Psoriasis adalah penyakit kulit kronis yang ditandai dengan pertumbuhan sel kulit baru yang terlalu cepat. Akibatnya, sel kulit baru akan terus menumpuk di permukaan hingga membentuk bercak tebal yang berwarna merah dan bersisik.

Psoriasis termasuk penyakit autoimun yang tidak diketahui pasti penyebabnya. Selain karena masalah sistem kekebalan tubuh, psoriasis biasanya muncul dipicu oleh berbagai faktor baik dari dalam diri maupun lingkungan.
Walau tidak ada obat untuk menyembuhkan psoriasis, penyakit ini dapat kambuh kembali di kemudian hari. Anda pun tak perlu khawatir karena sudah tersedia banyak obat dan penanganan untuk mengobati gejalanya.
Psoriasis juga bukan termasuk penyakit kulit menular, sebab psoriasis tidak disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri. Walau jika Anda melakukan kontak kulit atau meminjam barang-barang pribadi milik pasien, Anda tetap tidak akan tertular penyakit ini.
Penyakit kulit ini cukup umum, dan biasanya terjadi pada orang dewasa. Laki-laki dan perempuan sama-sama rentan untuk terkena penyakit kulit ini. Anda bisa meminimalkan peluang kena dengan mengurangi penyebabnya.
Sebenarnya, penyebab psoriasis sendiri belum diketahui pasti. Namun, kondisi ini diduga kuat adalah akibat dari gangguan pada sistem kekebalan tubuh.
Sistem kekebalan tubuh berisi sel darah putih yang disebut limfosit T (sel T) untuk mendeteksi dan melawan zat asing seperti virus atau bakteri. Sayangnya akibat terjadi kesalahan, sel T justru menyerang sel-sel sehat seolah sedang melawan luka atau infeksi.
Serangan ini menyebabkan tubuh membuat sel-sel kulit baru lebih sering dari yang seharusnya. Akibatnya, terjadilah tumpukan sel kulit ekstra di atas kulit. Karena alasan ini pula, psoriasis juga kerap termasuk penyakit autoimun.
Selain itu, faktor genetik juga memiliki kemungkinan sebagai penyebab kondisi ini. Para ilmuwan menemukan fakta bahwa orang dengan gen tertentu cenderung terkena psoriasis.
Perlu diketahui, hal ini tidak berlaku untuk semua orang. Ada yang mengidap psoriasis tanpa gen tersebut, ada juga yang memiliki gen psoriasis tapi tidak mengidap penyakitnya.
Tanda dan gejala psoriasis dapat bervariasi pada setiap orang. Dikutip dari Mayo Clinic, biasanya kondisi ini tergantung pada jenis psoriasis yang Anda miliki. Berikut gejala yang muncul berdasarkan jenis penyakitnya.
Psoriasis plak atau psoriasis vulgaris merupakan jenis psoriasis yang paling umum. Dilansir dari American Academy of Dermatology, beberapa gejalanya berupa sebagai berikut.
Masalah kulit yang satu ini juga bisa menyebar ke kuku kaki dan tangan. Berikut berbagai gejala yang menyebar ke kuku (psoriasis kuku).
Psoriasis gutata atau gutata adalah psoriasis yang sering muncul pada anak-anak sampai remaja. Biasanya kondisi psoriasis seperti ini dipicu oleh infeksi bakteri seperti radang tenggorokan.
Jenis ini ditandai dengan munculnya benjolan kecil di kulit secara tiba-tiba. Biasanya benjolan menutupi sebagian besar tubuh, kaki, dan lengan. Benjolan kadang juga muncul di wajah, kulit kepala, dan telinga.
Benjolan yang muncul kerap bersisik dan berwarna merah muda. Namun, teksturnya tidak setebal plak pada psoriasis vulgaris.
Jenis ini biasanya muncul dan berkembang di area kulit yang saling menempel seperti ketiak, alat kelamin, dan lipatan bokong. Umumnya, psoriasis inversa dipicu oleh infeksi jamur di kulit.
Kemunculannya ditandai dengan tanda dan gejala seperti sebagai berikut.
Psoriasis pustulosa biasanya ditandai dengan berbagai gejala seperti kulit merah dan bengkak yang disertai benjolan berisi nanah, nyeri yang terasa pada kulit, dan munculnya titik-titik cokelat saat benjolan mengering.
Psoriasis pustular membuat pengidapnya mengalami rasa sakit saat beraktivitas terutama yang menggunakan tangan atau kakinya.
Psoriasis eritroderma adalah kasus langka yang paling jarang menyerang. Masalah kesehatan yang satu ini biasanya membuat tumbuh dipenuhi dengan ruam merah mengelupas yang gatal dan terasa seperti terbakar.
Selain peradangan pada kulit, psoriasis arthritis biasanya membuat sendi bengkak dan nyeri. Penyakit ini bisa menyerang sendi mana pun di tubuh. Meski tidak melumpuhkan, jenis yang satu ini bisa membuat sendi kaku dan rusak secara bertahap. Akibatnya, seseorang berisiko tinggi terkena kelainan bentuk sendi secara permanen.
Terkadang, gejala penyakit psoriasis sulit dibedakan dengan penyakit infeksi jamur. Padahal bila diamati lebih jelas, terdapat beberapa perbedaan di antara keduanya.
Ciri khas psoriasis adalah munculnya sisik berwarna keperakan, yang mana hal ini tidak muncul pada bercak yang disebabkan oleh infeksi jamur. Selain itu, bagian tengah pada lesi dari infeksi jamur kerap terlihat bersih, sedangkan bagian pinggirannya masih terlihat aktif dan terasa gatal. Hal ini juga kerap disebut central healing.
Jika Anda merasa mengalami gejala-gejala di atas, temui dokter segera untuk menjalani pemeriksaan. Bicarakan dengan dokter jika penyakit Anda:
Segera cari saran medis jika tanda dan gejala memburuk atau tidak juga membaik dengan perawatan. Itu tandanya, Anda butuh obat berbeda atau kombinasi perawatan lain untuk membantu mengendalikannya.
Berikut berbagai faktor yang meningkatkan risiko seseorang untuk terkena penyakit kulit yang satu ini meliputi hal-hal sebagai berikut.
Selain itu, penyakit kulit autoimun ini bisa muncul sewaktu-waktu jika Anda mengalami kondisi sebagai berikut.
Setiap orang memiliki faktor pemicu berbeda-beda dari penyakit kulit ini. Oleh karena itu, pengidapnya harus tahu faktor apa saja yang memicu kemunculan gejala untuk menghindarinya.
Penyakit kulit ini bisa saja menimbulkan masalah serius lainnya bila Anda tidak segera mengobati gejalanya.
Komplikasi yang paling umum terjadi adalah menyebarnya gejala psoriasis di area tubuh yang lain. Selain itu, beberapa orang juga mengalami komplikasi berupa radang sendi yang juga disebut sebagai psoriasis arthritis. Gejalanya berupa pembengkakan serta kaku dan nyeri terutama pada sendi tangan.
Komplikasi lainnya meliputi:
Pada kasus yang lebih parah, komplikasi psoriasis juga dapat menyerang organ-organ yang ada dalam tubuh, salah satunya adalah jantung. Hal ini bisa terjadi ketika peradangan di kulit membuat zat-zat proinflamasi masuk ke dalam darah.
Peradangan pada pembuluh darah pun akhirnya menimbulkan kondisi bernama ateroklerosis, di mana pembuluh darah menyempit karena adanya penumpukan plak pada dinding dalam pembuluh darah arteri.
Kondisi tersebut mengakibatkan aliran darah menuju jantung jadi terhambat dan meningkatkan risiko penyakit seperti penyakit jantung koroner atau serangan jantung.
Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.
Pemeriksaan fisik dan biopsi adalah dua prosedur utama untuk mendiagnosis psoriasis.
Pertama, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik dan riwayat medis terlebih dahulu untuk mengecek kondisi ini. Dokter akan memeriksa kulit, kulit kepala, dan kuku untuk melihat kemungkinan penyakit dari gejala yang ditunjukkan.
Selain itu, dokter juga akan menanyakan riwayat kesehatan keluarga. Tujuannya untuk mengecek apakah Anda memiliki risiko psoriasis yang menurun dari keluarga atau tidak.
Jika dibutuhkan, dokter biasanya akan mengambil sampel kecil kulit untuk diperiksa. Sebelum mengambil sampel kulit, dokter akan memberikan anestesi lokal terlebih dahulu. Kemudian, sampel akan diperiksa di bawah mikroskop untuk diteliti lebih lanjut.
Psoriasis tidak dapat disembuhkan tetapi pengobatan dapat membantu mengendalikan gejalanya. Perawatan umumnya terbagi dalam tiga kategori, yaitu obat oles, obat minum atau suntik, dan terapi cahaya.
Berikut berbagai obat oles atau salep untuk psoriasis yang biasanya diresepkan yaitu:
Kortikosteroid
Kortikosteroid mampu mengurangi peradangan dan rasa gatal. Salep dengan dosis ringan diperuntukkan untuk area sensitif seperti wajah atau lipatan kulit. Sementara dosis yang kuat diperlukan untuk mengobati area yang sulit diobati.
Retinoid
Obat ini merupakan turunan dari vitamin A untuk membantu mengurangi peradangan. Namun, obat ini dapat membuat kulit lebih sensitif terhadap sinar matahari. Untuk itu, Anda perlu menggunakan tabir surya saat berkegiatan di luar ruangan.
