Fluimucil adalah obat yang mengandung zat aktif N-acetylcysteine untuk mengatasi infeksi saluran pernapasan dan mengencerkan dahak. Obat ini tersedia dalam berbagai bentuk, seperti sirup, kapsul, sampai tablet effervescent.
Fluimucil adalah obat yang mengandung zat aktif N-acetylcysteine untuk mengatasi infeksi saluran pernapasan dan mengencerkan dahak. Obat ini tersedia dalam berbagai bentuk, seperti sirup, kapsul, sampai tablet effervescent.

Golongan obat: mukolitik untuk perawatan batuk berdahak
Kandungan obat: N–acetylcysteine

Fluimucil adalah obat yang untuk mengobati penyakit-penyakit pada saluran pernapasan dengan gejala dahak berlebih.
Obat ini mengandung acetylcysteine sebagai zat aktif yang mampu mengencerkan dahak pada penyakit saluran pernapasan, seperti:
Kandungan zat aktif acetylcysteine juga bermanfaat untuk mengobati keracunan paracetamol.
Obat ini adalah agen mukolitik yang juga dikenal sebagai N-acetylcysteine atau N-acetyl-L-cysteine (NAC).
Sebagai agen mukolitik, acetylcysteine bekerja dengan cara memecah serat asam mukopolisakarida.
Pemecahan serat asam mukopolisakarida membuat dahak lebih encer dan mengurangi adhesi lendir pada dinding tenggorokan sehingga lendir mudah keluar saat batuk.
Obat ini tersedia dalam berbagai bentuk sediaan yaitu:
Dosis obat bergantung pada kelompok usia seseorang. Agar lebih jelas, berikut uraiannya, mengutip dari MIMS.
Jika melewatkan satu dosis, minum sesegera mungkin saat Anda ingat. Namun, jika Anda baru ingat setelah waktu minum dosis selanjutnya, abaikan saja dosis yang terlupa.
Lanjutkan pemakaian sesuai jadwal dan hindari gunakan obat ini dengan dosis double.
Usahakan Anda mendapatkan asupan cairan yang cukup selama mengonsumsi obat ini.
Lama penggunaan tergantung pada jenis dan keparahan penyakit dan harus sesuai aturan dokter.
Pasien biasanye mengonsumsi obat ini dalam pengobatan jangka waktu 5-10 hari.
Seperti obat pada umumnya, fluimucil juga bisa menimbulkan efek samping. Namun, efek samping obat ini sangat jarang terjadi.
Mengutip dari situs resmi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), efek samping yang mungkin terjadi saat mengonsumsi obat fluimucil adalah:
Pada beberapa kasus sangat jarang, fluimucil bisa menimbulkan stomatitis atau sariawan, pusing, dan telinga berdengung (tinnitus).
Tidak semua orang mengalami efek samping saat menggunakan obat ini. Mungkin juga ada beberapa efek samping yang belum tertulis di atas.
Bila memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikan pada dokter atau apoteker.
https://hellosehat.com/sehat/informasi-kesehatan/konsultasi-dokter-online/
Jika memiliki kondisi kesehatan tertentu dan harus mengonsumsi obat ini, perhatikanlah hal-hal berikut ini.
Jika bronkospasme terjadi, petugas medis harus segera menghentikan konsumsi obat ini.

Obat ini termasuk ke dalam kategori B, menurut US Food and Drugs Administration (FDA).
Artinya, belum ada penelitian klinis mengenai bahaya fluimucil terhadap ibu hamil dan menyusui.
Selalu konsultasikan kepada dokter untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini.
Belum adanya penelitian terbaru, membuat pemakaian obat-obat yang mengandung acetylcysteine selama kehamilan tetap harus konsultasi dengan dokter.
Selalu konsultasi terlebih dulu pada dokter atau bidan sebelum menggunakan obat apa pun jika Anda sedang hamil, menyusui, atau sedang merencanakan kehamilan.
Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat atau meningkatkan risiko efek samping yang serius.
Seperti penggunaan obat antitusif yang membuat lendir menjadi lebih sulit dikeluarkan karena obat batuk golongan antitusif bekerja dengan cara menekan refleks batuk di otak.
Selain itu, penggunaan fluimucil bersamaan dengan gliserol trinitrat (nitrogliserin) dapat menyebabkan peningkatan efek vasodilatasi.
Efek vasodilatasi adalah pelebaran diameter pembuluh darah yang terjadi ketika otot-otot di dinding pembuluh darah mengendur (rileks) dan aliran darah.
Bila Anda harus mengonsumsi antibiotik tetracycline, beri jarak minimal 2 jam karena ada kemungkinan ketidakcocokan dengan obat fluimucil.
Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/nonresep dan produk herbal) serta konsultasikan pada dokter atau apoteker.
Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apapun tanpa persetujuan dokter.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Fluimucil Full Prescribing Information, Dosage & Side Effects | MIMS Indonesia. (2022). Retrieved 9 February 2022, from https://www.mims.com/indonesia/drug/info/fluimucil?type=full
Fluimucil. (2022). Retrieved 10 February 2022, from https://www.drugs.com/international/fluimucil.html
Acetylcysteine. (2022). Retrieved 10 February 2022, from https://www.drugs.com/mtm/acetylcysteine.html
Versi Terbaru
08/03/2022
Ditulis oleh Riska Herliafifah
Ditinjau secara medis oleh Apt. Seruni Puspa Rahadianti, S.Farm.
Diperbarui oleh: Nanda Saputri
Ditinjau secara medis oleh
Apt. Seruni Puspa Rahadianti, S.Farm.
Farmasi · Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita