Salofalk adalah obat yang digunakan untuk mengobati penyakit radang usus seperti kolitis ulseratif.

Obat ini digunakan untuk membantu mengurangi gejala kolitis ulseratif seperti diare, perdarahan dubur, dan sakit perut.
Salofalk adalah obat yang masuk dalam kelas aminosalisilat dan mengandung mesalamine. Obat ini bekerja dengan mengurangi pembengkakan atau perangan di usus besar dan gejala lainnya.
Salofalk hanya digunakan berdasar resep dan rekomendasi dokter Anda.
Berikut berbagai cara penggunaan salofalk sesuai dengan sediaannya:
Untuk obat berbentuk kapsul atau tablet, minumlah dengan segelas air putih satu jam sebelum makan.
Untuk obat yang berbentuk kapsul, Anda bisa meminumnya dengan atau tanpa makanan. Namun jika bentuknya tablet Anda bisa meminumnya bersamaan dengan makanan untuk menetralisir rasa pahit.
Telan obat langsung, jangan dihancurkan atau dikunyah. Menghancurkannya bisa membuat obat tidak sampai dengan maksimal ke usus besar.
Jika Anda kesulitan menelan kapsul, Anda bisa membuka dan menaburkan isinya pada yoghurt misalnya sebelum dikonsumsi. Kemudian, telan campuran tanpa dikunyah terlebih dahulu.
Untuk menggunakan obat berbentuk enema, berikut caranya:
Supositoria bisa digunakan dengan cara:
Obat ini biasanya akan menodai celana dalam atau sprei Anda. Untuk melindunginya, gunakan pembalut atau perlak di atas sprei.
Obat harus tetap berada di tubuh selama 1 sampai 3 jam atau lebih tergantung saran dari dokter. Usahakan untuk tidak kencing atau buang air besar selama obat masih di dalam.
Apa pun jenis yang digunakan, pastikan untuk menggunakannya secara teratur sesuai resep yang diberikan. Meski Anda sudah merasa lebih baik, jangan hentikan pemakaian obat.
Tanyakan pada dokter jika Anda bingung bagaimana cara menggunakannya terutama sediaan enema dan supositoria.
Obat ini paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi dan jangan dibekukan.
Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.
Jangan membuang obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi.
Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.
Dosis didasarkan pada kondisi medis Anda dan respons terhadap perawatan. Pada orang dewasa dengan penyakit kolitis ulseratif akut, dosis total yang diberikan biasanya 150 sampai 300 mg. Dosis ini biasanya dibagi menjadi 3 kali sehari.
Sementara untuk penyakit Crohn akut, dosis yang diberikan yaitu sekitar 150 sampai 450 mg. Dosisnya juga terbagi menjadi tiga kali sehari.
Untuk perawatan, dosis total yang diberikan yaitu 500 mg, terbagi menjadi 3 kali sehari. Sementara itu, untuk supositoria obat diberikan dua kali sehari dan enema sekali sehari sebelum tidur.
Untuk anak-anak, dosis perlu atas rekomendasi dokter dengan berbagai pertimbangan.
Tablet, kapsul, supositoria, dan enema adalah jenis-jenis sediaan salofalk.
Salofalk adalah obat untuk radang usus yang bisa menimbulkan efek samping, sama seperti obat-obatan lainnya:
Sementara itu, efek samping lain yang kurang umum tetapi mungkin saja muncul yaitu:
Beberapa efek samping yang muncul biasanya tidak sampai membutuhkan campur tangan medis. Efek ini umumnya dapat hilang selama perawatan karena tubuh sudah bisa berdaptasi dengan obat.
Tidak semua orang mengalami efek samping saat menggunakan obat ini. Mungkin juga ada beberapa efek samping yang belum disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.
Salofalk hanya boleh dikonsumsi oleh orang yang punya kondisi ginjal yang baik. Kalau Anda memiliki gangguan ginjal, obat ini hanya boleh dikonsumsi setelah dokter memberikan persetujuannya. Selain itu, salofalk juga tidak bisa digunakan sembarangan pada lansia.
