Albino adalah istilah untuk seseorang dengan kondisi genetik yang menyebabkan warna rambut atau kulitnya lebih pucat. Kondisi ini disebut juga dengan albinisme.
Albino adalah istilah untuk seseorang dengan kondisi genetik yang menyebabkan warna rambut atau kulitnya lebih pucat. Kondisi ini disebut juga dengan albinisme.

Cari tahu bagaimana albinisme bisa terjadi dan perawatan kulit yang tepat untuk albino dalam ulasan ini.
Albinisme adalah kelainan genetik yang disebabkan kurangnya produksi melanin, yaitu pigmen yang memberi warna kulit, rambut, dan mata.
Seseorang yang memiliki albinisme disebut dengan albino. Albino memiliki rambut, kulit, dan mata dengan warna lebih terang dan pucat dari warna kulit ras asalnya.
Kurangnya melanin membuat albino bisa mengalami komplikasi, mulai dari penurunan penglihatan hingga kanker kulit.
Albinisme tidak dapat disembuhkan, tetapi Anda yang memiliki kondisi ini bisa melakukan perawatan untuk melindungi kulit sehingga tetap sehat.
Albinisme relatif umum ditemui. Kondisi ini muncul, tak peduli ras dan etnis apapun di dunia ini.
Terdapat sekitar satu dari 18.000 hingga 20.000 orang di Amerika Serikat mengidap albinisme.
Sementara itu, kondisi ini mungkin terjadi pada satu dari 3.000 orang di bagian dunia lain.
Sebagian besar anak-anak dengan albinisme terlahir dari orangtua dengan warna mata dan rambut yang normal, sesuai dengan ras mereka.
Albinisme dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Dilansir dari Mayo Clinic, albinisme bisa memengaruhi kondisi kulit, rambut, iris mata, dan penglihatan. Berikut tanda-tanda dan gejalanya.
Albino memiliki warna kulit yang lebih putih atau lebih terang dari warna kulit normal pada ras keturunannya.
Jika keturunan Asia, albino memiliki warna kulit yang cenderung pucat, lebih putih dari warna kulit kuning langsat atau sawo matang.
Sementara jika lahir dari orang tua kulit hitam, albino biasanya punya warna kulit cokelat muda.
Meski begitu, kulit albino mungkin saja menggelap seiring bertambahnya usia karena produksi melanin dapat meningkat saat remaja.
Akibat kekurangan melanin, orang albino lebih sering memiliki ciri-ciri kulit seperti:
Selain itu, kulit albino lebih rentan terbakar atau rusak karena sinar matahari. Hal ini pun meningkatkan risiko kanker kulit.
Kurangnya pigmen juga dapat mengubah warna rambut, bulu mata, dan alis. Orang dengan albinisme punya warna rambut berkisar dari putih hingga cokelat.
Albino dari ras Asia atau Afrika mungkin memiliki warna rambut kuning, kemerahan, atau cokelat.
Sama halnya dengan kulit, warna rambut juga cenderung menggelap saat awal dewasa, tapi biasanya tidak segelap warna rambut normalnya.
Orang dengan albinisme umumnya memiliki warna iris mata berkisar dari biru muda hingga cokelat. Warna iris bisa berubah seiring bertambahnya usia.
Kurangnya melanin membuat iris atau bagian mata berwarna tampak agak tembus pandang. Akibatnya, iris tak sepenuhnya menghalangi cahaya yang masuk ke mata.
Maka dari itu, tidak heran apabila orang albino umumnya punya kemampuan penglihatan yang buruk.
Melanin sangat penting dalam pertumbuhan saraf mata. Kadar melanin yang rendah membuat albino lebih rentan mengalami gangguan penglihatan.
Berikut tanda-tanda dan gejala albino yang terkait dengan fungsi mata.
Kemungkinan ada tanda atau gejala yang tidak disebutkan di atas.
Jika memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.
Jika menemukan tanda dan gejala albino pada bayi, segera konsultasikan ke dokter.
Albinisme dapat terjadi bersamaan dengan sering mimisan, mudah memar, atau infeksi kronis.
Gejala tersebut bisa terkait sindrom Hermansky-Pudlak atau sindrom Chediak-Higashi. Keduanya memerlukan penanganan medis lebih lanjut.
https://hellosehat.com/penyakit-kulit/kulit-putih-belum-tentu-sehat/
Penyebab albinisme adalah mutasi dari gen yang memengaruhi fungsi satu dari beberapa protein yang terlibat dalam produksi melanin.
