingkan dengan penggunaan hair removal cream.
Selama masa kehamilan, wajar apabila pertumbuhan rambut Anda meningkat. Pertumbuhan rambut tambahan dapat terjadi di daerah ketiak, vagina, kaki, perut, bahkan mungkin wajah. Namun, ibu tidak usah khawatir karena pertumbuhan rambut tambahan ini dipicu oleh perubahan hormon dalam tubuh dan dapat kembali normal setelah enam bulan pascamelahirkan.
Jika Anda tetap memilih untuk menggunakan hair removal cream saat masa kehamilan, ikuti langkah-langkah aman berikut ini:
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
http://www.babycentre.co.uk/x562993/is-it-safe-to-use-hair-removal-creams-during-pregnancy#ixzz3dkJFA6cU
Versi Terbaru
16/08/2021
Ditulis oleh Lika Aprilia Samiadi
Diperbarui oleh: Nabila Azmi