Jika sudah mengetahui apa penyebab jerawat, akan lebih mudah bagi Anda untuk mencari cara menghilangkan jerawat. Selain menggunakan obat kimia untuk jerawat, ada berbagai bahan alami yang dapat digunakan sebagai obat jerawat.

Penggunaan herbal untuk jerawat ternyata telah ada sebelum perawatan modern berkembang. Obat alami dipilih karena pengobatan jerawat ini memiliki efek samping lebih sedikit dibandingkan yang modern.
Bahan-bahan alami yang akan disebutkan nantinya dianggap dapat membantu mengurangi bakteri penyebab jerawat hingga peradangan kulit.
Meski begitu, tidak semua orang dan jenis jerawat cocok dengan cara alami menghilangkan jerawat ini. Bagi mereka yang tidak cocok atau sensitif biasanya akan mengalami efek samping saat menggunakan tanaman herbal, seperti reaksi alergi atau iritasi kulit.
Jika Anda mengalami peradangan, gatal, atau rasa panas setelah menggunakan penghilang jerawat alami, hentikan penggunaannya dan konsultasikan dengan dokter.
Obat penghilang jerawat dengan bahan alami memang masih menjadi primadona karena dianggap minim risiko dan efek samping. Menariknya lagi, beberapa obat alami jerawat ini mudah ditemukan di dapur atau dibeli di toko terdekat.

Minyak yang diekstrak dari pohon teh Melaleuca alternifolia asal Australia ini terkenal akan khasiatnya sebagai obat jerawat alami. Pasalnya, minyak pohon teh (tea tree oil) memiliki sifat antibakteri kuat yang mampu melawan bakteri penyebab jerawat.
Selain itu, sifat anti-inflamasi pada tea tree oil juga membantu mengurangi peradangan di kulit. Hal ini dibuktikan lewat penelitian dari Indian Journal of Dermatology, Venerology, and Leprology.
Studi tersebut melaporkan bahwa gel yang mengandung 5% minyak pohon teh hampi 4 kali lebih efektif mengempiskan jerawat. Bahkan, minyak ini juga 6 kali lebih efektif meredakan peradangan kulit dibandingkan krim plasebo.
Cara menggunakannya:
Anda perlu hati-hati terhadap risiko efek sampingnya yang dapat membuat kulit kering dan iritasi kemerahan. Alih-alih menggunakannya langsung ke kulit Anda bisa menggunakannya dengan cara di bawah ini.
Selain sebagai minuman dengan segudang manfaat kesehatan, teh hijau juga bisa menjadi obat alami untuk menghilangkan jerawat dengan cepat. Senyawa flavonoid dan tanin di teh hijau diketahui dapat membantu melawan bakteri penyebab jerawat.
Tidak hanya itu, teh hijau juga terkenal dengan antioksidan epigallocatechin-3-gallate (EGCG). Senyawa ini terbukti dapat melawan peradangan dan mengurangi produksi sebum (minyak alami) pada muka berjerawat.
Cara menggunakannya:
Anda juga dapat memasukkan cairan teh ke dalam botol semprot untuk disemprotkan beberapa kali pada seluruh wajah. Kemudian, biarkan selama 10 menit atau semalaman, lalu bilas dengan air bersih.
Akhir-akhir ini popularitas cuka apel semakin meningkat karena banyak orang yang menggunakannya sebagai cara menghilangkan jerawat secara alami. Pasalnya, kandungan asam organik di dalamnya, seperti asam laktat dan asam sitrat, disebut dapat membasmi bakteri penyebab jerawat.
Namun, masih diperlukan penelitian lebih lanjut terkait penggunaan cuka apel untuk jerawat tertentu. Ini dikarenakan kandungan asam pada cuka apel cukup tinggi dan bisa menyebabkan iritasi kulit ketika dioleskan langsung ke kulit.
Selalu konsultasikan dengan dokter jika Anda ingin menggunakan obat alami, seperti cuka apel, untuk mempercepat pemulihan jerawat.
Selain digunakan sebagai pemanis makanan, madu ternyata juga bisa menjadi obat alami untuk membantu mengatasi jerawat. Bagaimana bisa?
Madu untuk jerawat mengandung enzim yang berperan sebagai zat antimikroba. Zat tersebut dapat melawan bakteri penyebab jerawat dan melawan infeksi pada kulit. Sementara itu, sifat anti peradangan alami dari madu juga membantu mengurangi peradangan dan nyeri.
Jenis madu yang diklaim ampuh dalam mengobati penyakit kulit ini adalah madu manuka. Sejauh ini, penggunaan masker madu sebagai cara alami menghilangkan jerawat belum ditemukan efek sampingnya.