Melanin diproduksi oleh sel-sel yang disebut melanosit. Sel-sel ini umumnya ditemukan pada bagian kulit, rambut, dan mata Anda.
Mutasi yang menyebabkan albinisme bisa berbeda-beda. Mutasi dapat menyebabkan berkurang atau tidak adanya melanin sama sekali.
National Organization for Albinism and Hypopigmentation membedakan albinisme berdasarkan bagaimana kondisi ini diwariskan dan gen mana yang terpengaruh.
Dua jenis utama dari albinisme, yakni oculocutaneous albinism dan ocular albinism. Ada pula sejumlah kerusakan gen yang juga menyebabkan albinisme.
OCA mempengaruhi kulit, rambut, dan mata. Jenis albinisme ini paling umum terjadi.
Kondisi ini terjadi ketika seseorang mewarisi dua salinan gen yang bermutasi–masing-masing berasal dari orang tua.
Terdapat 7 jenis albinisme okulokutaneus yang dilabeli OCA1 hingga OCA7.
Kondisi ini disebabkan oleh kurangnya enzim tirosinase. Ada dua subtipe dari OCA1, yakni OCA1A dan OCA1B.
Orang dengan OCA1A tidak memiliki melanin sama sekali yang membuat rambut putih, kulit pucat, dan mata terang.
Sementara itu, orang dengan OCA1B menghasilkan beberapa melanin sehingga warna kulit, rambut, dan mata berwarna terang .
Kondisi ini disebabkan oleh cacat gen OCA2 yang mengakibatkan produksi melanin berkurang.
Orang dengan OCA2 memiliki kondisi bawaan berupa mata dan kulit yang berwarna terang, sedangkan rambut berwarna kuning, pirang atau cokelat muda.
Kondisi ini merupakan hasil dari cacat genetik pada gen TYRP1, yakni protein yang terkait dengan enzim tirosinase.
Hal ini membuat orang dengan OCA3 memiliki kulit berwarna cokelat kemerahan, rambut merah, mata berwarna coklat.
Kondisi ini merupakan cacat genetik dalam protein SLC45A2 yang membantu menghasilkan enzim tirosinase dan menjalankan fungsinya.
Hal ini menyebabkan munculnya gejala serupa pada OCA2, seperti mata dan kulit terang serta rambut berwarna kuning, pirang, atau cokelat muda.
OCA5, OCA6, dan OCA7 adalah subtipe albinisme okulokutaneus yang sangat langka. Kondisi ini ditemukan pada manusia tahun 2012 dan 2013.
Ada mutasi pada tiga gen penyebab tambahan pada orang dengan jenis albino. Maka dari itu, kondisi ini dianggap tidak umum.
Albinisme okular atau OA disebabkan oleh mutasi gen pada kromosom X dan terjadi hampir secara khusus pada pria saja.
Orang dengan albinisme okular dapat memiliki rambut, kulit, dan warna mata yang normal, tetapi tidak memiliki warna pada retina.
Hermansky-Pudlak Syndrome (HPS) disebabkan cacat pada salah satu dari 10 gen.
Kondisi ini menyebabkan gejala menyerupai OCA. Selain itu, sindrom ini juga memicu kelainan paru-paru, usus, dan perdarahan.
Kondisi ini disebabkan oleh kurangnya gen LYST sehingga menimbulkan gejala yang menyerupai OCA.
Orang dengan Chediak-Higashi Syndrome dapat memiliki rambut coklat atau pirang, kulit putih krem hingga keabuan, dan cacat pada sel darah putih.
Griscelli Syndrome disebabkan oleh cacat pada salah satu dari 3 gen. Kondisi ini sering terjadi dengan albinisme, masalah imun, dan masalah sistem saraf.
Sindrom ini umumnya akan mengakibatkan kematian dalam satu dekade kehidupan pertama.
Albinisme adalah kondisi genetik yang memengaruhi orang dari semua ras. Pria dan wanita sama-sama berisiko, tetapi albinisme okular terjadi hanya pada pria.
Sekitar satu dari 70 orang memiliki gen albinisme. Pasangan yang masing-masing pembawa gen albinisme resesif memiliki peluang 25% untuk memiliki anak albino.
Apabila seseorang dalam keluarga memiliki albinisme, Anda tentu memiliki risiko yang lebih tinggi terhadap kondisi ini.

