Saat buah hati Anda lahir, sebagai orangtua tentunya Anda merasa bahagia. Namun, ada beberapa hal yang tentu sudah dipersiapkan sebelumnya untuk mengurus bayi.

Bisa dikatakan, dua minggu pertama merupakan waktu dimana Anda perlu menyesuaikan diri termasuk saat melihat tahapan perkembangan bayi.
Berdasarkan tes skrining perkembangan anak Denver II, beberapa perkembangan bayi di usia 2 minggu, umumnya sudah mencapai hal-hal berikut ini:
Di masa perkembangan bayi 2 minggu ini, umumnya pandangan mata bayi masih kabur atau belum jelas. Kemampuan melihat pada bayi hanya bisa sejauh 20-40 sentimeter (cm) di depannya.
Selebihnya, perkembangan bayi 2 minggu masih hampir sama dengan sebelumnya yakni perkembangan bayi 1 minggu. Si kecil masih akan terus menggerakkan lengan tangan dan kakinya bersamaan.
Meski belum begitu sempurna, tapi gerakan ini masih akan terus diulangi buah hati Anda di perkembangan usia 2 minggu ini.
Begitu pula dengan mengangkat kepala, perlahan-lahan telah dilakukan si kecil dan semakin lama semakin baik sebagai bagian dari perkembangan si kecil di usia 2 minggu.
Perkembangan si kecil di usia 2 minggu untuk aspek komunikasi dan bahasa tidak jauh berbeda seperti di minggu pertama. Yaitu, masih mengandalkan tangisan dan rengekan saat menginginkan sesuatu.
Misalnya bayi menangis ketika merasa tidak nyaman dengan popoknya yang basah saat ia buang air kecil atau besar, maupun ketika menunjukkan bayi merasa lapar dan ingin menyusu.
Jadi, perhatikan tanda-tanda tersebut sekaligus tahapan perkembangan bahasa bayi di masa perkembangan bayi 2 minggu ini.
Gerakan tangan ke sana kemari yang dilakukan bayi menunjukkan peningkatan kemampuan motorik halus pada perkembangan bayi 2 minggu.
Walaupun belum terlihat cukup signifikan, koordinasi di bagian tangan, jari, serta pergelangan merupakan tahap perkembangan motorik bayi.
Selain mampu memandang wajah orang-orang yang berada di dekatnya, pada perkembangan bayi 2 minggu ini, bayi sudah mulai sedikit mengenali suara orangtuanya, terutama ibu.
Mendengarkan suara orangtua membuat bayi merasa nyaman dan membantunya menyesuaikan diri dengan dunia baru yang aneh di luar perut ibu. Hal ini sekaligus juga bisa melatih tahap perkembangan kecerdasan emosional bayi.
Maka itu, Anda dianjurkan untuk mengajak bayi bicara, meski ia belum benar-benar mengerti. Ini karena ajakan bicara orangtua ke si kecil bisa menimbulkan rasa nyaman di perkembangan usia 2 minggu.
Pada perkembangan bayi 2 minggu ini, ia sudah mulai mengenali lingkungan di sekelilingnya.
Anda harus mempermudah bayi di usia 2 minggu untuk mengamati karakteristik orang-orang dan benda-benda di sekitarnya dengan cara memperlihatkan kepadanya dalam jarak dekat
Contoh saat menyusui bayi, gerakkan kepala Anda dari satu sisi ke sisi lain dan amati apakah bayi mengawasi Anda. Latihan ini membantu meningkatkan perkembangan fungsi otot mata si kecil di usia 2 minggu.
Bila bayi Anda hanya menatap sekilas, tidak perlu khawatir, bayi biasanya masih memiliki penglihatan buram di beberapa bulan pertama setelah lahir. Termasuk selama perkembangan usia si kecil sudah mencapai 2 minggu.
Tetaplah berbicara, berkomunikasi dengan bayi agar dia terbiasa dengan suara dan kehadiran Anda.
Meskipun tidak mengerti apa yang Anda katakan, bayi bisa merasakan kasih sayang dalam setiap perkataan dan tindakan. Ini membantu bayi merasa aman dan tenang.
