Bagi para ibu hamil yang merasa perutnya gatal dan menimbulkan ruam berwarna merah mungkin artinya Anda mengalami PUPPP atau PUPPS. PUPPS merupakan singkatan dari Puritic Uritical Papules and Plaques of Pregnancy dan normal terjadi pada ibu hamil.
Bagi para ibu hamil yang merasa perutnya gatal dan menimbulkan ruam berwarna merah mungkin artinya Anda mengalami PUPPP atau PUPPS. PUPPS merupakan singkatan dari Puritic Uritical Papules and Plaques of Pregnancy dan normal terjadi pada ibu hamil.

Simak ulasan di bawah ini untuk mengetahui lebih lengkap.

PUPPP (Puritic Uritical Papules and Plaques of Pregnancy) adalah masalah kulit yang sangat sering terjadi pada ibu hamil. Biasanya, muncul ruam berwarna merah dan terasa gatal di perut sebelum proses persalinan terjadi.
Akan tetapi, pada beberapa kasus ruam ini juga timbul di paha atau lengan. Masalah ini cenderung terjadi pada wanita yang baru pertama kali melahirkan dan di perutnya terdapat banyak lipatan lemak.
Seperti yang dilansir dari laman DermNet NZ, PUPPS dialami oleh 1 dari 160 kehamilan. Berikut ini ada beberapa orang yang lebih berisiko terkena ruam gatal tersebut:
Walaupun terdengar dapat mengganggu penampilan, Anda tidak perlu khawatir karena umumnya ruam dan rasa gatal tersebut akan hilang sekitar 2-3 minggu setelah melahirkan.
Sebenarnya, penyebab utama dari PUPPP belum diketahui dengan pasti. Namun, masalah ini diyakini berhubungan dengan peregangan kulit di perut.
Peregangan kulit biasanya menimbulkan respon imun akibat kerusakan jaringan ikat. Maka itu, tempat pertama munculnya ruam berada di stretch mark dan berkembang ketika trimester ketiga kehamilan, tepatnya saat bayi tumbuh dengan cepat.

Salah satu penyebab mengapa PUPPP bisa terjadi adalah peregangan kulit di perut yang sering menimbulkan stretch mark pada ibu hamil.
Jika kulit manusia mengalami stres atau peregangan secara berlebihan, jaringan ikat kulit berisiko rusak. Akibatnya, kondisi tersebut bisa berujung pada peradangan yang menyebabkan ruam merah dan bengkak di kulit perut.
Oleh karena itu, PUPPS yang terjadi pada ibu hamil dikaitkan dengan peregangan yang sering terjadi pada beberapa bulan terakhir sebelum melahirkan.

Selain peregangan kulit di perut, PUPPP juga dapat terjadi karena adanya respons imun terhadap sel janin.
Maksudnya, beberapa jaringan sel janin berpindah ke seluruh tubuh sang ibu. Akibatnya, sel tersebut memicu respons sistem kekebalan tubuh yang menimbulkan ruam.
Teori di atas mungkin dapat menjelaskan mengapa masalah kulit ruam pada ibu hamil ini masih muncul setelah melahirkan. Hal tersebut dikarenakan sel-sel janin terus beredar di tubuh ibu meskipun dalam waktu yang tidak lama.

Cara mengatasi masalah kulit yang mengganggu perut Anda ini sebenarnya hanya bisa dilakukan dengan melahirkan.
Akan tetapi, Anda bisa menggunakan beberapa cara di bawah ini untuk menyamarkan ruam dan mengurangi rasa gatal akibat PUPPP.
PUPPP atau PUPPS yang terjadi pada ibu hamil tidak dapat dicegah, alias terjadi karena peregangan kulit yang terjadi secara alami. Jika Anda khawatir dapat memengaruhi kesehatan janin, konsultasikan dengan dokter kandungan untuk mendapatkan perawatan yang tepat.
Sumber Foto: Rookie Moms
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Dr. Ebtisam Elghblawi. (2017). Polymorphic Eruption of Pregnancy. Retrieved 9 December 2019, from https://dermnetnz.org/topics/polymorphic-eruption-of-pregnancy/
Huizen, J. (2018). PUPPP Rash Treatment Options. Retrieved 9 December 2019, from https://www.medicalnewstoday.com/articles/322719.php#natural-treatments
What to Expect Editor. (2019). Skin Rash (PUPPP) During Pregnancy. Retrieved 9 December 2019, from https://www.whattoexpect.com/pregnancy/whose-body/skin-rashy.aspx
Versi Terbaru
16/08/2021
Ditulis oleh Nabila Azmi
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro
Diperbarui oleh: Diah Ayu Lestari
Ditinjau secara medis oleh
dr. Patricia Lukas Goentoro
General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)