Beberapa hal lain yang perlu diketahui sebelum menggunakan salofalk:
Obat ini juga bisa mengganggu tes laboratorium tertentu termasuk kadar normetanephrine urine sehingga bisa membuat keliru hasil tes. Untuk itu, pastikan petugas laboratorium dan semua dokter tahu bahwa Anda sedang menggunakan obat ini.
Biasanya dokter akan melakukan tes ginjal atau urine secara berkala selama Anda menggunakan obat ini. Tujuannya yaitu untuk memantau fungsi ginjal dan efek samping yang mungkin muncul.
Belum ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini.
Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori B menurut US Food and Drugs Administration (FDA) Amerika Serikat, atau setara dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Indonesia.
Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA :
A = Tidak berisiko
B = Tidak berisiko pada beberapa penelitian
C = Mungkin berisiko
D = Ada bukti positif dari risiko
X = Kontraindikasi
N = Tidak diketahui
Dalam eksperimen yang dilakukan pada anak tikus, tidak ada efek buruk yang muncul baik dalam kesuburan, reproduksi, dan pemberian ASI. Oleh karena itu, salofalk adalah obat yang masuk ke dalam kategori B.
Akan tetapi, ibu hamil dan menyusui tetap perlu berhati-hati dalam meminum salofalk. Artinya, obat hanya boleh dikonsumsi sesuai rekomendasi dokter. Obat hanya boleh digunakan hanya jika manfaatnya jauh lebih besar dibandingkan dengan risikonya.
Namun, jika bayi mengalami diare setelah disusui saat ibu meminum salofalk, konsultasikan segera ke dokter.
Salofalk atau mesalamine sangat mirip dengan balsalazide, olsalazine, dan sulfasalazine. Oleh karena itu, menggunakan obat ini secara bersamaan bisa menggandakan dosis.
Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat Anda atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Namun, tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam dokumen ini.
Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep atau nonresep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker.
Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis salofalk tanpa persetujuan dokter karena itu adalah hal yang bisa membahayakan kondisi Anda.
Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi.
Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan dokter Anda.
Kondisi kesehatan tertentu bisa memengaruhi penggunaan obat. Pastikan Anda memberi tahu dokter jika memiki beberapa masalah kesehatan seperti:
Tanyakan pada dokter adakah obat alternatif yang bisa Anda konsumsi agar tidak berinteraksi dengan masalah kesehatan yang dimiliki.
Pada situasi gawat darurat atau overdosis, hubungi 119 atau segera larikan ke rumah sakit terdekat. Jangan tunda kondisinya apalagi jika seseorang sudah mulai tidak sadarkan diri.
Overdosis adalah kondisi yang sangat mungkin terjadi jika Anda tidak mematuhi aturan minum salofalk dari dokter.
Umumnya kondisi gawat darurat ini ditandai dengan berbagai gejala seperti:
Pastikan untuk tidak menyalahgunakan obat agar kondisi ini tidak sampai terjadi.
Jika Anda melewatkan satu dosis, minum sesegera mungkin saat Anda ingat. Namun, jika Anda baru ingat setelah sudah waktunya untuk dosis selanjutnya, abaikan saja dosis yang terlupa, dan lanjutkan pemakaian sesuai jadwal. Salofalk adalah obat yang tidak boleh diminum dalam satu waktu dengan dosis dobel.
Hello Health Group tidak menyediakan konsultasi medis, diagnosis, maupun pengobatan.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Salofalk https://www.mims.com/indonesia/drug/info/salofalk/?type=full#Indications accessed on October 31st 2019
Salofalk (Rectal) https://www.drugs.com/cons/salofalk-rectal.html accessed on October 31st 2019
Mesalamine https://www.webmd.com/drugs/2/drug-6073-6146/mesalamine-oral/mesalamine-5-aminosalicylic-acid-extended-release-oral/details accessed on October 31st 2019
Versi Terbaru
18/05/2021
Ditulis oleh Widya Citra Andini
Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri
Diperbarui oleh: Ajeng Pratiwi