NEO rheumacyl tablet adalah obat yang biasa digunakan untuk meredakan nyeri otot dan nyeri sendi. Namun, obat NEO rheumacyl juga digunakan untuk meredakan demam, sakit kepala, sakit gigi, nyeri haid, dan nyeri lainnya.

Bahan utama dari obat NEO rheumacyl adalah paracetamol dan ibuprofen. Paracetamol atau disebut juga dengan acetaminophen berfungsi sebagai painkiller atau pereda rasa sakit dan pereda demam.
Sementara itu, ibuprofen termasuk dalam golongann nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAID). Fungsi dari obat ini adalah sebagai anti peradangan. Ibuprofen bekerja dengan mengurangi hormon yang menyebabkan peradangan pada tubuh, yaitu prostaglandin.
Obat NEO rheumacyl dijual bebas di pasaran dengan setiap kemasan dos yang berisi 20 tablet. Setiap tabletnya, NEO rheumacyl mengandung paracetamol 350mg dan ibuprofen 200mg.
NEO rheumacyl tablet dikonsumsi dengan ditelan ke dalam mulut. Minumlah setelah Anda makan. NEO rheumacyl dapat digunakan untuk semua usia, termasuk demam setelah imunisasi.
Telan tablet NEO rheumacyl dengan segelas air putih. Untuk mengetahui aturan pakai obat NEO rheumacyl lebih lanjut, Anda dapat membaca petunjuk yang tercantum di kemasan obat.
Obat NEO rheumacyl sebaiknya hanya digunakan ketika Anda sedang mengalami gejala-gejala. Ini artinya, obat NEO rheumacyl sebaiknya tidak dikonsumsi sebagai pengobatan rutin atau jangka panjang.
Obat NEO rheumacyl paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan.
Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.
Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk NEO rheumacyl bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi.
Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.
Dosis NEO rheumacyl untuk orang dewasa adalah tiga kali sehari satu tablet setiap empat hingga enam jam.
Dosis NEO rheumacyl untuk anak-anak adalah dua hingga tiga kali sehari setengah tablet hingga satu tablet setiap enam hingga delapan jam.
Dosis NEO rheumacyl tersedia dalam bentuk tablet dengan kandungan 500 mg/150 mg.
Dalam beberapa kasus, Anda mungkin akan mendapatkan dosis yang berbeda apabila obat ini diresepkan oleh dokter. Penentuan dosis biasanya dilakukan berdasarkan usia dan kondisi kesehatan Anda.
Pada dasarnya, obat-obatan yang dijual bebas seperti NEO rheumacyl tidak sering menimbulkan efek samping dan termasuk dalam kategori aman untuk dikonsumsi banyak orang. Namun ada beberapa efek samping yang bisa saja terjadi.
Paracetamol memiliki efek samping seperti:
Paracetamol juga memiliki reaksi bagi Anda yang memiliki alergi obat. Efeknya seperti gatal-gatal, kesulitan bernapas, bengkak pada wajah, bibir, lidah atau tenggorokan.
Ibuprofen memiliki efek samping seperti:
Penting untuk Anda ketahui bahwa tidak semua orang mengalami efek samping saat menggunakan obat ini.
Mungkin juga ada beberapa efek samping yang belum disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.
Seperti obat penurun panas lainnya, obat NEO rheumacyl dapat digunakan menurut rekomendasi WHO, yaitu bila suhu tubuh sudah sebesar 38,5 derajat Celcius. Jika rasa nyeri pada sendi dan otot sudah hilang, Anda bisa menghentikan penggunaan obat NEO rheumacyl.
Karena mengandung ibuprofen, tidak dianjurkan bagi ibu hamil dan ibu menyusui untuk mengonsumsi obat NEO rheumacyl.
Selalu konsultasi terlebih dulu pada dokter atau bidan sebelum menggunakan obat apapun, jika Anda sedang hamil, menyusui, atau sedang merencanakan kehamilan.
Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat Anda atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam dokumen ini.
Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/nonresep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker. Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apapun tanpa persetujuan dokter.
Hindari mengonsumsi alkohol atau salisilat untuk mencegah perdarahan, dan hindari mengonsumsi obat ini apabila Anda memiliki alergi terhadap paracetamol.
Konsultasikan pada dokter jika Anda mengonsumsi obat yang dapat memiliki interaksi dengan ibuprofen sebagai berikut:
Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi.
Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan dokter Anda.
Hindari paracetamol jika Anda mengonsumsi minuman beralkohol sehari-hari.
Ada kemungkinan Anda dapat mengalami overdosis NEO rheumacyl atau keracunan paracetamol.
Berikut ini adalah gejala-gejala overdosis ibuprofen:
Sedangkan ini adalah gejala overdosis pada paracetamol:
Pada situasi gawat darurat atau overdosis, hubungi 119 atau segera larikan ke rumah sakit terdekat.
Jika Anda melewatkan satu dosis, segera minum sesegera mungkin saat Anda ingat. Namun, jika Anda baru ingat setelah sudah waktunya untuk dosis selanjutnya, abaikan saja dosis yang terlupa, dan lanjutkan pemakaian sesuai jadwal. Jangan gunakan obat ini dengan dosis digandakan.
Hello Health Group tidak menyediakan konsultasi medis, diagnosis, maupun pengobatan.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Neo Rheumacyl Tablet – Uses, Side-effects, Reviews, and Precautions – TabletWise. (2020). Retrieved 24 January 2020, from http://www.tabletwise.com/indonesia/neo-rheumacyl-tablet
Paracetamol: Uses, Dosage & Side Effects – Drugs.com. (2020). Retrieved 24 January 2020, from https://www.drugs.com/paracetamol.html
Ibuprofen Uses, Dosage & Side Effects – Drugs.com. (2020). Retrieved 24 January 2020, from https://www.drugs.com/ibuprofen.html
Ibuprofen overdose: MedlinePlus Medical Encyclopedia. (2020). Retrieved 24 January 2020, from https://medlineplus.gov/ency/article/002655.htm
Acetaminophen overdose: MedlinePlus Medical Encyclopedia. (2020). Retrieved 24 January 2020, from https://medlineplus.gov/ency/article/002598.htm
Versi Terbaru
29/10/2021
Ditulis oleh Ajeng Pratiwi
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
Diperbarui oleh: Ajeng Pratiwi
Ditinjau secara medis oleh
dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)