Steatorrhea adalah kondisi ketika feses mengandung terlalu banyak lemak. Orang yang mengalami kondisi ini memiliki feses yang bervolume, tapi teksturnya terlalu lunak serta mengandung gumpalan lemak atau minyak yang tampak jelas.
Kelebihan lemak pada feses umumnya tidak berbahaya. Anda bisa saja mengalaminya setelah makan makanan tinggi serat, lemak, atau kalsium oksalat. Pola makan yang banyak kandungan serat tak larut biasanya menjadi penyebab kondisi ini.

Gejala yang Anda alami kemungkinan akan hilang dalam beberapa hari. Meski begitu, steatorrhea yang berlangsung dalam jangka panjang bisa menjadi tanda dari penyakit usus, kekurangan enzim, atau sindrom malabsorpsi (gangguan penyerapan zat gizi).
Kondisi ini bisa diatasi dengan perubahan gaya hidup dan konsumsi suplemen. Namun, kelebihan feses pada lemak yang disebabkan oleh gangguan medis tertentu umumnya perlu diatasi dengan konsumsi obat-obatan.
Steatorrhea dalam tingkat ringan dapat menimbulkan gejala sebagai berikut.
Steatorrhea yang berlangsung dalam jangka panjang dapat bertambah parah hingga menyebabkan malnutrisi atau dehidrasi. Pada kondisi seperti ini, gejala yang muncul antara lain:
Kelebihan lemak pada feses yang tidak terkait penyakit biasanya disebabkan oleh pola makan tinggi lemak. Makanan yang umum menyebabkan kondisi ini antara lain:
Namun, steatorrhea juga bisa disebabkan oleh sejumlah penyakit. Kondisi ini biasanya menandakan adanya gangguan pada sistem pencernaan. Tubuh Anda mungkin tidak dapat mencerna atau menyerap lemak dari makanan seperti seharusnya.
Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan steatorrhea, tapi yang paling umum yaitu fibrosis kistik. Penyakit genetik ini membuat tubuh penderitanya memproduksi lendir kental yang dapat menyumbat paru-paru dan pankreas.
Pada beberapa kasus, kelebihan lemak pada feses bisa disebabkan oleh peradangan pankreas dalam jangka panjang (pankreatitis kronis). Gangguan pada kelenjar ini akan berpengaruh terhadap pencernaan lemak, protein, dan karbohidrat dalam usus halus.
Anda sebaiknya segera menghubungi dokter bila feses Anda tampak keabuan, pucat, mengapung, atau berbau menyengat. Dokter akan mendiagnosis dengan mengamati gejala serta riwayat kesehatan Anda, khususnya jika ada tanda-tanda malabsorpsi.
Setelah itu, dokter dapat melakukan diagnosis lanjutan seperti pemeriksaan feses dan yang lainnya sebagai berikut.
Pengobatan steatorrhea tergantung pada penyebab dan tingkat keparahannya. Kasus yang ringan biasanya dapat diatasi dengan pengobatan rumahan dan perubahan gaya hidup, termasuk menghindari makanan pemicunya.
Jika kondisi Anda berkaitan dengan intoleransi laktosa, Anda perlu menghindari produk susu atau membatasi konsumsinya. Sementara pada penderita penyakit celiac, bahan makanan yang perlu dihindari yaitu segala jenis sumber gluten.
Pada penderita pankreatitis dan fibrosis kistik, penanganan terdiri atas perubahan gaya hidup dan pengobatan medis. Anda harus mengonsumsi obat-obatan dan menghindari pantangan makan sesuai anjuran dokter.
Di bawah ini berbagai pengobatan rumahan dan perubahan gaya hidup yang bisa membantu mengatasi kondisi Anda.
Steatorrhea merupakan kondisi ketika feses mengandung terlalu banyak lemak. Apabila Anda mengalami gejalanya, segera periksakan diri Anda ke dokter untuk mendapatkan solusi yang tepat.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Versi Terbaru
09/12/2021
Ditulis oleh Diah Ayu Lestari
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro
Diperbarui oleh: Nanda Saputri
Ditinjau secara medis oleh
dr. Patricia Lukas Goentoro
General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)