Rambutan punya ciri khas rambut pada kulitnya dengan rasa segar dan nikmat ketika dimakan. Selain menawarkan kesegaran, ada berbagai khasiat yang ditawarkan oleh buah ini. Simak berbagai kandungan dan manfaat rambutan pada ulasan berikut ini.
Rambutan punya ciri khas rambut pada kulitnya dengan rasa segar dan nikmat ketika dimakan. Selain menawarkan kesegaran, ada berbagai khasiat yang ditawarkan oleh buah ini. Simak berbagai kandungan dan manfaat rambutan pada ulasan berikut ini.


Rambutan (Nephelium lappaceum) adalah buah yang berasal dari Asia Tenggara, seperti Indonesia. Bila diperhatikan, rambutan tampak mirip dengan buah leci.
Meski sama-sama berwarna merah dan terasa segar, buah rambutan memiliki rambut yang tumbuh pada kulit buahnya, sedangkan buah leci tidak. Selain itu, kandungan gizi dan vitamin dalam buah rambutan pun berbeda.
Ada pun kandungan gizi yang dibutuhkan tubuh dalam buah rambutan meliputi di bawah ini.
Kandungan nutrisi yang kaya pada buah rambutan ini menawarkan segudang khasiat yang baik bagi kesehatan. Berikut ini beberapa manfaat rambutan yang tentu sayang dilewatkan oleh Anda.
Apakah akhir-akhir ini Anda memiliki masalah sembelit alias susah BAB? Jika ya, coba rasakan manfaat buah rambutan yang satu ini.
Rambutan termasuk jenis buah yang baik untuk sistem pencernaan. Pasalnya, sekitar setengah daging buah rambutan mengandung serat larut tidak air. Artinya, jenis serat ini tidak menyatu dengan air dan langsung melewati sistem pencernaan.
Sebagian besar serat tidak larut ini langsung masuk ke sistem pencernaan dan mendorong feses di dalam usus. Hal ini yang akan membantu melancarkan pencernaan dan tidak sulit mengeluarkan feses saat BAB.
Sementara itu, kandungan jenis serat larut air pada buah rambutan akan menjadi makanan bagi bakteri usus. Dengan begitu, usus menghasilkan asam lemak rantai pendek, seperti asetat, propionat, dan butirat, sebagai makanan untuk sel usus.
Selain melancarkan buang air besar, khasiat buah rambutan lainnya adalah membantu menurunkan berat badan. Begini, setiap 100 gram daging rambutan mengandung 75 kalori dan 0,8 gram serat.
Kandungan serat tinggi dan kalori rendah ini yang tidak membuat Anda gemuk meski mengonsumsi buah rambutan dalam jumlah banyak. Hal ini dikarenakan buah yang kaya akan serat membuat tubuh merasa kenyang lebih lama.
Rasa kenyang yang lebih lama ini berasal dari kandungan serat larut air yang melimpah. Oleh sebab itu, nafsu makan dijamin berkurang dan merasa kenyang lebih lama berkat khasiat dari rambutan ini.
Alhasil, Anda akan lebih mampu menahan kebiasaan makan berlebihan yang bisa bikin berat badan naik drastis. Namun, tentu saja makan buah rambutan tetap perlu dibarengi dengan makanan lainnya guna memenuhi kebutuhan gizi seimbang.
Di tengah musim hujan seperti sekarang ini, banyak orang yang mungkin mudah terserang penyakit, entah itu flu, batuk, ataupilek. Demi menghindari masalah kesehatan tersebut, meningkatkan daya tubuh merupakan salah satu caranya.
Anda juga bisa meningkatkan daya tahan tubuh dengan memanfaatkan buah rambutan sedikit demi sedikit. Nyatanya, vitamin C dalam buah rambutan menghasilkan sifat antioksidan dan antibakteri yang dapat melindungi tubuh dari serangan penyakit.
Asupan vitamin C yang masuk ke dalam tubuh mendorong produksi sel darah putih untuk melawan infeksi. Semakin sedikit vitamin C dalam tubuh, maka sistem imun Anda akan semakin lemah dan rentan terhadap infeksi.
Hal ini juga dibuktikan melalui penelitian yang dimuat dalam Virology Journal. Para peneliti melaporkan bahwa geraniin pada kulit rambutan memiliki aktivitas antivirus terhadap virus dengue.
Senyawa tersebut ternyata dapat menghambat proses penempelan virus dengan mengikat protein E-DIII dan mengganggu interaksi sel virus awal. Maka itu, para ahli berpendapat bahwa geraniin berpotensi dikembangkan menjadi obat antivirus.
Siapa sangka bila salah satu manfaat rambutan yang bisa Anda peroleh adalah menurunkan risiko diabetes? Khasiat buah yang satu ini diperoleh berkat kandungan geraniin pada kulit rambutan.
