Acetylcysteine atau asetilsistein adalah obat untuk memecah lendir yang ada di mulut, tenggorokan, dan paru-paru.

Obat ini juga biasa digunakan untuk mengencerkan lendir pada orang yang memiliki masalah paru-paru tertentu seperti:
Acetylcysteine juga dapat digunakan untuk mengatasi keracunan paracetamol.
Obat ini juga digunakan selama operasi atau anestesi dan untuk tes persiapan medis yang mengecek kondisi tenggorokan dan paru-paru.
Untuk mengobati masalah kesehatan paru-paru, hiruplah obat ini seperti yang telah diarahkan dokter. Umumnya dokter atau perawat akan mengajarkan Anda pakai obat ini. Pelajari semua persiapan dan petunjuk penggunaan.
Saat menggunakan obat acetylcysteine Anda mungkin merasakan sedikit bau menyengat ketika pertama kali menghirup obat. Bau ini akan cepat hilang. Setelah dihirup, mungkin ada efek kaku pada wajah setelahnya. Cuci wajah Anda dengan air untuk menghilangkan lengket bekas obat
Jangan mencampur acetylcysteine dengan obat inhalasi lain kecuali jika memang diresepkan oleh dokter atau apoteker.
Jika Anda minum obat ini melalui mulut, gunakan sesuai petunjuk dokter Anda. Solusinya biasanya dicampur dengan cairan lain (seperti soda) untuk mengurangi mual dan muntah. Minumlah obat dalam waktu 1 jam setelah dicampur dengan cairan lain.
Beri tahu dokter Anda jika Anda muntah dalam waktu 1 jam setelah minum obat. Anda mungkin perlu mengambil dosis lainnya yang lebih rendah.
Obat asetilsistein paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan.
Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.
Jika Anda sudah tidak menggunakan obat ini lagi atau jika obat telah kedaluwarsa, segera buang obat ini sesuai tata cara membuang obat.
Salah satunya, jangan mencampurkan obat ini dengan sampah rumah tangga. Jangan pula membuang obat ini di saluran pembuangan air seperti toilet.
Tanyakan kepada apoteker atau petugas dari instansi pembuangan sampah setempat mengenai tata cara membuang obat yang benar dan aman untuk kesehatan lingkungan.
Informasi yang diberikan berikut ini bukanlah pengganti nasihat medis. Selalu konsultasikan dengan dokter atau apoteker Anda sebelum mulai melakukan pengobatan.
Dosis nebulizer
Untuk mukolitik
Gunakan 1 hingga 10 mL larutan 20% atau 2 hingga 20 mL larutan 10% yang dapat diberikan setiap 2 hingga 6 jam dalam sehari, dosis yang dianjurkan untuk kebanyakan pasien adalah 3 sampai 5 mL larutan 20% atau 6 hingga 10 mL larutan 10% tiga hingga empat kali sehari.
Dosis oral
Untuk mukolitik
600 mg per hari dalam satu dosis atau terbagi dalam 3 dosis.
Untuk keracunan parasetamol
Dosis asetilsistein untuk anak bisa diberikan melalui resep dokter yang akan diberikan berdasarkan berat badan anak tersebut.
Acetylcysteine tersedia dalam sediaan tablet 600 mg dan untuk nebulizer ampul dalam sediaan 300 mg/3 ml.
Semua obat pasti berisiko menimbulkan efek samping, tidak terkecuali asetilsistein. Sebagian besar efek samping ini termasuk ringan, dan tak semua orang akan mengalaminya.
Namun, jika Anda mengalami masalah kesehatan yang mengganggu setelah menggunakan obat ini, beri tahu dokter Anda.
Berikut adalah efek samping yang bisa terjadi:
Apabila Anda mengalami reaksi alergi parah (anafilaktik) pada obat ini, segera cari pertolongan medis. Gejala reaksi alergi dapat berupa:
Tidak semua orang mengalami efek samping saat menggunakan obat ini. Mungkin juga ada beberapa efek samping yang belum disebutkan di atas.
Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.
Hal-hal yang perlu diperhatikan pasien selama menggunakan acetylcysteine adalah sebagai berikut:
Tidak ada penelitian yang memadai tentang apakah acetylcysteine aman untuk ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini.
Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori B menurut Food and Drug Administration (FDA) di Amerika atau setara dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Indonesia. Berikut adalah penjelasan kategori risiko kehamilan menurut FDA:
Belum adanya penelitian klinis yang memadai dan terkendali dengan baik pada ibu hamil membuat pemakaian obat-obat yang mengandung Acetylcysteine selama kehamilan tetap harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.
Selalu konsultasi terlebih dulu pada dokter atau bidan sebelum menggunakan obat apapun, jika Anda sedang hamil, menyusui, atau sedang merencanakan kehamilan.
Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat Anda atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam laman ini.
Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/nonresep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker. Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apapun tanpa persetujuan dokter.
Menurut Drugs.com, obat-obatan yang mungkin dapat berinteraksi dengan asetilsistein adalah:
Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dengan makanan dapat terjadi.
Merokok tembakau atau mengonsumsi alkohol dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi.
Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan penyedia layanan kesehatan Anda.
Hindari memakan jeruk bali merah (grapefruit) atau meminum jus jeruk bali merah saat menggunakan obat kecuali diizinkan dokter.
Jeruk bali merah dan obat-obatan dapat meningkatkan risiko terjadinya interaksi. Konsultasikan dengan dokter dan apoteker untuk info lebih lanjut.
Pada penggunaan yang berlebihan atau tertelan tidak disengaja, maka gejala overdosis bisa saja terjadi. Adapaun tanda dan gejala sama seperti efek samping di atas namun lebih parah lagi. Sejauh ini tidak ada laporan efek samping serius ataupun gejala keracunan, walaupun dengan overdosis yang sangat tinggi.
Pada situasi gawat darurat atau overdosis, hubungi 119 atau segera larikan ke rumah sakit terdekat.
Jika Anda melewatkan satu dosis, segera minum sesegera mungkin saat Anda ingat. Namun, jika Anda baru ingat setelah sudah waktunya untuk dosis selanjutnya, abaikan saja dosis yang terlupa, dan lanjutkan pemakaian sesuai jadwal. Pastikan Anda tidak menggandakan dosis dalam satu kali minum.
Hello Health Group tidak menyediakan konsultasi medis, diagnosis, maupun pengobatan.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Acetylcysteine – RxList. (n.d.). Retrieved April 30, 2020, from https://www.rxlist.com/acetylcysteine-solution-drug.htm#dosage
Acetylcysteine – WebMD. (n.d.). Retrieved April 30, 2020, from https://www.webmd.com/drugs/2/drug-8938/acetylcysteine/details
Multum, C. (2020). Acetylcysteine – Drugs.com. Retrieved April 30, 2020, from https://www.drugs.com/mtm/acetylcysteine.html
Wong, C. (2020). The Health Benefits of N-Acetylcysteine – Very Well Health. Retrieved April 30, 2020, from https://www.verywellhealth.com/the-benefits-of-n-acetylcysteine-89416
Versi Terbaru
12/01/2021
Ditulis oleh Novita Joseph
Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri
Diperbarui oleh: Karinta Ariani Setiaputri