Halusinasi pendengaran adalah jenis halusinasi yang paling umum terjadi, yang menyebabkan seseorang mendengar suara seperti alunan musik, langkah kaki, percakapan, tawa, jeritan dan suara lainnya — tetapi orang lain tidak mendengarnya. Halusinasi ini dapat membuat orang sekitar terganggu dan memicu perdebatan.
Halusinasi terjadi saat otak merasakan atau memproses suatu hal yang tidak benar-benar terjadi. Apa penyebab seseorang mengalami halusinasi pendengaran?
Apa penyebab seseorang mengalami halusinasi pendengaran?
1. Gangguan jiwa
Banyak gangguan mental yang bisa menyebabkan seseorang tidak dapat membedakan kenyataan dan imajinasi, seperti halusinasi. Halusinasi pendengaran rentan dialami oleh orang-orang yang mengidap skizofrenia (biasa disebut “gila”).
Namun kadang, hal ini juga bisa disebabkan oleh gangguan mental lainnya, termasuk
- Gangguan bipolar
- Gangguan kepribadian ambang (borderline personality disorder)
- Depresi berat
- Gangguan stres pascatrauma (PTSD)
- Gangguan skizoafektif
2. Anda mengonsumsi alkohol dan obat-obatan terlarang
Minuman keras dan obat-obatan seperti sabu, ekstasi dan lainnya, sering menyebabkan penggunanya melihat dan mendengar sesuatu yang sebetulnya tidak ada. Biasanya hal ini terjadi ketika seseorang sudah kecanduan berat dengan alkohol atau obat-obatan terlarang atau sedang dalam masa sakau.
3. Penyakit Alzheimer dan tumor otak
Penyakit degeneratif otak seperti Alzheimer, demensia, Parkonsin dan jenis penyakit pikun lainnnya, rentan membuat pengidapnya berhalusinasi mendengar sesuatu. Bagi beberapa orang, suara-suara tersebut bahkan terdengar sangat nyata dan bisa diikuti oleh gambaran visual yang meyakinkan.
Selain itu, halusinasi pendengaran juga bisa dialami oleh orang-orang yang memiliki tumor otak. Terutama jika tumor berada di bagian otak yang berhubungan dengan indera pendengaran.
4. Gangguan pendengaran
Orang dengan gangguan pendengaran di salah satu atau kedua telinga mungkin mendengar sesuatu dari suara aneh hingga musik dan suara, tidak ada yang benar-benar ada di sana.
5. Migrain
Seringkali, jika Anda terkena migrain Anda merasa pusing, mendengar suara-suara, ataupun melihat hal yang sebetulnya tidak ada. Hal ini rentan dialami, terlebih jika Anda juga mengalami depresi
6. Efek samping dari obat
Jika Anda mengalami halusinasi pendengaran, coba cek, apakah Anda sedang mengonsumsi obat tertentu atau tidak. Jika Anda baru mengonsumsi obat, tanyakan dokter apakah dosis yang diberikan lebih tinggi atau tidak, karena hal ini bisa memicu adanya halusinasi suara pada diri Anda.
7. Penyebab lainnya
Beberapa hal lainnya yang dapat menyebabkan Anda mendengar sesuatu yang tidak nyata, termasuk:
- Kekurangan waktu tidur, misalnya begadang hingga berhari-hari
- Demam tinggi menyebabkan delirium, kondisi penurunan kemampuan untuk memusatkan perhatian sehingga Anda menjadi linglung, mengalami disorientasi, dan tidak mampu berpikir secara jernih.
- Penyakit dengan stadium akhir seperti pada kanker, AIDS, atau gagal ginjal dan liver.
- Cacat indera pendengaran dan pengelihatan
- Epilepsi
- Isolasi sosial, terutama pada lansia
Bagaimana dokter mendiagnosis halusinasi?
Umumnya dokter akan menanyakan beberapa hal, termasuk suara apa yang didengar, apakah Anda sedang mengonsumsi sesuatu, dan lain hal. Setelah itu, Anda akan mendapatkan beberapa tes berdasarkan apa yang menurut dokter mungkin menjadi penyebabnya.
Misalnya, Anda mungkin perlu menemui psikiater untuk memeriksa jika mengidap gangguan mental. Atau Anda mungkin perlu menjalani electroencephalogram (EEG) untuk mengukur sinyal listrik di otak Anda, guna memastikan apakah halusinasi pendengaran Anda disebabkan oleh epilepsi. Anda juga perlu melakukan pemeriksaan pendengaran secara keseluruhan untuk memeriksa adanya gangguan pendengaran atau tinnitus.
Bagaimana mengobatinya?
Halusinasi pada umumnya ditangani dengan pemberian obat yang memperlambat kerja otak. Namun penanganan halusinasi harus juga memperhitungkan faktor yang menyebabkannya untuk mengurangi keparahan halusinasi.
Bila halusinasi terjadi akibat efek samping obat, Dokter mungkin menurunkan dosis atau mengganti obat yang Anda minum. Pada orang lain, pengobatan lebih kompleks dan Anda mungkin perlu mencoba beberapa hal untuk melihat apa yang berhasil. Misalnya, jika Anda didiagnosis penyakit seperti skizofrenia, Anda mungkin memerlukan kombinasi obat, terapi, dan perawatan lainnya.

























