Pernahkan Anda menyeduh teh chamomile? Chamomile termasuk bunga yang sering dijadikan salah satu sumber obat herbal yang punya banyak khasiat. Simak berbagai manfaat teh chamomile yang baik bagi tubuh pada ulasan berikut ini.
Pernahkan Anda menyeduh teh chamomile? Chamomile termasuk bunga yang sering dijadikan salah satu sumber obat herbal yang punya banyak khasiat. Simak berbagai manfaat teh chamomile yang baik bagi tubuh pada ulasan berikut ini.


Alih-alih dikonsumsi dalam bentuk obat, bunga chamomile lebih sering dijadikan sebagai minuman teh dengan cara dikeringkan terlebih dahulu. Di bawah ini beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari teh chamomile.
Manfaat teh chamomile yakni menguatkan kekebalan tubuh. Pasalnya, teh chamomile baik untuk menangkal berbagai jenis infeksi dalam tubuh sehingga sistem kekebalan tubuh akan bertambah jika Anda rutin minum teh chamomile.
Pada kandungan teh chamomile juga terdapat senyawa fenolik yang memiliki kandungan anti-bakteri yang mampu menyerap racun dari makanan yang biasa Anda makan.
Sebuah penelitian menyarankan bahwa dengan meminum 5 – 6 gelas teh chamomile selama 2 minggu secara rutin, tubuh akan mendapatkan dampak baik untuk memerangi segala infeksi.
Jika Anda suka merasakan sakit pada saat menstruasi (dismenore), cemas, dan tidak nyaman selama masa-masa haid itu, ada baiknya untuk mencoba segelas teh chamomile selama menstruasi.
Mengapa demikian? Teh chamomile mengandung zat anti-inflamasi dan relaksaksi pada tubuh. Selain meredakan sakit ketika haid, teh chamomile juga bisa menepis rasa kembung dan sakit perut akibat kram.
Manfaat ini sudah banyak terbukti, salah satunya penelitian pada 2010 yang menunjukkan bahwa konsumsi teh chamomile selama sebulan bisa mengurangi rasa sakit akibat kram menstruasi.
Mudah stres dan panik? Jangan khawatir, hal itu bisa terjadi oleh siapa saja. Dengan manfaat teh chamomile yang kaya akan sifat relaksasi, secangkir tehnya dapat meredakan rasa cemas dan stres pada pikiran Anda.
Bunga chamomile yang diseduh menjadi teh meningkatkan kadar serotonin dan melatonin dalam tubuh Anda yang baik untuk ketenangan dan relaksasi badan. Minumlah 2 – 3 cangkir teh chamomile per hari untuk mendapatkan khasiatnya.
Meski demikian, Anda perlu ingat bahwa ibu hamil tidak disarankan mengonsumi teh chamomile selama kehamilan karena akan meningkatkan potensi keguguran pada janin.
Beberapa penelitian di Inggris telah menunjukkan bahwa manfaat teh chamomile dapat berguna pada penderita penyakit diabetes.
Teh chamomile berguna dalam menurunkan kadar gula darah dan mengatur kadar insulin agar seimbang dalam darah. Namun, sebelum Anda mengonsumsi minuman chamomile untuk diabetes Anda, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter.
https://hellosehat.com/diabetes/tipe-2/cara-mencegah-diabetes/
Banyak orang merasakan manfaat dari teh chamomile pada rambutnya. Dengan zat anti-inflamasinya, teh chamomile yang rutin dikonsumsi akan meringankan iritasi kulit kepala bagi Anda yang suka gatal pada kulit kepala.
Selain itu, senyawa fenolik pada teh chamomile mampu membuat rambut indah Anda kuat dalam setiap helainya, serta rambut terlihat lebih lebat dan lembut.
Teh chamomile merupakan sumber anti-alergen untuk Anda yang menderita penyakit alergi terhadap wangi maupun sentuhan tanaman. Contohnya, teh chamomile mampu mengatasi alergi yang ditimbulkan oleh bunga aster atau krisan.
Mengapa demikian? Karena zat alergen pada bunga chamomile yang dikeringkan dan dijadikan teh mampu memomodulasi respons imun tubuh manusia terhadap bunga-bungaan tersebut.
Selain itu, anti-histamin yang terkandung pada teh chamomile juga bermanfaat untuk menenangkan reaksi-reaksi alergi pada seluruh tubuh.
Tidak hanya memberikan efek menenangkan, teh chamomile juga bisa membantu Anda yang memiliki masalah sulit tidur.
Manfaat ini bisa Anda dapatkan berkat adanya kandungan apigenin, yaitu antioksidan yang berfungsi untuk mengikat reseptor tertentu pada otak yang dapat meningkatkan rasa kantuk.
Khasiatnya dibuktikan sebuah studi pada 2011. Peserta yang mengonsumsi ekstrak chamomile dua kali sehari selama 28 hari mengalami bangun tidur tengah malam lebih jarang dan bisa terlelap 15 menit lebih cepat dibanding peserta yang tidak meminumnya.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Ding, S., Jiang, H., & Fang, J. (2018). Regulation of Immune Function by Polyphenols. Journal of immunology research, 2018, 1264074. https://doi.org/10.1155/2018/1264074. Retrieved 27 May 2021.
Mao, J. J., Li, Q. S., Soeller, I., Rockwell, K., Xie, S. X., & Amsterdam, J. D. (2014). Long-Term Chamomile Therapy of Generalized Anxiety Disorder: A Study Protocol for a Randomized, Double-Blind, Placebo- Controlled Trial. Journal of clinical trials, 4(5), 188. https://doi.org/10.4172/2167-0870.1000188. Retrieved 27 May 2021.
Zick, S. M., Wright, B. D., Sen, A., & Arnedt, J. T. (2011). Preliminary examination of the efficacy and safety of a standardized chamomile extract for chronic primary insomnia: a randomized placebo-controlled pilot study. BMC complementary and alternative medicine, 11, 78. https://doi.org/10.1186/1472-6882-11-78. Retrieved 27 May 2021.
Versi Terbaru
14/12/2021
Ditulis oleh Novita Joseph
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro
Diperbarui oleh: Nanda Saputri
Ditinjau secara medis oleh
dr. Patricia Lukas Goentoro
General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)