Psoriasis inversa adalah penyakit kulit tidak menular yang menyebabkan munculnya lesi berwarna merah keunguan, cokelat, atau lebih gelap daripada kulit di sekitarnya. Lesi psoriasis inversa muncul pada area lipatan kulit.

Tidak seperti jenis psoriasis pada umumnya yang membuat kulit kering dan bersisik, lesi (jaringan kulit pecah) pada psoriasis inversa bertekstur halus dan licin. Kebanyakan pasien yang mengalami psoriasis jenis ini juga mengalami jenis psoriasis lain pada waktu yang sama.
Bentuk psoriasis ini dapat dipicu oleh berbagai hal dan kondisi. Pemicu psoriasis inversa hampir sama dengan psoriasis vulgaris. Bedanya, infeksi yang disebabkan oleh jamur dan bakteri juga diduga juga turut berperan besar terhadap kemunculan gejala psoriasis ini.
Berdasar statistik WHO, dari 125 juta orang di dunia, 2 – 3% di antaranya merupakan penderita psoriasis. Berdasarkan waktu kemunculan ciri-ciri dan gejala psoriasis, sebagian besar penyakit ini dideteksi pertama kali pada usia 15-25 tahun.
Bentuk psoriasis satu ini tidak umum terjadi, tapi bisa menyerang siapa saja di usia berapa pun. Salah satu kelompok yang sering diidentifikasi menunjukkan gejala psoriasis inversa adalah balita. Pada bayi, gejala ditemukan pada pangkal paha atau area di mana iritasi ruam popok sering muncul.
Pun demikian, dalam laporan yang dipublikasikan Clinical, Cosmetic And Investigational Dermatology, diketahui prevalensi penyakit mencakup sekitar 3-36% dari berbagai kasus penyakit kulit di dunia.
Laporan ini juga menduga kemunculan gejala psoriasis inversa secara tiba-tiba menandakan komplikasi berupa ruam pada kulit penderita HIV.
Psoriasis jenis ini menimbulkan gejala berupa munculnya lesi kulit berwarna ungu, coklat, atau berwarna lebih gelap dari kulit Anda. Pada orang-orang ras kaukasia, warna lesi yang muncul cenderung lebih merah. Lesi berbentuk lebar dengan sisi yang membulat.
Seperti yang sudah disebutkan, tekstur lesi psoriasis inversa berbeda dari jenis psoriasis lainnya. Psoriasis ini tidak menimbulkan gejala berupa kerak keperakan, sebab gejalanya muncul pada lipatan kulit yang mana merupakan area yang sangat lembap.
Gejala paling sering ditemukan pada:
Meski begitu, plak bisa juga muncul pada kulit kering yang mengerak seperti penis.
Kemunculan gejala berupa ruam kulit merah biasanya bersifat lokal, artinya hanya ditemukan pada salah satu bagian tubuh. Namun tak jarang, gejala psoriasis inversa juga bisa muncul bersamaan dengan psoriasis vulgaris.
Pada lipatan kulit yang terkena plak, kulit menjadi sangat sensitif sehingga bisa mengelupas, pecah, dan membentuk fisura. Luka pada kulit ini bisa menimbulkan rasa perih atau bahkan mengeluarkan darah.
Selain itu, psoriasis ini bisa menyebakan masalah kulit yang lebih serius, di antaranya sebagai berikut.
Jika mengalami gejala dan tanda-tanda lesi kulit seperti yang telah disebutkan, terutama ketika gejala tidak kunjung hilang dalam waktu lama, segerakan untuk menemui dokter spesialis kulit.
Beberapa kondisi lainnya yang mengharuskan Anda untuk mendapatkan pengobatan secara medis sesegera mungkin adalah sebagai berikut.
Pemeriksaan secara medis juga teramat disarankan jika sebelumnya Anda telah mencoba pengobatan mandiri atau alami, tapi gejala malah semakin memburuk. Hal ini menandakan bahwa Anda membutuhkan obat atau kombinasi pengobatan psoriasis yang berbeda.
Sebenarnya, penyebab psoriasis sendiri belum benar-benar diketahui. Namun, proses peradangan kulit terkait psoriasis merujuk pada kondisi autoimun, yaitu saat sistem kekebalan tubuh yang bertugas melawan kuman penyakit malah menyerang sel-sel kulit yang sehat.
