Tidak semua sumber air yang Anda temukan dapat langsung dikonsumsi. Untuk itu, Anda perlu menyaring air tersebut terlebih dahulu dengan menggunakan filter air.
Tidak semua sumber air yang Anda temukan dapat langsung dikonsumsi. Untuk itu, Anda perlu menyaring air tersebut terlebih dahulu dengan menggunakan filter air.

Sebenarnya, apa manfaat filter air dan bagaimana cara memilih yang tepat? Simak ulasannya dalam penjelasan berikut.
Filter air adalah alat yang bisa menyaring kontaminasi zat berbahaya yang terkandung dalam air.
Penggunaan penyaring air dapat meningkatkan kebersihan dan kualitas air yang akan digunakan untuk minum atau memasak.
Tidak semua orang bisa mengonsumsi air minum kemasan yang sudah melalui proses penyaringan sehingga cukup aman untuk langsung diminum.
Sebagian lainnya harus menggunakan jenis air minum dari keran atau sumber air tanah lainnya.
Air ini perlu dimasak terlebih dahulu agar layak dikonsumsi guna memenuhi kebutuhan cairan harian.
Namun, merebus air saja tidak cukup untuk menghilangkan zat kimia beracun yang terkandung di dalamnya.
Merebus air hanya dapat membunuh kuman, bakteri, dan justru dapat meningkatkan konsentrasi zat kimia berbahaya.
Konsumsi air yang masih terkontaminasi meningkatkan risiko timbulnya masalah kesehatan, seperti gangguan pencernaan dan keracunan.
Filter air bisa menghilangkan zat berbahaya dalam air tanah, seperti:
https://hellosehat.com/nutrisi/tips-makan-sehat/kontaminasi-silang/

Penyaring air telah dirancang sedemikian rupa untuk menyaring zat-zat pencemar yang dapat merusak kualitas air minum.
Dengan begitu, Anda bisa memenuhi kebutuhan air bersih untuk menunjang kesehatan tubuh Anda.
Berikut ini manfaat filter air yang bisa Anda dapatkan untuk kesehatan.
Sebuah penelitian dalam jurnal Heliyon (2019) menyebutkan bahwa ada sekitar 100.000 pasien di Amerika dicurigai mengalami kanker yang diakibatkan oleh kontaminasi air mentah untuk minum.
Arsenik dan nitrat merupakan kontaminan dalam air mentah yang diduga memicu munculnya tumor ganas.
Nah, Anda bisa menggunakan filter air untuk menghilangkan zat berbahaya tersebut dari air yang akan Anda konsumsi.
Air yang terkontaminasi zat-zat berbahaya dapat berisiko menimbulkan gangguan pada sistem pencernaan, seperti diare, mual dan muntah, hingga sakit perut.
Nah, filter air berfungsi membersihkan air tanah dari kandungan zat pencemar yang menyebabkan keracunan.
Penyaring air ini dapat membantu menjaga kualitas air minum, terlebih untuk anak yang sistem pencernaannya masih sensitif atau belum berkembang sempurna.
https://hellosehat.com/nutrisi/tips-makan-sehat/minum-sambil-berdiri/
Menurut jurnal Current Environmental Health Reports (2015), paparan air yang terkontaminasi arsenik dan zat pencemar lainnya dilaporkan dapat menyebabkan lesi kulit.
Lesi kulit adalah perubahan tidak normal pada kulit. Gangguan ini bisa terjadi akibat paparan air terkontaminasi yang cukup parah dan terus-menerus.
Dengan memanfaatkan penyaring air, Anda bisa mendapatkan air yang bersih untuk minum dan kebutuhan lainnya agar terhindar dari masalah kulit.
Seperti yang telah dijelaskan, fungsi filter air berikutnya adalah menyediakan air layak konsumsi.
Jika sediaan air bersih tidak cukup, Anda tentu akan kesulitan memenuhi kebutuhan cairan tubuh.
Tubuh yang terhidrasi dengan air putih yang cukup dapat memelihara fungsi organ sehingga Anda dapat melakukan aktivitas seperti biasa.
Kebutuhan cairan harian yang dianjurkan oleh Kementerian Kesehatan Indonesia adalah sekitar 2 liter per hari atau setara dengan 8 gelas per hari.

Ada beragam jenis penyaring air yang menawarkan berbagai manfaat berbeda.
Beberapa filter air dapat menghilangkan bau dan rasa tak sedap. Jenis lainnya dapat menyaring kuman dan zat pencemar berbahaya.
Namun, ada juga yang bisa menghilangkan zat baik dan berbahaya sekaligus.
Untuk itu, Anda perlu memilih alat penyaring air yang tepat.
Cobalah memilih alat penyaring air yang dengan salah satu fungsi berikut.
Memilih filter air yang tepat perlu menyesuaikan dengan kondisi pencemaran air di sekitar Anda.
Pastikan Anda membeli filter air bersertifikat resmi atau memiliki izin edar guna mendapatkan hasil penyaringan yang higienis.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Choosing Home Water Filters & Other Water Treatment Systems-Centers for Disease Control and Prevention. Retrieved 13 October 2022, from https://www.cdc.gov/healthywater/drinking/home-water-treatment/water-filters.html
A Guide to Drinking Water Treatment Technologies for Household Use-Centers for Disease Control and Prevention. Retrieved 13 October 2022, from https://www.cdc.gov/healthywater/drinking/home-water-treatment/household_water_treatment.html
Brown, K., Gessesse, B., Butler, L., & MacIntosh, D. (2017). Potential Effectiveness of Point-of-Use Filtration to Address Risks to Drinking Water in the United States. Environmental Health Insights, 11, 117863021774699. doi: 10.1177/1178630217746997
Allen, E., Czarra, E., & DeTolla, L. (2017). Water Quality and Water Delivery Systems. Management Of Animal Care And Use Programs In Research, Education, And Testing, 655-672. doi: 10.1201/9781315152189-28
Evans, S., Campbell, C., & Naidenko, O. (2019). Cumulative risk analysis of carcinogenic contaminants in United States drinking water. Heliyon, 5(9), e02314. doi: 10.1016/j.heliyon.2019.e02314
Karagas, M. R., Gossai, A., Pierce, B., & Ahsan, H. (2015). Drinking Water Arsenic Contamination, Skin Lesions, and Malignancies: A Systematic Review of the Global Evidence. Current environmental health reports, 2(1), 52–68. https://doi.org/10.1007/s40572-014-0040-x
Berapa takaran air yang harus Anda minum? – Direktorat P2PTM. (2019). Retrieved 13 October 2022, from http://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/stress/berapa-takaran-air-yang-harus-anda-minum
Versi Terbaru
01/11/2022
Ditulis oleh Dwi Ratih Ramadhany
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
Diperbarui oleh: Angelin Putri Syah