Anthralin
Obat ini membantu menghambat pertunbuhan sel kulit. Selain itu, anthralin juga bisa menghilangkan sisik sehingga membuat kulit menjadi lebih halus. Pastikan untuk menggunakannya sesuai dengan petunjuk karena dapat menimbulkan iritasi kulit.
Asam salisilat
Asam salisilat membantu meluruhkan sel kulit mati dan mengurangi kerak. Biasanya obat ini tersedia dalam bentuk sampo atau salep.
Analog vitamin D
Analog vitamin D adalah produk vitamin D buatan yang membantu memperlambat pertumbuhan sel kulit. Calcipotriene adalah krim resep yang mengandung analog vitamin D untuk merawat psoriasis ringan hingga sedang.
Inhibitor calcineurin
Inhibitor calcineurin bertujuan mengurangi peradangan dan penumpukan plak. Meski efektif, obat ini biasanya tidak direkomendasikan untuk penggunaan jangka panjang. Pasalnya bisa meningkatkan risiko kanker kulit dan limfoma.
Tar batubara
Tar batubara atau coal tar membantu mengurangi kerak, gatal, dan peradangan pada kulit. Biasanya obat ini tersedia dalam bentuk sampo, krim, dan minyak. Namun, tar batubara tidak diboleh digunakan untuk wanita yang hamil atau menyusui.
Pelembap
Pelembap memang tidak akan membantu menyembuhkan penyakit kulit yang satu ini. Namun, produk perawatan ini menjaga kulit tetap lembap.
Dengan begitu, kulit akan terhindar dari kekeringan yang bisa membuatnya semakin gatal. Untuk mengunci kelembapan kulit, gunakan segera setelah mandi saat kulit masih setengah kering.
Untuk orang dengan keparahan penyakit sedang hingga parah, dokter akan memberikan obat minum atau suntik. Obat psoriasis akan langsung masuk ke tubuh dan sistem peredarah darah.
Adapun berbagai obat yang biasanya diresepkan yaitu:
Sederet Bahan Herbal yang Berpotensi Sebagai Obat untuk Psoriasis
Terapi cahaya adalah prosedur perawatan tambahan untuk psoriasis yang sering direkomendasikan. Prosedur perawatan yang satu ini biasanya menggunakan sinar ultraviolet alami atau buatan.
Terapi cahaya bisa membantu membunuh sel darah putih yang terlalu aktif menyerang sel kulit sehat. Dokter akan menggunakan sinar ultraviolet A (UVA) dan ultraviolet B (UVB) untuk membantu mengurangi gejala. Jenis dan banyaknya terapi disesuaikan dengan tingkat keparahan dan kondisi kulit Anda.
Selain itu, terapi cahaya juga menjadi perawatan pelengkap untuk masalah kesehatan ini, Tujuannya yaitu untuk membuat gejala penyakit autoimun ini tak lagi menghambat aktivitas Anda.
Psoriasis adalah penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Namun, kombinasi obat dokter dan perawatan rumah bisa membantu meringankan kondisi dan juga sebagai pencegahan psoriasis. Berikut berbagai hal yang bisa dilakukan.
Jangan sungkan untuk berkonsultasi ke dokter jika gejala yang dialami sangat menganggu. Selain itu, bergabunglah dengan kelompok pendukung yang berisikan pengidap psoriasis serta profesional agar Anda tidak merasa sendirian.
Bila ada pertanyaan, konsultasikan dengan dokter spesialis kulit untuk solusi terbaik masalah Anda.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Ferri, F. F. (2012). Ferri’s Netter Patient Advisor E-Book. St. Louis, MO: Elsevier Health Sciences.
Psoriasis | Psoriatic Arthritis. (n.d.). MedLine Plus. Retrieved 16 January 2016, from https://medlineplus.gov/psoriasis.html
Psoriasis – Symptoms and causes. (2019). Retrieved 16 January 2016, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/psoriasis/symptoms-causes/syc-20355840
Psoriasis: Causes. (n.d.). Retrieved 29 April 2019, from https://www.aad.org/public/diseases/scaly-skin/psoriasis/who-gets-psoriasis-and-what-causes-it#Treatment
Psoriasis. (2017). Retrieved 29 April 2019, from https://www.nhs.uk/conditions/psoriasis/
Hu, S., & Lan, C. (2017). Psoriasis and Cardiovascular Comorbidities: Focusing on Severe Vascular Events, Cardiovascular Risk Factors and Implications for Treatment. International Journal Of Molecular Sciences, 18(10), 2211. Retrieved 8 September 2020. doi: 10.3390/ijms18102211
Versi Terbaru
09/11/2021
Ditulis oleh Fidhia Kemala
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro
Diperbarui oleh: Fidhia Kemala
Ditinjau secara medis oleh
dr. Patricia Lukas Goentoro
General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)