Kondisi autoimun yang diduga ikut memengaruhi diakibatkan oleh interaksi antara sel-sel dalam darah yaitu sel limfosit T, sel dendritik, keratinosit, neutrofil, dan sitokin proinflamasi yang mengaktifkan bagian sistem imun untuk menyebabkan terjadinya peradangan.
Peradangan ini menyebabkan keratinosit yang merupakan sel kulit baru untuk berkembang dengan sangat cepat. Ketika sel kulit baru tumbuh, ia akan menekan lapisan pelindung epidermis dan menyebabkan penebalan kulit yang dikenali sebagai psoriasis.
Akan tetapi, mekanisme yang menyebabkan munculnya plak merah pada psoriasis inversa hingga saat ini belum bisa diketahui secara pasti. Berbagai faktor dari lingkungan dan kondisi kesehatan diketahui dapat memicu gejala psoriasis inversa.
Kendati penyebabnya belum diketahui dengan jelas, beberapa hal dan kondisi dapat menjadi faktor pemicu yang menyebabkan seseorang mengalami gejala psoriasis inversa.
Faktor pemicu untuk setiap orang bisa berbeda-beda bahkan berganti dari waktu kewaktu. Faktor-faktor pemicu penyakit ini meliputi:
Untuk mendiagnosis penyakit ini, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mengidentifikasi gejala. Dokter selanjutnya akan menyelidiki apakah Anda mengalami kondisi yang menjadi faktor risiko.
Dokter biasanya juga akan melaksanakan beberapa prosedur pemeriksaan yang lebih mendalam untuk memperoleh evaluasi dari diagnosis awal. Prosedur seperti biopsi kulit dan tes laboratorium bertujuan untuk membedakan psoriasis inversa dengan penyakit dengan gejala serupa.
Pengobatan psoriasis ini cukup sulit akibat lokasi gejala yang muncul pada lipatan kulit. Bagian lipatan umumnya memiliki kulit yang lebih tipis dan sensitif.
Seringnya, dokter akan meresepkan krim atau salep kortikosteroid, Salep kortikosteroid yang lebih ringan bisa saja menyembuhkan gejala, namun biasanya gejala akan kambuh lagi beberapa saat setelah menghentikan pengobatan. Maka dari itu, terkadang dibutuhkan salep kortikosteroid yang lebih kuat.
Meski demikian, pemakaian salep kortikosteroid yang kuat harus dilakukan dengan sangat hati-hati karena obat ini memiliki efek samping yang dapat membuat kulit menjadi tipis.
Cukup oleskan tipis-tipis salep tersebut pada area yang terkena psoriasis dan hanya boleh digunakan dalam jangka pendek sampai gejalanya sudah sembuh. Pengobatan ini harus dilakukan di bawah pengawasan dokter.
Selain itu, terdapat juga beberapa obat lainnya yang kerap digunakan untuk mengobati gejala psoriasis inversa. Obat-obatan ini bisa dikombinasikan dengan salep steroid ataupun digunakan secara terpisah, yaitu:
Perawatan sederhana di rumah yang membantu mengendalikan gejala bisa dilakukan dengan menghindari berbagai faktor pemicu dari psoriasis inversa.
Terdapatnya kaitan antara penyakit ini dengan obesitas, konsumsi, alkohol, rokok, dan obat-obatan tertentu menuntun penderita psoriasis inversa untuk menerapkan gaya hidup yang lebih sehat.
Untuk bantu mempercepat proses penyembuhan psoriasis, Anda juga perlu melakukan berberapa hal berikut ini.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Micali, G., Verzì, A., Giuffrida, G., Panebianco, E., Musumeci, M., & Lacarrubba, F. (2020). Inverse Psoriasis: From Diagnosis to Current Treatment Options. Clinical, Cosmetic And Investigational Dermatology, Volume 12, 953-959. doi: 10.2147/ccid.s189000
Flexural psoriasis. (2020). DermNet NZ. Retrieved 26 February 2020, from https://dermnetnz.org/topics/flexural-psoriasis/
Inverse Psoriasis. (n.d). National Psoriasis Foundation. Retrieved 10 September 2020, from https://www.psoriasis.org/inverse-psoriasis/
Versi Terbaru
23/12/2020
Ditulis oleh Fidhia Kemala
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro
Diperbarui oleh: Nanda Saputri
Ditinjau secara medis oleh
dr. Patricia Lukas Goentoro
General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)