Clobazam adalah obat antikejang yang berfungsi untuk membantu mengendalikan gejala kejang dan epilepsi. Obat ini termasuk dalam kelas obat bernama benzodiazepine, yang bekerja di otak dan saraf (sistem saraf pusat) untuk menghasilkan efek menenangkan.

Obat ini bekerja dengan meningkatkan efek zat alami tertentu di dalam tubuh (dikenal sebagai GABA).
Baca petunjuk pengobatan yang diberikan oleh apoteker sebelum Anda mulai menggunakan clobazam dan setiap kali Anda mau membeli lagi.
Clobazam adalah obat oral yang bisa Anda minum sebelum atau sesudah makan. Jika kesulitan minum obat tablet, Anda bisa menghancurkan dan mencampurkannya dengan air atau madu. Bila Anda minum yang berbentuk cairan, kocok terlebih dulu obat sebelum diminum.
Ukur dosis dengan hati-hati menggunakan sendok takar atau alat suntik. Jangan gunakan sendok rumah karena Anda bisa saja tidak mendapatkan dosis yang tepat.
Baca instruksi tentang bagaimana cara menggunakan sendok takar dengan benar. Jika ada pertanyaan, tanyakan kepada apoteker.
Kalau Anda menggunakan obat clobazam sekali sehari, minum pada jam tidur. Kalau Anda meminum obat ini dalam dosis terpisah (lebih dari sekali), minumlah yang dosisnya paling tinggi pada jam tidur.
Dosis yang diberikan akan disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan respons tubuh Anda terhadap pengobatan. Pada bayi, dosis mungkin juga ditentukan berdasarkan berat badan.
Gunakan obat clobazam secara teratur untuk mendapatkan manfaat maksimal. Untuk membantu Anda mengingat, pasanglah pengingat untuk meminum pada jam yang sama setiap harinya.
Bila digunakan dalam waktu lebih lama, obat clobazam mungkin tidak bekerja lagi dan memerlukan dosis berbeda. Bicarakan dengan dokter kalau obat berhenti bekerja dengan baik dan kondisi Anda tidak kunjung membaik atau bertambah buruk.
Clobazam adalah salah satu obat yang baiknya disimpan pada suhu ruangan serta jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi atau di dalam freezer.
Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.
Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi.
Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.
Berikut adalah dosis clobazam yang direkomendasikan untuk orang dewasa:
Gangguan kecemasan berat
Dewasa: dosis awal 20-30 mg per hari dalam dosis terbagai atau dosis tunggal di malam hari selama 2-4 minggu. Dosis dapat ditingkatkan hingga 60 mg per hari untuk pasien opname.
Lansia: mulai dengan dosis kecil, kemudian tambahkan dosis hingga mencapai 10-20 mg per hari.
Dosis harian awal obat clobazam untuk kejang pada anak-anak adalah:
Sediaan obat clobazam adalah tablet 10 mg dan 20 mg.
Efek samping paling umum dari penggunaan obat clobazam adalah:
Tidak semua orang mengalami efek samping saat minum obat. Bisa jadi, ada pula efek samping yang belum disebutkan di atas.
Bila Anda mengalami kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.
Beberapa hal yang harus Anda ketahui sebelum mengonsumsi obat clobazam adalah:
Beri tahu dokter kalau Anda pernah mengalami reaksi alergi atau gejala tidak biasa obat ini atau obat-obatan lainnya. Beri tahu pula kepada dokter jika Anda memiliki alergi lain, seperti alergi makanan, pewarna, pengawet, atau hewan. Untuk obat tanpa resep, baca label atau bungkus obat dengan hati-hati.
Belum ada penelitian memadai tentang hubungan usia dengan efek clobazam pada anak yang berusia kurang dari 2 tahun. Keamanan dan cara kerja obat ini pada anak-anak belum dipastikan.
Belum ada penelitian memadai mengenai masalah spesifik yang akan membatasi manfaat clobazam bagi orang lanjut usia.
Namun, kelompok lansia lebih rentan kena penyakit hati yang terkait dengan usia. Dosis clobazam mungkin akan disesuaikan.
Obat ini mungkin menyebabkan reaksi putus obat (sakau), terutama jika telah digunakan secara teratur dalam waktu yang lama atau dosis tinggi.
Dalam kasus seperti ini, gejala putus obat (misalnya sakit kepala, sulit tidur, tidak dapat beristirahat, berhalusinasi, linglung, mual, dan kejang) mungkin muncul jika Anda tiba-tiba berhenti menggunakan obat.
Untuk mencegah reaksi ini, dokter mungkin mengurangi dosis secara bertahap. Konsultasikanlah kepada dokter atau apoteker untuk detail lebih lanjut, dan laporkan reaksi apa pun segera.
Walaupun sangat kecil kemungkinannya, kecanduan mungkin terjadi karena obat ini. Jangan menambah dosis, menggunakan lebih sering atau lebih lama dari yang dianjurkan. Hentikan pengobatan sesuai saran dokter.
Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan clobazam untuk ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini.
Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori C (mungkin berisiko) menurut Food and Drugs Administration (FDA) Amerika Serikat, yang setara dengan badan POM di Indonesia.
Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA:
Beberapa obat tidak diminum bersamaan karena ada potensi akan saling berinteraksi. Interaksi tersebut dapat mengubah kerja obat atau meningkatkan risiko efek samping.
Meski begitu, dalam beberapa pengobatan, Anda mungkin saja diresepkan obat yang berpotensi berinteraksi. Dokter mungkin akan mengubah dosis atau menginformasikan beberapa tindakan pencegahan.
Menggunakan obat ini bersamaan dengan obat-obatan lain biasanya tidak disarankan.
Dokter mungkin memutuskan untuk tidak mengobati Anda dengan obat-obatan di atas atau mengubah obat lain yang Anda gunakan.
Obat-obatan tertentu tidak bisa digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi.
Merokok atau mengonsumsi alkohol dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan penyedia layanan kesehatan Anda.
Adanya masalah medis lainnya mungkin mempengaruhi penggunaan obat clobazam. Pastikan Anda memberi tahu dokter kalau Anda memiliki masalah medis lainnya, khususnya:
Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (119) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.
Gejala overdosis mungkin meliputi:
Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun, bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Clobazam – MIMS Indonesia. (2016). Retrieved February 13, 2020, from http://mims.com/Indonesia/Home/GatewaySubscription/?generic=Clobazam
Clobazam – MedlinePlus. (2019). Retrieved February 13, 2020, from https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a612008.html
Clobazam (Oral Route) – Mayo Clinic. (2020). Retrieved February 13, 2020, from https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/clobazam-oral-route/proper-use/drg-20075333
Multum, C. (2018). Clobazam – Drugs.com. Retrieved February 13, 2020, from https://www.drugs.com/mtm/clobazam.html
Versi Terbaru
11/01/2021
Ditulis oleh Risky Candra Swari
Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri
Diperbarui oleh: Riska Herliafifah