Di masa perkembangan bayi 2 minggu ini, Anda mungkin merasa bayi sehat dan tidak perlu dibawa ke dokter.
Namun, di usia bayi 2 minggu ini, dokter mungkin melakukan pemeriksaan dan tindakan jika memang diperlukan, terkait perkembangan dan kesehatan di bawah ini:
Jangan ragu untuk mengonsultasikannya dengan dokter apabila ada masalah pada perkembangan si kecil di usia 2 minggu yang tidak bisa ditunggu sampai kunjungan berikutnya.
Di masa perkembangan bayi 2 minggu, umumnya bayi rentan terkena sakit kuning. Sakit umumnya terjadi pada bayi prematur dan bayi yang sedang menyusui.
Sakit kuning pada bayi terjadi ketika kulit dan mata bayi berwarna kuning. Sakit kuning bayi biasanya muncul karena perkembangan organ hati bayi usia 2 minggu belum sepenuhnya terbentuk untuk membuang bilirubin di dalam aliran darah.
Gejala sakit kuning pada bayi awalnya bisa muncul pertama muncul di wajah, kemudian dada dan perut, dan akhirnya kaki.
Penyakit ini juga membuat bagian mata yang putih terlihat kuning. Pada bayi berkulit gelap, Anda bisa mengamatinya pada bagian putih mata dan gusi.
Bila belum yakin, tekan kulit hidung atau dahi bayi dengan lembut. Jika memang terkena sakit kuning, kulit akan terlihat kuning saat Anda meringankan tekanan ke kulit bayi.
Dokter mungkin akan mendiagnosis adanya sakit kuning pada bayi usia 2 minggu berdasarkan penampilan bayi. Namun, dokter juga akan perlu mengukur kadar bilirubin pada bayi melalui tumitnya.
Sebagian besar sakit kuning pada bayi di usia 2 minggu, tidak memerlukan pengobatan. Terkadang, akan hilang sendiri setelah 1 atau 2 minggu. Lebih seringlah menyusui untuk membantu bayi membuang bilirubin melalui kotoran.
Untuk sakit kuning level tinggi, fototerapi (pengobatan dengan cahaya khusus), dapat membantu membuang bilirubin dalam tubuh.
Jangan khawatir bila bayi Anda terkena sakit kuning, selalu ikuti instruksi dokter sehingga bayi bisa diobati secara efektif.
Pada masa perkembangan si kecil di usia 2 minggu ini, Anda mungkin cemas dengan berat badan bayi yang ideal. Selain itu, Anda bisa dibayang-bayangi pertanyaan seperti:
Berikut beberapa hal yang perlu diketahui:
Pertanyaan-pertanyaan seperti itu akan muncul di benak Anda. Namun, jangan khawatir tentang hal tersebut. Ada beberapa tanda yang bisa Anda ketahui untuk memastikan bahwa bayi sudah mendapatkan ASI yang cukup.
Pertama, Anda bisa merasakan payudara menjadi kosong dan lebih ringan setelah menyusui, kulit bayi berkilau, kencang, dan elastis jika ditekan.
Jika kekurangan air, kulit bayi akan menjadi keriput saat ditekan. Saat menyusui, Anda juga bisa mendengarkan bayi Anda menelan.
Apabila bayi berusia 2 minggu ini mendapatkan asupan ASI, setidaknya ia akan menyusu sebanyak 8 hingga 12 kali dalam sehari. Sementara itu, untuk bayi yang minum asupan susu formula berikan sekitar 6 sampai 8 kali dalam sehari.
Namun, ini pun menyesuaikan dengan kondisi bayi yang sebelumnya sudah dikonsultasikan dengan dokter Anda.
Perlu diperhatikan juga, kotoran atau pup bayi umumnya berwarna kuning atau hitam pada perkembangan di usia 2 minggu ini. Sebagai tambahan, bayi akan sering buang air dan Anda harus mengganti popoknya 5-8 kali sehari.
Hal ini adalah tanda bahwa bayi Anda sudah mendapatkan cukup tenaga dan zat gizi penting guna mendukung perkembangannya di usia 2 minggu.
