Gangguan somatisasi adalah suatu kelompok kelainan psikiatrik yang bentuknya dapat berupa berbagai gejala fisik yang dirasakan oleh pasien, tapi tidak ditemukan penyebabnya secara medis.

Gangguan somatoform dapat menyebabkan seseorang mengeluhkan satu atau lebih gejala penyakit, termasuk rasa nyeri, sakit perut, masalah neurologis, gangguan pernapasan, masalah seksual, dan lainnya. Gejala gangguan somatoform bisa saja tidak diketahui penyebab fisiknya atau kondisi medis lainnya secara umum.
Orang dengan gangguan somatisasi tidak memalsukan gejala mereka. Rasa sakit yang mereka alami adalah nyata, terlepas dari apakah ditemukan penyebab fisiknya atau tidak. Ditambah lagi, gejala sakit yang muncul akibat gangguan ini dapat menyebabkan stres emosional berat hingga memengaruhi aktivitasnya sehari-hari.
Banyak orang yang memiliki gangguan somatoform juga mengalami gangguan kecemasan. Tapi jangan khawatir. Ada banyak perawatan yang dapat meredakan gejala, untuk membantu meningkatkan kualitas hidup.
Gangguan somatoform sangat umum dan lebih sering menyerang wanita dibandingkan dengan pria. Gangguan somatoform dapat terjadi pada pasien dengan usia berapa pun. Gangguan somatisasi dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.
Gejala-gejala umum dari gangguan somatisasi adalah:
Pikiran, perasaan, dan perilaku berlebih dapat meliputi:
Gejala awal dan lanjutan dari keluhan yang dialami berhubungan erat dengan peristiwa kehidupan yang tidak menyenangkan atau konflik-konflik di kehidupan pasien.
Orang dengan gangguan somatoform biasanya menunjukkan perilaku mencari perhatian (histrionik), terutama karena pasien tidak puas dan tidak berhasil membujuk dokter menerima pikirannya bahwa keluhan yang dialami merupakan penyakit fisik dan memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.
Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.
Beberapa hal yang menjadi penyebab gangguan somatisasi dalam diri seseorang, antara lain:
Ada banyak faktor pemicu yang membuat Anda lebih berisiko terkena gangguan somatisasi, yaitu:
Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.
Dokter Anda dapat mendiagnosis penyakit ini melalui beberapa pemeriksaan fisik dan tes. Pemeriksaan fisik dan tes yang direkomendasikan dokter, antara lain:
Kriteria untuk diagnosis
Menurut The Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5) oleh the American Psychiatric Association, berikut adalah beberapa diagnosis penting yang perlu diperhatikan:
Langkah awal untuk menghentikan gangguan somatisasi adalah menerima bahwa gejala yang timbul berasal dari pikiran. Dengan sikap menerima, Anda akan lebih mudah untuk mengatasi gejala yang diderita. Kemudian, hentikan kebiasaan “belanja dokter” secara bertahap. Periksakan gejala yang Anda alami konsisten pada satu dokter dan bangun kepercayaan pada dokter tersebut.
Anda juga sebaiknya mengontrol tingkat stress yang dapat memicu gejala tersebut datang menghampiri. Caranya dengan banyak melakukan aktivitas fisik, hobi, olahraga, ataupun rekreasi bersama keluarga.
Selain itu, olahraga yang memadukan olah fisik dan pikiran seperti yoga, dapat dicoba sebagai pengalaman baru. Relaksasi dan olah napas juga dapat membantu meredakan gejala yang dialami.
Keluhan yang dialami berasal dari pikiran, sehingga Anda harus mampu mengendalikan jika keluhan tersebut mulai datang. Perbanyak komunikasi dengan keluarga dan sahabat tanpa membantu melupakan gejala tersebut. Bergabung dengan komunitas baru juga mampu mengusir gejala yang selama ini Anda alami secara bertahap.
Jika memungkinkan, Anda bisa meminta dokter kepercayaan untuk mengikuti program tertentu. Salah satu program untuk penderita gangguan ini adalah Cognitive Behavior Therapy (CBT). Terapi ini merupakan salah satu tatalaksana yang efektif untuk mengelola gangguan somatoform dalam jangka panjang.
Dikutip dari Mayo Clinic, berikut ini penjelasan soal pilihan pengobatan gangguan somatoform:
Terapi perilaku kognitif dapat membantu Anda:
Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi gangguan somatisasi:
Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.
Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
(COVID-19), C., Health, E., Disease, H., Disease, L., Management, P., & Conditions, S. et al. (2020). Somatoform Disorders: Symptoms, Types, and Treatment. Retrieved 17 April 2020, from https://www.webmd.com/mental-health/somatoform-disorders-symptoms-types-treatment#2
Somatic symptom disorder – Diagnosis and treatment – Mayo Clinic. (2020). Retrieved 17 April 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/somatic-symptom-disorder/diagnosis-treatment/drc-20377781
Oyama, O., Paltoo, C. & Greengold, J., 2007. Somatoform Disorders. American Family Physician, 76, pp.1333–1338
Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 1993. F45 Gangguan Somatoform. In Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa di Indonesia III. Jakarta: Direktorat Jenderal Pelayanan Medik, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, pp. 209–221.
Ravesteijn, H. Van et al., 2009. Detecting Somatoform Disorders in Primary Care with the PHQ-15. Annals of Family Medicine, 7, pp.232–238.
Versi Terbaru
17/04/2020
Ditulis oleh Rena Widyawinata
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
Diperbarui oleh: Fajarina Nurin
Ditinjau secara medis oleh
dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)