Lidah buaya memang sudah sejak lama dikenal bermanfaat bagi kesehatan kulit, termasuk membantu mengatasi masalah jerawat. Gel dari daun lidah buaya terbukti membantu melawan bakteri dan mengurangi peradangan di kulit.
Kandungan lupeol, asam salisilat, nitrogen, hingga fenol dan sulfur dalam lidah buaya saling bekerja sama membunuh bakteri penyebab jerawat. Hal ini dibuktikan melalui penelitian dari Journal of Dermatological Treatment tentang lidah buaya untuk jerawat.
Penelitian tersebut menunjukkan krim tretinoin yang dikombinasikan dengan gel lidah buaya lebih efektif menghilangkan jerawat, dibandingkan hanya menggunakan tretinoidnya saja.
Jika Anda masih memiliki stok di dapur, bawang putih untuk jerawat pun ampuh. Jenis bumbu yang satu ini mengandung senyawa sulfur alami yang bersifat antibakteri dan anti peradangan.
Selain itu, bawang putih juga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh yang membantu tubuh melawan infeksi bakteri penyebab jerawat.
Meski terbilang ampuh untuk kulit yang berjerawat, bawang putih tidak boleh langsung dioleskan ke kulit yang berjerawat. Pasalnya, hal ini dapat menyebabkan iritasi dan sensasi terbakar di kulit.
Oleh sebab itu, Anda bisa menggunakan metode lainnya untuk mengaplikasikan penghilang jerawat alami ini, seperti:

Batang kayu yang memiliki harum manis ini memang memiliki manfaat untuk kesehatan. Bahkan, kayu manis juga disebut dapat digunakan sebagai masker untuk jerawat.
Bagaimana tidak, kayu manis terbukti mengandung antioksidan tinggi, salah satunya polifenol. Polifenol berfungsi melindungi tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas yang berasal dari sinar UV dan polusi udara.
Keduanya memang dapat menyebabkan penuaan dini serta jerawat yang meradang, seperti nodul dan kistik. Selain itu, kayu yang sering digunakan sebagai penyedap makanan ini juga memiliki sifat antimikroba yang dapat membantu melawan bakteri penyebab jerawat.
Cara menggunakannya:
Jika ingin memanfaatkan kayu manis sebagai obat alami untuk membasmi jerawat, Anda dapat mengolahnya menjadi masker. Pembuatan masker ini dapat digunakan bersama dengan madu atau susu. Simak cara mudahnya berikut.
Belerang atau sulfur memang sering digunakan sebagai senyawa alami sebagai cara menghilangkan jerawat. Baunya yang tidak sedap membuat zat alami ini menjadi kurang diminati, tetapi kandungan belerang ternyata mirip dengan benzoil peroksida dan asam salisilat.
Bahkan, sulfur atau belerang dapat menekan produksi minyak berlebih pada kulit Anda. Oleh sebab itu, penggunaan belerang bermanfaat untuk mengobati jerawat dan membantu menyumbat pori-pori yang mencegah timbulnya jerawat baru.
Meski cocok untuk kulit sensitif, belerang dapat menimbulkan berbagai efek samping, seperti iritasi kulit. Maka dari itu, tidak semua jenis jerawat dapat diatasi oleh obat jerawat alami ini mengingat banyak hal yang perlu dipertimbangkan saat menggunakannya.
Manfaat minum air putih untuk menghilangkan jerawat secara alami memang masih menjadi kontroversi. Ini dikarenakan minum air putih tampak seperti solusi yang terlalu sederhana untuk masalah jerawat yang rumit dan sulit diatasi.
Walaupun demikian, minum air mungkin dapat membantu sebagai perawatan kulit berjerawat lewat cara di bawah ini.
Selain delapan obat jerawat alami yang telah disebutkan, ada berbagai macam bahan alami lainnya yang dapat digunakan untuk membantu pemulihan jerawat.
Meski begitu, perlu diingat bahwa beberapa bahan di bawah ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut terkait manfaat hingga efek sampingnya.
Keempat bahan alami di atas disebut dapat menjadi obat penghilang jerawat secara alami. Namun, tingkat kecocokan bahan alami ini hanya berlaku pada sebagian orang saja.
Jika ingin mencoba, sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau menguji bahan tersebut dengan menggosokkan ke kulit selama 24 – 48 jam. Bila kulit mengalami reaksi, seperti gatal dan kemerahan, artinya kulit Anda mungkin tidak cocok dengan bahan tersebut.
Kebanyakan bahan alami yang disebutkan memang digunakan dalam bentuk masker untuk mengatasi jerawat. Bahkan, beberapa di antaranya dapat diseduh untuk membantu mengurangi peradangan dari dalam akibat jerawat.
Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, sebaiknya gunakan obat tradisional untuk menghilangkan jerawat ini dengan obat-obatan dari dokter.
