Flavonoid adalah salah satu jenis antioksidan yang banyak terkandung dalam tanaman. Komponen ini disebut-sebut dapat mencegah penyakit kronis dan membantu dalam pengobatan.
Flavonoid adalah salah satu jenis antioksidan yang banyak terkandung dalam tanaman. Komponen ini disebut-sebut dapat mencegah penyakit kronis dan membantu dalam pengobatan.

Penasaran apa saja manfaat flavonoid dan dari mana Anda bisa mendapatkan jenis antioksidan ini?
Flavonoid adalah zat alami yang terkandung pada tanaman (fitonutrien) yang bersifat antioksidan untuk menangkal radikal bebas dalam tubuh.
Fitonutrien ini memiliki komponen fenolik yang sering digunakan dalam obat-obatan karena bersifat antioksidan, antiinflamasi, dan antikarsinogenik.
Flavonoid umumnya merupakan pigmen (zat pemberi warna) pada bunga, tapi juga dapat ditemukan pada bagian lain dari tumbuhan.
Fitonutrien ini juga banyak ditemukan pada makanan yang berasal dari tumbuhan, seperti buah-buahan, sayuran, teh, dan kakao.
Flavonoid dapat dibedakan sesuai sumber makanannya seperti berikut.

Berkat komponen antioksidan, antiradang, antikarsinogeniknya, fitonutrien ini memiliki banyak manfaat untuk kesehatan.
Penyakit jantung atau kardiovaskular merupakan salah satu penyakit kronis tidak menular yang cukup mengkhawatirkan.
Salah satu penyebabnya adalah kurangnya asupan zat gizi dari buah dan sayur yang dibutuhkan oleh tubuh.
Mengutip dari buku Flavonoid – from Biosynthesis To Human Health (2017), sifat antioksidan pada komponen ini dapat berperan untuk mencegah penyakit kardiovaskular ini.
https://hellosehat.com/jantung/penyakit-jantung/makanan-penderita-sakit-jantung/
Manfaat flavonoid berikutnya adalah mencegah risiko terkena kanker akibat paparan radikal bebas yang berkepanjangan, terutama kanker usus dan kanker payudara.
Komponen ini memiliki sifat antioksidan dan antikanker yang dapat melawan kerusakan pada DNA dan sel-sel yang terpapar stres oksidatif.
Untuk itu, sangat penting memastikan tubuh mendapatkan asupan buah dan sayuran yang tinggi flavonoid.
Salah satu cara untuk menurunkan risiko diabetes tipe 2, termasuk mengurangi tingkat keparahan, adalah dengan mengonsumsi makanan yang memiliki kandungan flavonoid.
Dalam jurnal Biomolecules (2019) disebutkan bahwa flavonoid dapat menghambat perkembangan diabetes dan komplikasinya.
Komponen ini membantu mengatur metabolisme glukosa, aktivitas enzim hati, dan kadar lipid.

Journal of Nutritional Science (2016) menjelaskan peranan flavonoid dalam sistem enzim dan reseptor otak yang berkaitan dengan penyakit Alzheimer dan Parkinson.
Fitonutrien ini bertindak sebagai antioksidan yang memberikan perlindungan pada sistem saraf dari gangguan yang menyebabkan penyakit Parkinson.
Sementara pada penyakit Alzheimer, fitonutrien ini bekerja dengan mengurangi stres oksidatif, mencegah kerusakan neuron, hingga bertindak sebagai inhibitor kolinesterase.
Anda pasti sudah tidak asing dengan manfaat antioksidan untuk mencegah penuaan dini pada kulit.
Ternyata khasiat flavonoid tak hanya sebatas mencegah penuaan kulit.
International Journal Of Molecular Sciences (2022) menyebutkan bahwa komponen ini berpotensi menaikkan tingkat mortalitas dengan menghilangkan sel-sel yang sudah menua.
Artinya, tubuh akan mempertahankan sel-sel yang sehat dan menjaga regenerasi sel dari kerusakan, sehingga tubuh dapat berfungsi dengan baik dan penuaan dini dapat dicegah.
Masalah alergi merupakan salah satu gangguan kesehatan yang dapat menyebabkan peradangan.
Salah satu cara untuk mencegah risiko peradangan karena alergi adalah dengan mendapatkan asupan gizi seimbang dan tepat, termasuk mengonsumsi makanan yang mengandung flavonoid.
Hal ini karena flavonoid memiliki komponen anti-inflamasi yang dapat membantu dalam pengobatan untuk mengatasi masalah alergi.
https://hellosehat.com/alergi/makanan/penyebab-alergi-makanan/
Buah-buahan dan sayuran merupakan sumber makanan tinggi flavonoid yang baik untuk Anda.
Lalu, sumber makanan apa saja yang banyak mengandung senyawa ini?
Anda bisa mendapatkan manfaat yang lebih maksimal jika mengonsumsi buah atau sayuran segar yang tinggi flavonoid.
Penting juga untuk mengonsumsinya bersamaan dengan makanan bergizi lainnya sehingga asupan zat gizi pun lebih lengkap.
Untuk konsumsi suplemen flavonoid, sebaiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter guna mengetahui manfaat dan efek sampingnya.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Panche, A., Diwan, A., & Chandra, S. (2016). Flavonoids: an overview. Journal Of Nutritional Science, 5. doi: 10.1017/jns.2016.41
Hernández-Rodríguez, P., Baquero, L., & Larrota, H. (2019). Flavonoids. Bioactive Compounds, 265-288. doi: 10.1016/b978-0-12-814774-0.00014-1
Ruiz‐Cruz, S., Chaparro‐Hernández, S., Ruiz, K., Cira‐Chávez, L., Estrada‐Alvarado, M., & Ortega, L. et al. (2017). Flavonoids: Important Biocompounds in Food. Flavonoids – From Biosynthesis To Human Health. doi: 10.5772/67864
The thinking on flavonoids – Harvard Health. (2020). Retrieved 17 October 2022, from https://www.health.harvard.edu/mind-and-mood/the-thinking-on-flavonoids
Ekalu, A., & Habila, J. (2020). Flavonoids: isolation, characterization, and health benefits. Beni-Suef University Journal Of Basic And Applied Sciences, 9(1). doi: 10.1186/s43088-020-00065-9
Falcone Ferreyra, M., Rius, S., & Casati, P. (2012). Flavonoids: biosynthesis, biological functions, and biotechnological applications. Frontiers In Plant Science, 3. doi: 10.3389/fpls.2012.00222
AL-Ishaq, Abotaleb, Kubatka, Kajo, & Büsselberg. (2019). Flavonoids and Their Anti-Diabetic Effects: Cellular Mechanisms and Effects to Improve Blood Sugar Levels. Biomolecules, 9(9), 430. doi: 10.3390/biom9090430
Fan, X., Fan, Z., Yang, Z., Huang, T., Tong, Y., & Yang, D. et al. (2022). Flavonoids—Natural Gifts to Promote Health and Longevity. International Journal Of Molecular Sciences, 23(4), 2176. doi: 10.3390/ijms23042176
Versi Terbaru
25/10/2022
Ditulis oleh Dwi Ratih Ramadhany
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
Diperbarui oleh: Fidhia Kemala