Pada dasarnya, kulit terdiri dari berbagai tipe, seperti berminyak atau kombinasi. Mengenali tipe kulit dapat membantu Anda menentukan jenis produk skincare yang akan digunakan. Untungnya, ada sejumlah tes untuk mengetahui jenis kulit. Apa saja?
Pada dasarnya, kulit terdiri dari berbagai tipe, seperti berminyak atau kombinasi. Mengenali tipe kulit dapat membantu Anda menentukan jenis produk skincare yang akan digunakan. Untungnya, ada sejumlah tes untuk mengetahui jenis kulit. Apa saja?


Mengenali jenis kulit ternyata penting ketika hendak membeli atau memulai perawatan kulit, terutama pada wajah. Pasalnya, salah menggunakan skincare justru dapat memicu masalah kulit baru yang tentu ingin dihindari.
Dibandingkan menerka-nerka, kenali sejumlah tes untuk mengetahui jenis kulit di bawah ini.
Salah satu cara mengetahui apa jenis kulit Anda adalah memanfaatkan tisu. Tes jenis kulit yang satu ini terbilang cukup mudah dan bisa dilakukan di rumah sendirian.
Dengan menekan tisu, Anda bisa melihat bagian wajah mana yang berminyak maupun tidak sama sekali.
Bila tisu tidak menyerap minyak dari kulit, artinya jenis kulit Anda normal atau sehat. Sementara itu, di bawah ini sejumlah kondisi yang perlu diperhatikan ketika tisu ditempelkan pada kulit.
Selain memanfaatkan tisu, tes untuk mengetahui jenis kulit lainnya yaitu menggunakan tape atau selotip. Jenis pemeriksaan yang dikenal sebagai tape test ini juga cukup mudah.
Setelah melepaskan selotip secara perlahan, lihat bagian mana yang terasa lengket untuk mengetahui jenis kulit Anda.
Jika selotip menempel dan terlepas dengan mudah, artinya Anda mempunyai kulit normal.
Di lain sisi, pemilik kulit berminyak mungkin akan kesulitan karena selotip akan lebih sering bergeser. Hal ini disebabkan minyak mencegah perekat ini menempel langsung pada kulit.
Sementara itu, selotip akan terlihat keruh karena serpihan kulit kering ketika dilepaskan. Ciri ini yang menandai seseorang mungkin memiliki jenis kulit kering.
Selain kedua tes di atas, ada cara yang lebih mudah untuk mengetahui jenis kulit, yaitu melihat bagaimana kinerjanya sepanjang hari. Hasil dari metode ini akan dilihat pada penghujung hari, yakni:
Perlu diingat bahwa yang paling mengenali kondisi kulit adalah Anda sendiri. Tes ini setidaknya memudahkan untuk mempelajari bagaimana kulit Anda sebelum membeli skincare agar mendapatkan hasil yang maksimal.

Tahukah bahwa sebenarnya jenis kulit yang Anda miliki bisa berubah? Faktanya, karakteristik kulit setiap orang memang berbeda dan hal tersebut bisa berganti akibat sejumlah faktor.
Beberapa faktor yang menentukan jenis kulit seseorang antara lain:
Ketiga faktor ini pun bisa dipengaruhi oleh berbagai kondisi, seperti perubahan hormon, genetik, hingga pola makan. Itu sebabnya, tes untuk mengetahui jenis kulit perlu rutin dilakukan agar Anda bisa menyesuaikan perawatan kulit yang akan digunakan.
Selain tes di atas, Anda juga bisa sesekali mencubit kulit dengan lembut untuk mengira-ngira tingkat hidrasi kulit.
Bila Anda bingung harus memulai dari mana, konsultasikan dengan dokter spesialis kulit atau ahli dermatolog untuk memahami solusi yang tepat.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Know Your Skin Type Before Choosing Skin Care Products. (2019). Cleveland Clinic. Retrieved 15 March 2021,from https://my.clevelandclinic.org/health/drugs/10981-know-your-skin-type-before-choosing-skin-care-products
Identifying Your Skin Type. (2019). Mid Atlantic Dermatology & Laser Center. Retrieved 15 March 2021, from http://www.midatlanticdermatology.org/blog/post/identifying-your-skin-type.html
Identifying Skin Type: The Tape Test & Tissue Test. (2016). Southeastern Dermatology. Retrieved 15 March 2021, from https://www.drdoppelt.com/skin-type/
Chesak, J. (2019). The No BS Guide to Discovering Your Real Skin Type. Healthline. Retrieved 15 March 2021, from https://www.healthline.com/health/beauty-skin-care/skin-type-test
Versi Terbaru
19/04/2021
Ditulis oleh Nabila Azmi
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro
Diperbarui oleh: Nanda Saputri
Ditinjau secara medis oleh
dr. Patricia Lukas Goentoro
General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)