Dengan begitu, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter, apakah rempah dan tanaman tertentu bisa dipakai saat merawat kulit berjerawat.
Para ibu hamil mungkin merasa khawatir untuk menggunakan obat dengan kandungan senyawa aktif, seperti benzoil peroksida dan asam salisilat. Alhasil, banyak dari mereka yang memilih untuk menggunakan bahan alami sebagai penggantinya.
Sebenarnya, para ibu hamil sah-sah saja menggunakan beberapa obat alami di atas untuk mengatasi jerawat. Namun, alangkah baiknya untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mencoba cara menghilangkan jerawat secara alami yang disebutkan.
Bila Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut, sebaiknya hubungi dokter spesialis kulit untuk mendapatkan solusi yang tepat. Booking dokter spesialis kulit terdekat dari lokasi Anda melalui platform Hello Sehat.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Hewlings, S. J., & Kalman, D. S. (2017). Curcumin: A Review of Its Effects on Human Health. Foods (Basel, Switzerland), 6(10), 92. https://doi.org/10.3390/foods6100092. Retrieved 1 October 2020.
Bae, J. Y., & Park, S. N. (2016). Evaluation of anti-microbial activities of ZnO, citric acid and a mixture of both against Propionibacterium acnes. International journal of cosmetic science, 38(6), 550–557. https://doi.org/10.1111/ics.12318. Retrieved 1 October 2020.
Pazyar, N., & Feily, A. (2011). Garlic in dermatology. Dermatology reports, 3(1), e4. https://doi.org/10.4081/dr.2011.e4. Retrieved 1 October 2020.
Enshaieh, S., Jooya, A., Siadat, A. H., & Iraji, F. (2007). The efficacy of 5% topical tea tree oil gel in mild to moderate acne vulgaris: a randomized, double-blind placebo-controlled study. Indian journal of dermatology, venereology and leprology, 73(1), 22–25. https://doi.org/10.4103/0378-6323.30646. Retrieved 1 October 2020.
Cinnamon. (2020). National Center for Complementary and Integrative Health. Retrieved 1 October 2020, from https://www.nccih.nih.gov/health/cinnamon
Palma, L., Marques, L. T., Bujan, J., & Rodrigues, L. M. (2015). Dietary water affects human skin hydration and biomechanics. Clinical, cosmetic and investigational dermatology, 8, 413–421. https://doi.org/10.2147/CCID.S86822. Retrieved 1 October 2020.
Decker, A., & Graber, E. M. (2012). Over-the-counter Acne Treatments: A Review. The Journal of clinical and aesthetic dermatology, 5(5), 32–40. Retrieved 1 October 2020.
Bauer, B.A. (2017). Natural Acne Treatment: What’s most effective?. Mayo Clinic. Retrieved 1 October 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/acne/expert-answers/natural-acne-treatment/faq-20057915
Kern, D. (2020). Does Garlic Help with Acne?. Acne.org. Retrieved 1 October 2020, from https://www.acne.org/does-garlic-help-with-acne.html
Palma, L., Marques, L. T., Bujan, J., & Rodrigues, L. M. (2015). Dietary water affects human skin hydration and biomechanics. Clinical, cosmetic and investigational dermatology, 8, 413–421. https://doi.org/10.2147/CCID.S86822. Retrieved 1 October 2020.
Martin, K. W., & Ernst, E. (2003). Herbal medicines for treatment of bacterial infections: a review of controlled clinical trials. The Journal of antimicrobial chemotherapy, 51(2), 241–246. https://doi.org/10.1093/jac/dkg087. Retrieved 1 October 2020.
Cao, H., Yang, G., Wang, Y., Liu, J. P., Smith, C. A., Luo, H., & Liu, Y. (2015). Complementary therapies for acne vulgaris. The Cochrane database of systematic reviews, 1, CD009436. https://doi.org/10.1002/14651858.CD009436.pub2. Retrieved 1 October 2020.
Hajheydari, Z., Saeedi, M., Morteza-Semnani, K., & Soltani, A. (2014). Effect of Aloe vera topical gel combined with tretinoin in treatment of mild and moderate acne vulgaris: a randomized, double-blind, prospective trial. The Journal of dermatological treatment, 25(2), 123–129. https://doi.org/10.3109/09546634.2013.768328. Retrieved 1 October 2020.
Is acne treatment safe to use during pregnancy. (n.a). American Academy of Dermatology. Retrieved 1 October 2020, from https://www.aad.org/public/diseases/acne/derm-treat/pregnancy
Versi Terbaru
10/10/2022
Ditulis oleh Nabila Azmi
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro
Diperbarui oleh: Ihda Fadila
Ditinjau secara medis oleh
dr. Patricia Lukas Goentoro
General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)