Dulcolax adalah obat pencahar atau obat stimulan untuk mengatasi sembelit atau susah buang air besar (konstipasi).

Dulcolax mengandung bisacodyl sebagai bahan aktif utama. Bisacodyl umum digunakan sebagai obat pencahar dan bekerja dengan meningkatkan pergerakan usus, serta membantu pengeluaran feses.
Dulcolax juga dapat digunakan untuk membersihkan usus sebelum pemeriksaan atau operasi usus. Namun, tentunya penggunaan Dulcolax untuk kondisi tersebut harus di bawah pengawasan dan resep dokter.
Dulcolax tersedia dalam bentuk tablet dan supositoria (supp).
Berikut adalah cara pakai Dulcolax:
Dulcolax dalam bentuk tablet digunakan dengan cara diminum. Penggunaan obat ini dapat dilakukan sendiri atau dengan aturan yang diberikan oleh dokter.
Jika Anda minum Dulcolax tanpa resep dokter, ikuti semua petunjuk pada kemasan Dulcolax. Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.
Telan obat ini secara utuh. Jangan menghancurkan, mengunyah atau mematahkan tablet atau menggunakannya dalam 1 jam setelah meminum antasida, susu atau produk susu, karena dapat merusak lapisan tablet dan dapat meningkatkan risiko sakit perut dan mual.
Apabila Anda menggunakan Dulcolax dalam bentuk supositoria atau supp, pastikan Anda buang air kecil terlebih dahulu. Cuci tangan sebelum menggunakan supositoria.
Usahakan untuk tidak memegang supositoria terlalu lama karena akan meleleh di tangan Anda. Jika tekstur supositoria terlalu lembek, Anda dapat menyimpannya di lemari pendingin terlebih dahulu selama beberapa menit.
Berbaring dengan posisi menyamping dan angkat salah satu lutut Anda ke arah dada. Kemudian, masukkan Dulcolax supp secara perlahan ke dalam anus Anda sekitar 2 cm, dengan sisi supositoria yang lancip menghadap ke atas.
Tetap berbaring selama beberapa menit hingga obat terserap dengan sempurna. Biasanya, supositoria bekerja lebih cepat dibanding tablet oral. Anda mungkin akan merasakan efek pencaharnya dalam waktu 15-60 menit.
Dosis diberikan berdasarkan pada usia, kondisi medis dan respon terhadap pengobatan. Jangan menaikkan dosis atau menggunakan Dulcolax lebih sering dari petunjuk.
Jangan gunakan obat Dulcolax untuk lebih dari 7 hari kecuali diberi petunjuk oleh dokter. Efek samping serius dapat terjadi dengan penggunaan berlebih dari obat Dulcolax.
Beri tahu dokter jika kondisi tidak membaik atau memburuk, atau jika perdarahan dari anus atau rektum terjadi. Jika Anda merasa Anda memiliki masalah medis khusus, segera cari bantuan medis.
Obat Dulcolax paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda.
Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.
Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi.
Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.
Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasi pada dokter atau apoteker sebelum memulai pengobatan.
Berikut adalah dosis Dulcolax yang dianjurkan untuk orang dewasa:
Anda bisa mengonsumsi Dulcolax di malam hari sebanyak 1 tablet. Dalam sehari, Anda cukup mengonsumsi obat Dulcolax sebanyak 5-15 mg.
Dosis Dulcolax supp untuk orang dewasa adalah 1 kapsul supositoria (10 mg) dalam 1 hari.
Untuk sembelit pada anak, berikut adalah dosis Dulcolax yang direkomendasikan:
Penting untuk memahami keamanan obat sebelum digunakan, baik pada orang dewasa maupun anak-anak. Konsultasikan pada dokter atau apoteker untuk informasi lebih lanjut.
Dulcolax tersedia dalam pilihan tablet untuk diminum, dan Dulcolax kapsul supositoria (supp) untuk dimasukkan melalui anus atau rektum:
Sama seperti obat-obatan pada umumnya, Dulcolax termasuk obat yang mungkin akan menimbulkan efek samping pada beberapa orang.
Beberapa kemungkinan efek samping Dulcolax adalah:
Jika salah satu efek samping tersebut tidak membaik atau bahkan memburuk setelah minum obat, beri tahu dokter atau apoteker segera.
Diare akibat Dulcolax mungkin dapat menyebabkan tubuh kehilangan banyak cairan (dehidrasi). Jika Anda mengalami beberapa gejala dehidrasi di bawah ini, segera periksakan diri ke dokter:
Segera beri tahu dokter jika efek samping serius namun jarang ini terjadi:
Ada pula kemungkinan Dulcolax menimbulkan efek berupa reaksi alergi parah (anafilaktik) meski kasus kejadiannya sangat sedikit. Berikut adalah tanda-tanda alergi yang perlu Anda waspadai:
Jika dokter memberikan obat Dulcolax untuk Anda gunakan, ketahuilah bahwa dokter telah menimbang manfaat yang melebihi risiko dari efek samping. Banyak orang yang menggunakan obat Dulcolax tidak memiliki efek samping serius.
