Kudis atau scabies merupakan penyakit kulit menular yang disebabkan tungau mikroskopis Sarcoptes scabiei. Seperti apa gejala scabies dan bentuk gangguan kesehatan apa yang umumnya dialami?
Kudis atau scabies merupakan penyakit kulit menular yang disebabkan tungau mikroskopis Sarcoptes scabiei. Seperti apa gejala scabies dan bentuk gangguan kesehatan apa yang umumnya dialami?

Gejala scabies seringkali dianggap sebagai impetigo atau eksim. Namun, infeksi kulit karena tungau ini memiliki perbedaan dengan gejala penyakit kulit menular lainnya.
Gejala kudis juga tidak langsung muncul setelah tungau masuk ke dalam jaringan kulit.
Bagi orang yang sebelumnya tidak pernah terinfeksi tungau, tubuh membutuhkan waktu cukup lama untuk bereaksi sampai memunculkan gejala.
Tungau penyebab scabies rata-rata akan berinkubasi dulu selama 2 – 6 minggu sampai akhirnya memperbanyak diri di dalam kulit.
Anda bisa saja tidak menunjukkan gejala sama sekali dalam waktu lama, tapi tetap bisa menularkan scabies kepada orang lain melalui kontak fisik yang dekat dan berkepanjangan.
Namun, jika pernah mengalami scabies atau kudis beberapa kali, gejalanya bisa lebih cepat muncul saat Anda terinfeksi lagi.

Sebelum bintil kemerahan muncul, gejala scabies yang pertama muncul atas infeksi tungau adalah timbulnya rasa gatal.
Gejala ini bisa sangat mengganggu karena rasa gatal terkadang bisa sangat tidak tertahankan. Lebih jauh, ini mengganggu waktu istirahat atau membuat penderitanya kesulitan tidur.
Akibat terlalu sering menggaruk kulit karena gatal bisa mengalami iritasi, kulit juga menjadi kering dan mengelupas.
Gejala kudis di permukaan kulit biasanya ditandai dengan ruam berupa bintik-bintik merah yang menonjol (bintil) yang kerap ditemukan pada bagian:
Infeksi juga menyebabkan ruam merah di tangan berisi cairan, mirip seperti jerawat badan. Ruam merah ini bisa ditemukan pada bagian tubuh yang terserang scabies.
Tanda bahwa tungau sudah aktif bertelur di dalam kulit adalah munculnya papula atau lubang-lubang kecil berukuran 0,1 – 1 cm, biasanya pada bagian lipatan kulit.
Ciri-ciri scabies ini sulit dikenali karena berlangsung di dalam kulit. Papula muncul lantaran tungau bersarang di bawah kulit.

Ketika infeksi kudis sudah parah, tanda-tanda yang muncul berikutnya adalah kerak pada permukaan kulit.
Kondisi tersebut terjadi lantaran jumlah tungau pada kulit sudah mencapai ribuan dan menyebabkan kulit kering.
Rasa gatal yang menyertai gejala kulit berkerak terasa lebih parah jika dibandingkan di awal kemunculannya.
Menggaruk ruam kulit yang gatal dapat menyebabkan luka. Luka bisa menjadi pintu masuk bakteri dari luar untuk menginfeksi kulit.
Rasa gatal yang parah pada luka akan mendorong keinginan untuk menggaruk terus-menerus.
Menggaruk tanpa henti akan menyebabkan infeksi kulit makin berkembang. Luka yang terinfeksi pun bisa membentuk nanah.
Scabies berkrusta yang juga dikenal dengan nama Norwegian scabies adalah jenis penyakit kulit di mana terdapat ribuan hingga jutaan tungau yang menginfeksi kulit.
Oleh sebab itu, bentuk gejala kudis ini begitu parah dan sangat menular.
Ciri-ciri scabies berkrusta ditandai dengan gejala yang mirip psoriasis seperti berikut ini.
https://hellosehat.com/penyakit-kulit/beda-psoriasis-dan-scabies-kudis/

Pengobatan medis berdasarkan resep dokter masih menjadi satu-satunya langkah paling efektif dalam mengatasi kudis.
Dengan penggunaan obat kudis yang tepat, gejala scabies secara bertahap akan mereda dalam waktu 2 – 4 minggu.
Meskipun bintil-bintil merah sebagian besar telah menghilang, biasanya rasa gatal tetap terasa selama beberapa minggu ke depan.
Pada tahap awal pengobatan, tak jarang gejala kudis pun malah bertambah parah. Hal ini menandakan bahwa infeksi tungau tengah bereaksi melawan pengobatan.
Segera hubungi dokter di pusat layanan kesehatan terdekat, ketika ciri-ciri scabies menunjukkan hal berikut.
Dokter akan memberikan pengobatan scabies lain, yaitu pengobatan sistemik yang mengombinasikan penggunaan obat oral dan obat topikal.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Korycińska, J., Dzika, E., Lepczyńska, M., & Kubiak, K. (2015). Scabies: Clinical manifestations and diagnosis. Polish Annals Of Medicine, 22(1), 63-66. https://doi.org/10.1016/j.poamed.2015.04.002
Crusted scabies. (2021). Genetic and Rare Diseases Information Center. Retrieved August 10, 2022 from, https://rarediseases.info.nih.gov/diseases/12151/crusted-scabies
Gilson R. L., Crane J. S. (2022). Scabies. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing. Retrieved August 10, 2022 from, https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK544306/
Scabies: Signs and symptoms. (n.d.). American Academy of Dermatology Association. Retrieved August 10, 2022 from, https://www.aad.org/public/diseases/a-z/scabies-symptoms
Scabies – Symptoms and causes. (2022). Mayo Clinic. Retrieved August 10, 2022 from, https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/scabies/symptoms-causes/syc-20377378
Scabies Frequently Asked Questions (FAQs). (2020). CDC. Retrieved August 10, 2022 from, https://www.cdc.gov/parasites/scabies/gen_info/faqs.html
Versi Terbaru
05/09/2022
Ditulis oleh Ilham Fariq Maulana
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro
Diperbarui oleh: Angelin Putri Syah
Ditinjau secara medis oleh
dr. Patricia Lukas Goentoro
General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)