Jika ditambahkan cokelat, berbagai macam makanan dan minuman akan berasa lebih lezat. Cokelat yang dimakan begitu saja pun cukup menggugah selera. Tapi, bukankah makan cokelat bisa bikin gemuk? Simak fakta cokelat berikut ini!
Jika ditambahkan cokelat, berbagai macam makanan dan minuman akan berasa lebih lezat. Cokelat yang dimakan begitu saja pun cukup menggugah selera. Tapi, bukankah makan cokelat bisa bikin gemuk? Simak fakta cokelat berikut ini!


Cokelat berasal dari buah pohon kakao. Buahnya memiliki bentuk yang unik seperti bola. Di dalamnya terdapat biji cokelat. Nah, biji cokelat inilah yang nantinya akan dikeringkan, difermentasi, dibersihkan, dan diolah hingga menjadi cokelat yang Anda makan.
Cokelat hitam ternyata mengandung banyak sekali flavonoid. Kandungan flavonoid pada cokelat ini bertindak sebagai antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas dalam tubuh.
Dengan ditangkalnya radikal bebas tersebut, daya tahan tubuh dapat meningkat dan tubuh dapat terlindungi dari penyakit, terutama penyakit kanker. Antioksidan pada cokelat juga dapat membantu memperlambat terjadinya proses penuaan.
Selain berfungsi sebagai antioksidan alami, ternyata fakta bahwa cokelat memiliki beragam manfaat bagi kesehatan tubuh pun benar adanya. Inilah yang membuat para ahli menganggap cokelat sehat dan baik untuk dikonsumsi.
Selain manfaat-manfaat tersebut, ternyata cokelat hitam juga memiliki beberapa kemampuan unik lain di bawah ini.
Di pasaran, cokelat dibedakan menjadi tiga golongan. Cokelat hitam, cokelat putih, dan cokelat susu. Dari ketiga golongan tersebut, cokelat hitam mengandung lemak dalam jumlah yang paling sedikit (28%).
Sementara itu, kandungan lemak pada cokelat putih ternyata paling tinggi, yaitu sebesar 30,9%. Untuk protein, cokelat putih memiliki kandungan protein yang paling tinggi, yaitu sebesar 8%.
Berdasarkan komposisinya, cokelat hitam juga tidak mengandung susu, atau hanya dalam jumlah yang sangat sedikit, berbeda dengan cokelat jenis lain yang umumnya sudah dicampurkan susu atau pemanis.
Sebenarnya, cokelat memang memiliki banyak dampak positif bagi kesehatan tubuh Anda. Namun, Anda juga perlu mencermati komposisinya, terutama bila Anda malah mengonsumsi permen cokelat yang sudah dicampurkan berbagai bahan ke dalamnya.
Anda harus memerhatikan kandungan gula dan kalori pada cokelat tersebut. Adanya kandungan seperti ini malah akan berdampak buruk pada kadar gula darah Anda, khususnya bagi mereka yang mengalami penyakit diabetes.
Sebagai fakta, cokelat itu sehat bila Anda memilih jenis yang tepat, misalnya cokelat hitam rendah lemak.
Jangan lupa juga porsinya. Tidak perlu makan cokelat hingga berlebihan guna mendapatkan manfaatnya bagi kesehatan. Makan secukupnya saja, tetapi secara rutin.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Katz D, Doughty K, Ali A. Cocoa and Chocolate in Hunam Health and Disease. Antioxidants and Redox Signalling. 2011 (10): 2779-2811
Afoakwa EO. Cocoa and chocolate consumption – Are there aphrodisiac and other benefits for human health? . S Afr J Clin Nutr. 2008 (13): 107-112
Ramos S, Martin M, Goya L. Effects of Cocoa Antioxidants in Type 2 Diabetes Mellitus. 2017: 1-16
Charles R. All About Chocolate. 1-13
Haritha K, Kalyani L, Rao L. Health benefits of Dark Chocolate. Journal of Advanced Drug Delivery. 2014 (4): 184-195
Versi Terbaru
03/06/2021
Ditulis oleh dr. Ivena
Ditinjau secara medis oleh dr. Yusra Firdaus
Diperbarui oleh: Abduraafi Andrian
Ditinjau secara medis oleh
dr. Yusra Firdaus