Pernah lihat ruam merah pada area mulut bayi? Jangan panik dulu, ruam pada bayi ini bisa disebabkan oleh air liur si kecil sendiri. Kok bisa air liur menyebabkan ruam pada bayi? Lantas apakah ruam di mulut bayi ini bisa dicegah?
Pernah lihat ruam merah pada area mulut bayi? Jangan panik dulu, ruam pada bayi ini bisa disebabkan oleh air liur si kecil sendiri. Kok bisa air liur menyebabkan ruam pada bayi? Lantas apakah ruam di mulut bayi ini bisa dicegah?

Wajar jika bayi sering mengiler. Biasanya, hal ini disebabkan karena bayi belum memiliki gigi jadi air liurnya banyak yang mengalir keluar. Apalagi jika bayi berusia antara 2-3 bulan, ketika kelenjar air liurnya mulai bekerja.
Nah, jika iler bayi terlalu berlebihan akan menyebabkan ruam pada bayi, tepatnya di area mulut, dagu, leher, bahkan dada si kecil. Air liur bayi ini dapat menimbulkan iritasi dan ruam kemerahan di kulitnya.
Sisa-sisa ASI atau susu formula di sekitar mulut bayi yang mengendap dan kemudian tak sengaja mengalir bersama air liur, juga dapat menimbulkan ruam pada bayi.

Meski akan sulit untuk mencegah supaya si kecil tak ngiler, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi ruam dan iritasi yang dapat terjadi, seperti:
Iler mungkin akan semakin banyak ketika gigi si kecil mulai tumbuh satu per satu. Maka itu, jika saat ini terjadi sebaiknya pastikan bahwa Anda tetap menjaga kebersihan kulit bayi di sekitar mulut dan leher supaya tidak timbul iritasi akibat air liurnya.
Ada beberapa cara untuk membuat bayi Anda lebih nyaman dengan ruam air liur.
Sementara itu, Anda juga perlu menghindari mencuci bahan pakaian atau kain lainnya seperti seprai, bib dan kain sendawa dengan deterjen beraroma. Karena hal itu dapat memperparah ruam air liur bayi Anda. Gunakan deterjen khusus untuk pakaian bayi.
Jika Anda mencurigai bahwa tumbuh gigi memicu keluarnya air liur bayi Anda, Anda bisa mengelap atau tepuk-tepuk lembut mulut bayi atau gusinya dengan kain lap dingin (kain yang direndam air dingin). Ini akan membuat gigi dan gusi bayi menjadi sejuk, sehingga akan memberikan efek mati rasa ringan pada gusi bayi Anda dan ruam di sekitar mulut mereka.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
What to Do About Your Baby’s Drool Rash https://www.verywellfamily.com/what-to-do-about-baby-drool-rash-4160758 diakses 14 Mei 2018.
Drooling and Your Baby https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/baby/teething-tooth-care/Pages/Drooling-and-Your-Baby.aspx diakses 14 Mei 2018.
How Best to Treat and Prevent a Drool Rash https://www.healthline.com/health/parenting/drool-rash diakses 14 Mei 2018.
Versi Terbaru
06/07/2021
Ditulis oleh Andisa Shabrina
Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita
Diperbarui oleh: Ajeng Pratiwi