Tidak semua orang mengalami efek samping obat. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas.
Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.
Sebelum menggunakan Dulcolax, ada baiknya Anda beri tahu dokter dan apoteker apabila Anda alergi terhadap obat lain atau kandungan zat pada Dulcolax. Periksa label atau tanyakan pada apoteker tiap daftar kandungan obat ini.
Beri tahu dokter dan apoteker apa saja obat-obatan dengan atau tanpa resep, vitamin, suplemen dan produk herbal yang sedang Anda gunakan. Dokter mungkin perlu menyesuaikan dosis atau mengawasi Anda dari efek samping.
Anda juga perlu memberi tahu dokter apabila terdapat masalah atau kondisi kesehatan tertentu. Beberapa kondisi kesehatan dapat menyebabkan terjadinya interaksi dengan Dulcolax.
Jika Anda menggunakan antacid, tunggu hingga setidaknya 1 jam sebelum menggunakan Dulcolax. Beri tahu dokter jika Anda merasakan sakit perut, mual, muntah, atau perubahan pada buang air besar secara mendadak hingga lebih dari 2 minggu.
Sebelum menjalani operasi apapun, beri tahu dokter apabila Anda mengonsumsi obat ini.
Beri tahu dokter Anda jika Anda hamil sebelum menggunakan obat Dulcolax. Tidak dianjurkan menggunakannya dalam jangka waktu lama selama kehamilan. Konsultasikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.
Selain itu, tidak diketahui apakah obat Dulcolax bisa masuk memengaruhi ASI atau tidak untuk ibu menyusui. Konsultasikan dengan dokter Anda.
Ada beberapa obat yang tidak boleh dikonsumsi secara bersamaan, baik obat resep atau bahkan obat herbal. Ini dapat meningkatkan risiko Anda untuk mengalami efek samping serius atau dapat menyebabkan obat yang Anda konsumsitidak bekerja dengan benar.
Interaksi obat ini mungkin ada, tetapi tidak selalu terjadi. Dokter atau apoteker Anda dapat mencegah atau mengendalikan interaksi obat dengan mengubah cara Anda menggunakan obat-obatan Anda sembari dipantau dengan ketat.
Untuk membantu dokter dan apoteker Anda memberikan perawatan terbaik, pastikan untuk memberi tahu dokter dan apoteker Anda tentang semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat resep, obat non-resep, dan produk herbal) sebelum memulai perawatan dengan produk ini.
Saat menggunakan produk ini, jangan memulai, menghentikan, atau mengubah dosis obat lain apa pun yang Anda gunakan tanpa persetujuan dokter.
Beberapa produk yang dapat berinteraksi dengan obat ini termasuk:
Kombinasi obat ondansetron dengan kandungan bisacodyl yang terdapat di Dulcolax berpotensi menyebabkan efek samping yang berbahaya, seperti menurunnya kadar magnesium dan kalium di dalam darah.
Segera hubungi dokter jika muncul tanda-tanda seperti:
Obat-obatan magnesium hidroksida untuk penurun asam lambung sebaiknya tidak dikonsumsi bersamaan dengan Dulcolax. Hal ini dikarenakan magnesium hidroksida berpotensi mengurangi efek bisacodyl.
Furosemide adalah obat diuretik untuk mengurangi kadar cairan atau garam berlebih di dalam tubuh. Jika digabungkan dengan Dulcolax, ada kemungkinan terjadi dehidrasi, ketidakseimbangan kadar elektrolit, kejang, serta masalah ginjal.
Obat-obatan lainnya yang sebaiknya dihindari ketika mengonsumsi Dulcolax adalah:
Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi.
Merokok atau mengonsumsi alkohol dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi.
Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan penyedia layanan kesehatan Anda.
Adanya masalah kesehatan lain di tubuh Anda dapat mempengaruhi penggunaan obat ini. Beritahukan dokter bila Anda memiliki masalah kesehatan lainnya, seperti:
Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (119) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.
Apabila Anda melupakan satu dosis obat Dulcolax, gunakan sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.
Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Dulcolax. (n.d.). Retrieved 4 February 2020, from https://www.webmd.com/drugs/2/drug-3721/dulcolax-bisacodyl-oral/details
Dulcolax Suppository, Rectal. (n.d.). Retrieved 4 February 2020, from https://www.webmd.com/drugs/2/drug-7241/dulcolax-bisacodyl-rectal/details
Multum, C. (2019). Bisacodyl (oral and rectal). Retrieved 4 February 2020, from https://www.drugs.com/mtm/bisacodyl-oral-and-rectal.html
Cunha, J. (n.d.). Bisacodyl. Retrieved 4 February 2020, from https://www.rxlist.com/consumer_bisacodyl_dulcolax/drugs-condition.htm
Bisacodyl. (2018). Retrieved 4 February 2020, from https://www.nhs.uk/medicines/bisacodyl/
Versi Terbaru
03/11/2021
Ditulis oleh Novita Joseph
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
Diperbarui oleh: Ajeng Pratiwi
Ditinjau secara medis oleh
dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)