Sanmol adalah obat penghilang rasa sakit dan penurun demam. Obat ini mengandung paracetamol (acetaminophen) yang biasanya digunakan untuk mengatasi berbagai kondisi, seperti:

Gunakan obat ini sesuai dengan aturan pakai yang tertera pada kemasan atau ikuti anjuran dokter. Satu tablet Sanmol mengandung 500 gram paracetamol yang dapat diminum setiap kali gejala nyeri atau sakit muncul.
Meski dapat diminum setiap kali merasa nyeri, Anda tidak dianjurkan untuk meminumnya terlalu sering. Anda bisa meminym obat ini dalam 4-6 jam sekali.
Bila gejala tak kunjung hilang selama lebih dari 3 hari, sebaiknya Anda hentikan penggunaan obat ini dan segera periksakan diri ke dokter.
Obat ini paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda.
Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.
Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan demikian. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi.
Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.
Dosis Sanmol tablet (500mg)
Dosis Sanmol sirup
Dosis Sanmol effervescent
Dosis Sanmol tablet kunyah
Sanmol terdiri dalam beberapa sediaan dan beragam bentuk, yaitu:
Sanmol adalah obat yang tergolong dalam paracetamol atau acetaminophen. Terdapat beberapa efek samping paracetamol yang mungkin muncul, mulai dari yang umum hingga sangat jarang terjadi.
Beberapa kondisi yang mungkin terjadi akibat efek samping obat ini yaitu:
Pada kasus yang sangat jarang terjadi, Sanmol mungkin juga berpotensi memicu terjadinya efek-efek di bawah ini:
Jika Anda mengalami hal tersebut, sebaiknya hentikan dulu penggunaan obat ini dan segera periksakan diri ke dokter.
Tidak semua orang mengalami efek samping saat menggunakan obat ini. Mungkin, ada pula beberapa efek samping yang belum disebutkan di atas.
Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.
Sebelum menggunakan obat ini, sebaiknya pertimbangkan beberapa hal berikut:
Sampai saat ini, belum ada penelitian yang menyatakan bahwa Sanmol yang berisi paracetamol dapat membahayakan ibu hamil dan janinnya. Bagi ibu menyusui, obat ini tergolong aman untuk digunakan. Namun, Anda perlu mengetahui bahwa obat ini bisa ikut keluar melalui ASI.
Selalu konsultasi terlebih dulu pada dokter atau bidan sebelum menggunakan obat apa pun, jika Anda sedang hamil, menyusui, atau sedang merencanakan kehamilan.
Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat Anda atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam dokumen ini.
Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/nonresep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker. Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apa pun tanpa persetujuan dokter.
Ada beberapa jenis obat yang tidak dianjurkan untuk dikonsumsi bersamaan dengan Sanmol (paracetamol), yaitu:
Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi.
Merokok tembakau atau mengonsumsi alkohol dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi Sanmol terjadi. Diskusikan dengan dokter kemungkinan interaksi Sanmol dengan makanan, alkohol, atau tembakau.
Sejauh ini, tidak ada makanan yang dapat menimbulkan interaksi dengan Sanmol. Meski begitu, mengonsumsi alkohol ketika minum Sanmol bisa menimbulkan beberapa interaksi yang mungkin dapat berdampak pada kesehatan Anda.
Beberapa kondisi kesehatan tertentu dapat mengganggu kerja obat Sanmol. Berikut adalah masalah kesehatan tersebut yaitu:
Menurut sebuah jurnal dari NPS MedicineWise, jika Anda minum alkohol dalam jumlah yang cukup banyak sehari-harinya dan Anda minum paracetamol pada waktu bersamaan, hal tersebut belum berpotensi menimbulkan masalah.
Namun, apabila Anda memiliki masalah penyalahgunaan atau ketergantungan alkohol, Anda disarankan untuk mengonsumsi paracetamol di bawah pengawasan dokter.
Masih dalam jurnal yang sama, konsumsi paracetamol dan penyalahgunaan alkohol sering kali dikaitkan dengan depresi. Selain itu, orang dengan ketergantungan alkohol yang mengonsumsi paracetamol dalam dosis berlebihan berpotensi mengalami gangguan ingatan.
Selain ketergantungan alkohol, konsumsi Sanmol juga sebaiknya tidak dibarengi dengan kondisi-kondisi berikut:
Overdosis paracetamol bisa saja terjadi, dan kondisi ini sangat berbahaya bagi kesehatan. Beberapa gejala overdosis Sanmol (Paracetamol) yang terjadi:
Pada situasi gawat darurat atau overdosis, hubungi 119 atau segera larikan ke rumah sakit terdekat.
Jika Anda melewatkan satu dosis, segera minum sesegera mungkin begitu Anda mengingatnya. Namun, jika Anda baru ingat setelah sudah waktunya untuk dosis selanjutnya, abaikan saja dosis yang terlupa, dan lanjutkan pemakaian sesuai jadwal. Jangan menggandakan dosis obat ini.
Hello Health Group tidak menyediakan konsultasi medis, diagnosis, maupun pengobatan.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Drugs.com. (2017). Paracetamol and Alcohol / Food Interactions – Drugs.com. [online] Available at: https://www.drugs.com/food-interactions/acetaminophen,paracetamol.html [Accessed 2 Oct. 2017].
Nhs.uk. (2017). Paracetamol – NHS Choices. [online] Available at: http://www.nhs.uk/Conditions/Painkillers-paracetamol/Pages/Introduction.aspx [Accessed 2 Oct. 2017].
WebMD. (2017). Paracetamol Oral : Uses, Side Effects, Interactions, Pictures, Warnings & Dosing – WebMD. [online] Available at: http://www.webmd.com/drugs/2/drug-57595/paracetamol-oral/details [Accessed 2 Oct. 2017].
NPS MedicineWise (2017). Alcohol and paracetamol. [online] Available at: https://www.nps.org.au/australian-prescriber/articles/alcohol-and-paracetamol [Accessed 2 Oct. 2017].
Versi Terbaru
03/11/2021
Ditulis oleh Nimas Mita Etika M
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
Diperbarui oleh: Ajeng Pratiwi
Ditinjau secara medis oleh
dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)