Microneedling adalah salah satu perawatan yang memanfaatkan jarum-jarum halus untuk menjaga kulit tetap awet muda.
Umumnya, metode ini menggunakan jarum tersebut yang ditusukkan ke kulit. Hal ini bertujuan untuk menimbulkan luka kecil guna merangsang peremajaan kulit.
Prosedur perawatan kulit ini termasuk metode yang dikenal sebagai terapi induksi kolagen. Bahkan, microneedling memiliki manfaat dalam memperlambat penuaan, menyamarkan kerutan, dan bekas jerawat.
Siapa yang membutuhkan microneedling?
Hampir setiap orang dapat melakukan microneedling asalkan dalam keadaan sehat dan tidak memiliki luka terbuka.
Selain itu, prosedur ini mungkin direkomendasikan untuk Anda yang memiliki masalah kulit tertentu, tetapi sudah menjalani perawatan rumahan dan tidak berhasil.
Bila kulit tengah berjerawat, Anda harus menunggu hingga kulit pulih dari iritasi jerawat. Pasalnya, proses microneedling dapat menambah iritasi.
Alih-alih mendapat manfaat dari microneedling, metode ini justru memicu efek samping yang serius bila tidak benar-benar diperhatikan.
Manfaat
Apa saja manfaat microneedling?
Sumber: Reader’s Digest
Prosedur microneedling menawarkan segudang manfaat bagi Anda yang mengalami masalah kulit tertentu, seperti:
Pada saat prosedur berlangsung, dokter akan menusukkan kulit dengan alat menyerupai pena untuk membuat tusukan kecil di bawah kulit.
Jarum ini sangat kecil, sehingga Anda mungkin tidak akan merasakan sakit setelah microneedling dilakukan.
Lalu, dokter akan menggerakkan alat pada seluruh kulit sehingga kulit baru yang diremajakan juga akan merata.
Sebelum dimulai, Anda akan diberikan anestesi topikal untuk mengurangi rasa sakit. Hal ini dilakukan sekitar satu jam sebelum perawatan.
Normalnya, prosedur microneedling memakan waktu sekitar 30 menit. Bila sudah selesai, dokter akan mengoleskan serum atau cairan yang menenangkan kulit.
Secara keseluruhan, Anda mungkin akan berada di ruangan dokter kulit selama berjam-jam hingga benar-benar selesai.
Risiko
Apa saja efek samping dari microneedling?
Microneedling merupakan prosedur yang aman dan minim risiko. Namun, sama seperti prosedur perawatan kulit lainnya, ada sejumlah efek samping yang dapat muncul, meliputi:
iritasi kulit ringan,
kulit memerah,
pembengkakan,
memar,
kulit kering, dan
pengelupasan kulit.
Beberapa efek samping di atas termasuk ringan hingga sedang, dan dikategorikan normal.
Bila Anda mengalami beberapa kondisi ini usai menjalani microneedling, silakan konsultasikan dengan dokter. Beberapa efek samping tersebut antara lain:
reaksi terhadap penggunaan obat topikal selama perawatan.
Siapa yang tidak dianjurkan melakukan microneedling?
Meski terbilang aman, manfaat dan prosedur microneedling tidak untuk semua orang. Ada beberapa kondisi yang tidak dianjurkan untuk menjalani perawatan ini, yaitu:
kehamilan,
menderita masalah kulit tertentu, seperti psoriasis atau eksim,
Apa yang perlu dipersiapkan untuk perawatan rumahan ini?
Sama seperti perawatan kulit lainnya, microneedling rumahan memerlukan persiapan terlebih dahulu sebelum Anda mulai.
Ada beberapa peralatan yang perlu Anda persiapkan, yaitu:
derma roller,
alkohol isopropyl 70%,
cleanser,
numbing cream (opsional), dan
serum.
Bagaimana prosedur microneedling di rumah dilakukan?
Setelah alat-alat tersebut disiapkan. Berikut ini beberapa langkah yang perlu diperhatikan ketika melakukan microneedling di rumah.
Mensterilkan dermaroller sebelum melakukan microneedling.
Merendam derma roller dalam alkohol isopropil 70% selama 5-10 menit.
Mencuci wajah menggunakan pembersih dengan pH seimbang.
Mengoleskan kulit dengan alkohol isopropil 70%.
Bila kulit terasa sakit, pakai numbing cream setelah mencuci wajah.
Bagi empat area wajah menjadi atas kiri dan kanan, serta bawah kiri dan kanan.
Menjalankan derma roller secara lembut dengan gerakan satu arah.
Gerakan per bagian wajah cukup dilakukan 2-3 kali.
Kembali mencuci wajah dan gunakan serum sesuai jenis kulit Anda.
Bila Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut, silakan konsultasikan dengan dokter kulit atau ahli dermatologi guna memahami solusi yang tepat untuk Anda.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Ranaweera, A. (2012). Skin Needling. DermNet NZ. Retrieved 10 June 2021, from https://dermnetnz.org/topics/skin-needling/
How Microneedling Smooths Your Wrinkles. (2020). Cleveland Clinic. Retrieved 10 June 2021, from https://health.clevelandclinic.org/got-wrinkles-how-to-know-if-microneedling-is-right-for-you/
Ramaut, L., Hoeksema, H., Pirayesh, A., Stillaert, F., & Monstrey, S. (2018). Microneedling: Where do we stand now? A systematic review of the literature. Journal Of Plastic, Reconstructive & Aesthetic Surgery, 71(1), 1-14. doi: 10.1016/j.bjps.2017.06.006. Retrieved 10 June 2021.
Konstantinovsky, M. (2019). How At-Home Microneedling Can Reduce Scars, Spots, and Lines. Healthline. Retrieved 10 June 2021, from https://www.healthline.com/health/beauty-skin-care/microneedling-at-home
Microneedling: experienced hands can improve the face. (2018). American Academy of Dermatology. Retrieved 10 June 2021, from https://www.aad.org/news/microneedling
Versi Terbaru
23/05/2022
Ditulis oleh Maria Amanda
Ditinjau secara medis olehdr. Patricia Lukas Goentoro