Saat Anda menyusui atau memberi susu lewat botol bayi, ingat bahwa laju pertumbuhan bayi akan berbeda di setiap tahap. Bahkan, banyak bayi cenderung tumbuh lebih lambat pada waktu tertentu, tak terkecuali di perkembangan usia 2 minggu.
Dikutip dari Riley Chidren’s Health, bayi yang baru lahir biasanya dapat kehilangan berat badan hingga 10 persen dari berat lahir di seminggu pertama.
Namun, ada kemungkinan akan kembali normal pada bayi di usia 2 minggu. Lalu, akan semakin bertambah hingga beberapa minggu ke depan.
Jika bayi selalu penuh energi, ceria, dan sehat, berarti ada kemungkinan perkembangan bayi 2 minggu Anda cukup berjalan dengan baik. Bila Anda cemas dengan berat badan bayi, hubungi dokter untuk mendapatkan nasihat dan jawaban.
Dokter akan memberikan saran dan asupan gizi yang layak untuk bayi sesuai dengan usianya.
Sebagai orangtua baru, Anda juga perlu mengetahui bahwa bayi yang baru lahir akan cukup banyak menangis dan merupakan hal normal terjadi. Rata-rata waktu menangis yang akan dialami bayi adalah sekitar 2 hingga 3 jam dalam sehari.
Ini merupakan salah satu perkembangan bayi di usia 2 minggu sampai berada di usia 6 minggu. Hal ini juga berpengaruh dengan waktu tidurnya di malam hari.
Ketika bayi menangis di malam hari, coba untuk membiarkannya untuk belajar tidur sendiri. Hal ini bisa dimulai saat ia sudah tidak merasa lapar atau popok sudah diganti.
Membiarkannya tidur sendiri dari mulai bayi merupakan salah satu cara menghindari agar tidak takut tidur sendiri ketika sudah besar. Menidurkan bayi yang baru lahir juga bukanlah hal yang mudah.
Apalagi dengan jam tidur yang cukup bervariasi dan panjang, yaitu sekitar 8 hingga 9 jam di siang hari serta 8 jam di malam hari. Diperlukan kedekatan dan kehadiran Anda di awal waktu tidurnya
Perhatikan setiap gejala atau perubahan yang terjadi pada bayi Anda. Misalnya, seperti lebih sering menangis, diare, sampai muntah. Termasuk ketika bayi mempunyai waktu tidur yang lebih lama sampai harus dibangunkan terlebih dahulu.
Lalu, perhatikan pula suhu badannya. Apabila suhu badan berada di 37°C atau mencapai 38°C, sebaiknya hubungi dokter Anda.
Selanjutnya, bagaimana perkembangan bayi minggu ke-3?
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Murkoff, Heidi. What to Expect, The First Year. New York: Workman Publishing Company, 2009. Printed. Page 99-133
Denver II Developmental Milestones. http://www.somaticpractice.net/trainings/touch_skills/resources/charts/Denver_II_Developmental_Screening_Test.pdf Accessed on November 11st, 2019.
Growth & Development: 2 Weeks | Riley Children’s Health. (2020). Retrieved 27 May 2020, from https://www.rileychildrens.org/health-info/growth-development-2-weeks
How Often and How Much Should Your Baby Eat?. (2020). Retrieved 27 May 2020, from https://www.healthychildren.org/english/ages-stages/baby/feeding-nutrition/pages/how-often-and-how-much-should-your-baby-eat.aspx
Sleep. (2020). Retrieved 27 May 2020, from https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/baby/sleep/Pages/default.aspx
Frequency of Feeding | La Leche League International. (2020). Retrieved 27 May 2020, from https://www.llli.org/breastfeeding-info/frequency-feeding-frequently-asked-questions-faqs/
staff, f. (2018). Recognizing Newborn Illnesses – familydoctor.org. Retrieved 27 May 2020, from https://familydoctor.org/recognizing-newborn-illnesses/
Newborn Sleep Pattern- Stanford Children’s Health. (2020). Retrieved 27 May 2020, from https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=newborn-sleep-patterns-90-P02632
Versi Terbaru
25/05/2021
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri
Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita
Diperbarui oleh: Ajeng Pratiwi