Albinisme dapat menimbulkan komplikasi pada kulit, mata, serta memengaruhi kondisi psikologis akibat stigma dan diskriminasi di lingkungan sosial.
Masalah penglihatan dapat mempengaruhi proses pembelajaran, pekerjaan, dan aktivitas lain seperti mengemudikan kendaraan.
Albino memiliki kulit yang sangat sensitif terhadap cahaya dan sinar matahari.
Terbakar matahari merupakan komplikasi serius yang berhubungan dengan albinisme. Kondisi ini juga bisa mengarah ke masalah lain, seperti kanker kulit.
Albino kerap mengalami diskriminasi di lingkungan sosial karena warna kulitnya yang lebih pucat atau keterbatasan lain yang disebabkan komplikasi albinisme.
Perundungan dan pengasingan dari orang-orang di sekitar dapat memberikan dampak emosional pada orang dengan albinisme.
https://hellosehat.com/parenting/kesehatan-anak/penyakit-pada-anak/8-fakta-albinisme-albino/
Tes genetik merupakan pemeriksaan paling akurat untuk mendiagnosis albinisme. Tes ini efektif bila Anda memiliki riwayat keluarga pengidap kondisi serupa.
Selain tes genetik, pemeriksaan albino bisa meliputi hal-hal berikut ini.
Sejauh ini, pengobatan bertujuan mengatasi gangguan yang disebabkan oleh albinisme, bukan untuk memperbaiki kelainan genetik yang dialami.
Jika tidak mengalami gangguan medis tertentu dan dapat beraktivitas dengan normal, albino tidak perlu menjalani pengobatan.
Namun, Anda yang memiliki albinisme perlu melakukan perawatan tertentu untuk menjaga kesehatan organ yang rentan mengalami komplikasi.
Jadwalkan pemeriksaan mata tahunan dengan dokter mata. Penggunaan kacamata yang tepat dapat mengurangi gangguan fokus penglihatan.
Selain itu, dokter mata dan ahli bedah mata bisa memperbaiki otot optik yang memicu pergerakan mata yang tidak normal akibat nistagmus.
Pembedahan juga dapat mengatasi mata juling atau strabismus.
Perawatan pada albinisme ini bertujuan mencegah kanker kulit. Hal ini termasuk pemeriksaan kulit tahunan ke dokter spesialis kulit.
Dokter akan melakukan pemeriksaan pada lesi (luka akibat kerusakan jaringan kulit) yang mungkin menyebabkan kanker kulit.
Salah satu bentuk agresif kanker kulit yang disebut melanoma dapat muncul sebagai lesi kulit berwarna merah muda pada orang dengan albinisme.
Nah, albino yang memiliki sindrom Hermansky-Pudlak atau sindrom Chediak-Higashi umumnya memerlukan perawatan lain untuk mencegah komplikasi.
Sejumlah perubahan gaya hidup dan seperti berikut ini dapat membantu albino hidup sehat dan normal.
Karena kondisi kulit yang berbeda, albino tampak mencolok di antara orang-orang pada umumnya. Hal ini bisa membuat albino diasingkan dari lingkungan sosial.
Berbicaralah dengan konselor kesehatan mental dan bergabung dengan komunitas albino untuk mengatasi kesulitan emosional yang Anda alami.
Apabila memiliki pertanyaan lebih lanjut, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
What is Albinism?. National Organization for Albinism and Hypopigmentation. Retrieved 12 November 2021, from https://www.albinism.org/information-bulletin-what-is-albinism/
Albinism. MedlinePlus Medical Encyclopedia. (2019). Retrieved 12 November 2021, from https://medlineplus.gov/ency/article/001479.htm
Albinism – Symptoms and causes. Mayo Clinic. (2018). Retrieved 12 November 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/albinism/symptoms-causes/syc-20369184
Albinism – Diagnosis and treatment. Mayo Clinic. (2018). Retrieved 12 November 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/albinism/diagnosis-treatment/drc-20369189
Albinism: Types, Symptoms and Causes. Cleveland Clinic. (2021). Retrieved 12 November 2021, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/21747-albinism
Albinism. DermNet NZ. (2014). Retrieved 12 November 2021, from https://dermnetnz.org/topics/albinism
Versi Terbaru
25/11/2021
Ditulis oleh Fajarina Nurin
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
Diperbarui oleh: Nanda Saputri