Sulfametoksazol atau sulfamethoxazole adalah obat antibiotik sulfonamida yang berfungsi mengobati infeksi bakteri. Beberapa jenis infeksi bakteri yang dapat diatasi dengan obat ini adalah:

Cara kerja obat antibiotik ini adalah dengan menghentikan perkembangan bakteri di dalam tubuh.
Obat antibiotik ini hanya ditujukan untuk mengatasi infeksi akibat bakteri. Maka itu, obat ini tidak bisa digunakan untuk mengobati infeksi virus dan jamur.
Biasanya, penggunaan sulfametoxazole dikombinasikan dengan antibiotik lainnya, yaitu trimethoprim. Kombinasi sulfametoksazol dan trimethoprim ini bisa ditemukan dalam beberapa merek dagang obat, seperti Sanprima.
Berikut adalah aturan pakai obat sulfamethoxazole yang perlu Anda perhatikan:
Perhatikan tata cara penyimpanan obat ini:
Jika Anda sudah tidak menggunakan obat ini lagi atau jika obat telah kedaluwarsa, segera buang obat ini sesuai tata cara membuang obat.
Salah satunya, jangan mencampurkan obat ini dengan sampah rumah tangga. Jangan pula membuang obat ini di saluran pembuangan air seperti toilet.
Tanyakan kepada apoteker atau petugas dari instansi pembuangan sampah setempat mengenai tata cara membuang obat yang benar dan aman untuk kesehatan lingkungan.
Jangan menyiram obat ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi. Konsultasikan kepada apoteker mengenai bagaimana cara aman membuang obat Anda.
Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.
Menurut MIMS, berikut adalah dosis sulfamethoxazole yang direkomendasikan untuk orang dewasa:
Dosis sulfamethoxazole yang direkomendasikan untuk anak-anak adalah sebagai berikut:
Sulfametoksazol tersedia dalam bentuk sirup, tablet, dan injeksi.
Tidak berbeda jauh dengan obat-obatan pada umumnya, sulfamethoxazole adalah obat yang berisiko menimbulkan efek samping.
Sebagian besar efek samping ini termasuk ringan, dan tak semua orang akan mengalaminya.
Namun, jika Anda mengalami masalah kesehatan yang mengganggu setelah menggunakan obat ini, beri tahu dokter Anda.
Berikut adalah daftar efek samping yang dapat terjadi:
Pada kasus yang lebih parah dan jarang terjadi, kemungkinan akan timbul efek samping berikut:
Tidak semua orang mengalami efek samping di atas. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas.
Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.
Sebelum mengonsumsi sulfametoksazol, perhatikan hal-hal berikut:
Beri tahu dokter mengenai obat-obatan yang sedang Anda gunakan, baik obat resep, nonresep, suplemen, atau obat herbal. Hal ini dikarenakan beberapa jenis obat mungkin dapat berinteraksi dengan sulfametoksazol.
Selain itu, penting juga untuk menginformasikan dokter mengenai penyakit atau kondisi kesehatan lain yang sedang Anda derita. Kemungkinan obat ini dapat memicu terjadinya interaksi dengan penyakit atau kondisi kesehatan tertentu.
Beri tahu dokter jika Anda memiliki riwayat alergi terhadap obat-obatan tertentu, terutama sulfametoksazol dan antibiotik lainnya.
Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori D menurut Food and Drugs Administration (FDA) di Amerika. Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA:
Sulfametoksazol atau sulfamethoxazole adalah obat yang dapat berinteraksi dengan obat lain yang sedang Anda konsumsi. Interaksi obat dapat mengubah cara kerja obat atau meningkatkan risiko terjadinya efek samping.
Maka itu, pastikan Anda menyimpan daftar semua produk yang Anda gunakan, termasuk obat-obata resep, nonresep, suplemen, serta obat herbal.
Obat-obatan berikut mungkin dapat memicu terjadinya interaksi dengan sulfametoksazol:
Obat-obatan tertentu, termasuk sulfametoksazol, tidak boleh digunakan pada saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dengan makanan dapat terjadi.
Merokok tembakau atau mengonsumsi alkohol dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi.
Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan penyedia layanan kesehatan Anda.
Hindari memakan jeruk bali merah (grapefruit) atau meminum jus jeruk bali merah saat menggunakan obat kecuali diizinkan dokter.
Jeruk bali merah dan obat-obatan dapat meningkatkan risiko terjadinya interaksi. Konsultasikan dengan dokter dan apoteker untuk info lebih lanjut.
Adanya masalah kesehatan lain dapat mempengaruhi penggunaan obat ini. Beritahu dokter apabila Anda memiliki masalah kesehatan lain, terutama:
Pada kasus gawat darurat atau overdosis akibat sulfametoksazol, hubungi ambulans (118 atau 119) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.
Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Sulfamethoxazole – MIMS. (2020). Retrieved May 6, 2020, from https://www.mims.com/malaysia/drug/info/sulfamethoxazole?mtype=generic
Sulfamethoxazole – PubChem. (n.d.). Retrieved May 6, 2020, from https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/compound/Sulfamethoxazole
Sulfamethoxazole – Kaiser Permanente. (2020). Retrieved May 6, 2020, from https://wa.kaiserpermanente.org/kbase/topic.jhtml?docId=hn-1503009
Multum, C. (2019). Sulfamethoxazole and trimethoprim – Drugs.com. Retrieved May 6, 2020, from https://www.drugs.com/mtm/sulfamethoxazole-and-trimethoprim.html
Versi Terbaru
16/03/2021
Ditulis oleh Lika Aprilia Samiadi
Fakta medis diperiksa oleh Hello Sehat Medical Review Team
Diperbarui oleh: Nanda Saputri
Fakta medis diperiksa oleh
Hello Sehat Medical Review Team