Geraniin adalah jenis ellagitannin yang memiliki kemampuan antioksidan dan anti-peradangan. Senyawa ini sering digunakan dalam pengobatan tradisional di Tiongkok dan herbal ayurveda karena menawarkan segudang manfaat bagi kesehatan.
Menurut penelitian yang dimuat dalam Procedia Food Science, kulit rambutan juga dapat menurunkan kadar gula darah. Para peneliti mencoba memberikan ekstrak etanol kulit rambutan yang diberikan secara oral selama 11 hari pada tikus diabetes.
Hasilnya, presentase kadar glukosa darah mengalami penurunan sebesar 61,76 persen. Namun, temuan memerlukan penelitian lebih lanjut karena belum jelas apakah ekstrak kulit rambutan memiliki khasiat yang sama pada manusia.
Tahukah Anda bahwa kandungan kalium yang tinggi pada buah rambutan berkhasiat dalam mengontrol tekanan darah?
Setiap 100 gram buah rambutan mengandung sekitar 104 gram kalium dan hal ini yang membuat buah rambutan mungkin memiliki manfaat bagi tekanan darah. Pasalnya, makanan tinggi kalium telah terbukti membantu menjaga tekanan darah dalam batas normal dengan berbagai cara, yaitu:
Selain itu, penderita tekanan darah tinggi juga bisa menurunkan tekanan darah sistolik mereka dengan meningkatkan asupan kalium. Anda bisa memilih makanan tinggi kalium yang mengandung kalori rendah, seperti rambutan, untuk mengontrol kadar gula darah.

Buah rambutan memang mengandung kandungan nutrisi yang menawarkan segudang manfaat bagi tubuh. Tidak hanya itu, daging pada buah rambutan terbilang aman dikonsumsi manusia meski kulit dan bijinya tidak dapat dimakan.
Hal ini dikarenakan konsumsi kulit rambutan mungkin memiliki sifat beracun, terutama ketika dimakan secara teratur dan dalam jumlah besar.
Terlebih ketika Anda mengonsumsinya mentah-mentah karena bisa menghasilkan efek samping. Biji pada buah rambutan ternyata memiliki efek narkotik dan analgesik, sehingga bisa menimbulkan gejala berupa:
Gejala tersebut memang baru dijumpai pada hewan. Namun, tidak ada salahnya menghindari konsumsi biji dan kulit rambutan guna menghindari risiko tersebut.
Bila Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut, silakan hubungi ahli gizi (nutritionist) untuk mendapatkan solusi yang tepat.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Rambutan, segar (Rambutan). (n.d). Data Komposisi Pangan Indonesia. Retrieved 26 February 2021, from https://www.panganku.org/id-ID/view
Dietary fiber: Essential for a healthy diet. (2021). Mayo Clinic. Retrieved 26 February 2021, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/in-depth/fiber/art-20043983
Muhtadi, Primarianti, A., & Sujono, T. (2015). Antidiabetic Activity of Durian (Durio Zibethinus Murr.) and Rambutan (Nephelium Lappaceum L.) Fruit Peels in Alloxan Diabetic Rats. Procedia Food Science, 3, 255-261. https://doi.org/10.1016/j.profoo.2015.01.028. Retrieved 26 February 2021.
Abdul Ahmad, S. A., Palanisamy, U. D., Tejo, B. A., Chew, M. F., Tham, H. W., & Syed Hassan, S. (2017). Geraniin extracted from the rind of Nephelium lappaceum binds to dengue virus type-2 envelope protein and inhibits early stage of virus replication. Virology journal, 14(1), 229. https://doi.org/10.1186/s12985-017-0895-1. Retrieved 26 February 2021.
Weight loss: Feel full on fewer calories. (2020). Mayo Clinic. Retrieved 26 February 2021, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/weight-loss/in-depth/weight-loss/art-20044318
Potassium lowers blood pressure. (2017). Harvard Health. Retrieved 26 February 2021, from https://www.health.harvard.edu/heart-health/potassium-lowers-blood-pressure
Thinkratok, A., Suwannaprapha, P., & Srisawat, R. (2014). Safety assessment of hydroethanolic rambutan rind extract: acute and sub-chronic toxicity studies. Indian journal of experimental biology, 52(10), 989–995. Retrieved 26 February 2021.
Moore, M. (2019). How Vitamin C Supports a Healthy Immune System. Academy of Nutrition and Dietetics. Retrieved 26 February 2021, from https://www.eatright.org/food/vitamins-and-supplements/types-of-vitamins-and-nutrients/how-vitamin-c-supports-a-healthy-immune-system
Versi Terbaru
27/10/2022
Ditulis oleh Adelia Marista Safitri
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro
Diperbarui oleh: Larastining Retno Wulandari
Ditinjau secara medis oleh
dr. Patricia Lukas Goentoro
General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)