Myasthenia Gravis atau Miastenia Gravis (MG) adalah sebuah penyakit auto imun yang menyebabkan gangguan neuromuskuler, yaitu kondisi yang mengganggu sistem otot dan saraf.

Kondisi ini menyebabkan otot-otot pada area mata, wajah, tenggorokan, lengan, dan kaki melemah dan mudah lelah. Kelemahan terburuk biasanya terjadi tiga tahun pertama, lalu akan terus bertambah perlahan seiring waktu.
Selain itu, myasthenia gravis termasuk kondisi yang tidak dapat sembuh. Akan tetapi, perawatan dapat membantu meringankan tanda dan gejala, seperti kelemahan otot lengan dan kaki, penglihatan ganda, dan kesulitan berbicara, mengunyah, menelan, hingga bernapas.
Setiap orang bisa saja mengalami kondisi ini. Namun, umumnya, kondisi ini paling banyak menyerang wanita sebelum berusia 40 tahun dan pria setelah 50 tahun.
Untuk menghindari penyakit ini, Anda bisa meminimalkan risiko dengan mengurangi beberapa faktor penyebab yang mungkin Anda miliki. Silakan untuk mendiskusikannya dengan dokter untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.
Gejala paling utama dari kondisi ini adalah kelemahan pada otot rangka voluntary, yaitu otot yang berada di bawah kendali Anda. Kegagalan otot untuk berkontraksi secara normal terjadi karena otot-otot tersebut tidak dapat memberikan respons terhadap impuls saraf.
Hal ini menyebabkan komunikasi antar saraf dan otot tersumbat, sehingga menghasilkan kelemahan otot. Otot lemah yang berhubungan dengan myasthenia gravis dapat memburuk dengan aktivitas tertentu dan membaik dengan istirahat.
Gejala myasthenia gravis adalah:
Mungkin ada beberapa tanda atau gejala yang tidak tercantum di atas. Jika Anda memiliki kekhawatiran tentang gejala, silakan konsultasikan dengan dokter Anda.
Anda sebaiknya menghubungi dokter jika Anda sesak napas atau gejala Anda memburuk. Pasalnya, tubuh setiap orang menunjukkan reaksi yang berbeda.
Oleh sebab itu, berdiskusi dengan dokter adalah solusi terbaik untuk mengetahui situasi kesehatan Anda.
Tidak ada kondisi yang menjadi penyebab pasti dari kondisi ini. Namun, para ahli menduga kondisi ini berkaitan dengan gangguan antibodi dan kelenjar timus.
Selain itu, faktor genetik juga bisa menjadi penyebab dari kondisi ini. Nah, berikut ini adalah penjelasan lengkap mengenai kondisi-kondisi yang dapat menyebabkan penyakit ini.
Saraf dan otot berkomunikasi dengan melepaskan bahan kimia (neurotransmitter) dengan tepat ke situs reseptor pada sel-sel otot persimpangan antara saraf dan otot.
Nah, menurut Mayo Clinic, pada seseorang yang mengalami Myasthenia Gravis, sistem kekebalan tubuh menghasilkan antibodi yang justru menghalangi atau menghancurkan situs reseptor otot.
Dengan lebih sedikit tempat reseptor yang tersedia, otot menerima lebih sedikit sinyal saraf, dan hal tersebut mengakibatkan kelemahan pada otot.
Selain itu, antibodi juga memblokir fungsi protein yang disebut dengan reseptor tirosin kinase spesifik otot. Protein ini terlibat dalam membentuk persimpangan antara saraf dan otot. Antibodi yang menghambat protein ini bisa jadi salah satu penyebab Anda mengalami myasthenia gravis.
Kelenjar timus adalah bagian dari sistem kekebalan tubuh Anda yang terletak pada dada bagian atas, bagian bawah tulang dada.
Para ahli mempercayai bahwa kelenjar timus memicu atau mempertahankan produksi antibodi yang memblokir asetilkolin.
Kelenjar ini besar pada saat Anda masih bayi, tapi mengecil ketika Anda dewasa. Namun, beberapa orang dewasa yang mengalami MG memiliki kelenjar timus berukuran sangat besar.
Tak hanya itu, beberapa orang dengan Myasthenia Gravis juga memiliki tumor kelenjar timus (timoma). Biasanya, timoma tidak bersifat kanker (ganas), tetapi dapat menjadi kanker timus.
Tidak semua orang yang mengalami kondisi ini disebabkan oleh antibodi, seperti penderita Myasthenia Gravis antibodi-negatif.
Nah, antibodi terhadap protein lain, yang disebut protein terkait lipoprotein 4, dapat berperan dalam kondisi ini.
Dalam kasus langka, seorang ibu dengan MG memiliki anak yang dilahirkan dengan kondisi yang sama. Jika segera mendapatkan penanganan yang sesuai, anak-anak umumnya pulih dalam dua bulan setelah kelahiran.
Faktor-faktor tertentu mungkin meningkatkan risiko Anda mengalami kondisi ini, seperti berikut:
Tidak memiliki faktor risiko bukan berarti Anda tidak bisa terkena penyakit ini. Anda harus berkonsultasi dengan dokter Anda untuk lebih jelasnya.
Informasi yang diberikan bukan pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan dengan dokter Anda.
Para dokter akan membuat diagnosis dari pemeriksaan fisik lengkap, dengan tes paru-paru, refleks, dan kelemahan otot.
Selain itu dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan, termasuk melakukan pemeriksaan elektromiografi (EMG), uji tensilon, tes darah, dan CT scan.
Tidak ada obat untuk mengatasi myasthenia gravis. Biasanya, dokter akan menyarankan pengobatan untuk mengurangi gejala dari kondisi ini.
Bahkan, ada pula obat-obatan yang dapat membantu Anda meredakan gejala, seperti pyridostigmine, neostigmin, prednisone, azathioprine, cyclosporine, atau mycophenolate mofetil.
Jika MG menyebabkan kesulitan bernapas, Anda mungkin perlu perawatan di rumah sakit, kemungkinan memerlukan bantuan pernapasan dengan ventilator.
Gejala lainnya adalah plasmapheresis dan immunoglobulin infus. Dalam plasmapheresis, bagian yang bening dari darah (plasma) dan berisi antibodi akan dienyahkan, diganti dengan plasma yang didonorkan dan bebas dari antibodi atau dengan cairan lainnya. Dalam imunoglobulin infus, sejumlah besar antibodi diberikan langsung ke dalam aliran darah.
Jika muncul tumor timus (yang menyebabkan oleh myasthenia gravis), dokter dapat melakukan operasi untuk mengangkat timus (thymectomy). Jika Anda memiliki masalah mata, dokter mungkin menyarankan kacamata prisma untuk meningkatkan visi.
Anda juga bisa menjalani prosedur operasi untuk mengobati otot mata. Selain itu, terapi fisik dapat membantu mempertahankan kekuatan otot Anda. Hal ini sangat penting, jika yang terserang adalah otot yang mendukung pernapasan.
Gaya hidup dan pengobatan di rumah berikut dapat membantu Anda mengatasi Myasthenia Gravis adalah:
Jika Anda memiliki pertanyaan, silakan konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui solusi terbaik bagi Anda.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Myasthenia gravis – Symptoms and causes. (2020). Retrieved 22 June 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/myasthenia-gravis/symptoms-causes/syc-20352036
Myasthenia Gravis Fact Sheet | National Institute of Neurological Disorders and Stroke. (2020). Retrieved 22 June 2021, from https://www.ninds.nih.gov/disorders/patient-caregiver-education/fact-sheets/myasthenia-gravis-fact-sheet
Myasthenia Gravis Foundation of America (MGFA) . (2020). Retrieved 22 June 2021, from https://myasthenia.org/
Myasthenia Gravis. Retrieved 22 June 2021, from https://www.nhs.uk/conditions/myasthenia-gravis/
Versi Terbaru
07/07/2021
Ditulis oleh Annisa Hapsari
Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri
Diperbarui oleh: Ririn Sjafriani