Common cold, atau dalam bahasa medis disebut dengan selesma, adalah infeksi virus yang terjadi di saluran pernapasan atas. Infeksi tersebut menyebabkan gejala-gejala seperti hidung tersumbat, bersin, serta sakit tenggorokan. Penyakit ini biasanya bersifat ringan dan dapat disembuhkan dalam waktu 7-10 hari.

Common cold ini juga umum dikenal sebagai batuk pilek karena infeksi terjadi di hidung dan tenggorokan. Sekilas, gejala-gejala yang ditunjukkan memang menyerupai flu atau influenza. Namun, penting untuk diketahui bahwa batuk pilek yang disebut dengan common cold berbeda dengan batuk pilek pada kondisi influenza, baik pada jenis influenza apa pun.
Common cold atau selesma bisa dikategorikan sebagai penyakit yang sangat umum. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), rata-rata orang dewasa di Amerika mengalami batuk pilek sebanyak 2-3 kali dalam setahun.
Angka kejadian penyakit ini lebih banyak ditemukan pada bayi dan anak-anak. Hal ini disebabkan karena sistem kekebalan tubuh pada bayi dan anak-anak masih belum terbentuk dengan baik. Selain itu, lansia berumur 65 tahun ke atas juga lebih rentan mengalami batuk pilek.
Penyakit ini dapat dicegah dan diatasi dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.
Umumnya, gejala-gejala common cold atau selesma muncul 1-3 hari setelah terpapar virus. Tanda-tanda dan gejala yang biasanya muncul meliputi:
Gejala-gejala di atas biasanya akan pulih dalam waktu 7-10 hari. Namun, orang-orang dengan sistem imun tubuh yang lemah, punya asma, atau penyakit pernapasan lainnya mungkin akan mengalami komplikasi yang lebih serius, seperti bronkitis atau pneumonia.
Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.
Kebanyakan kasus batuk pilek atau common cold memang bersifat ringan dan sembuh dengan sendirinya dalam waktu cepat. Namun, Anda perlu waspada dan segera periksakan diri ke dokter jika muncul gejala berikut:
Pada anak-anak, gejala-gejala yang perlu diwaspadai adalah sebagai berikut:
Tubuh masing-masing orang berbeda dan akan menunjukkan gejala-gejala yang bervariasi pula. Selalu konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang paling sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.
Common cold atau selesma disebabkan oleh infeksi virus. Jenis virus yang paling umum menyebabkan batuk pilek pada common cold adalah rhinovirus.
Virus penyebab batuk pilek ini dapat menular dari satu orang ke orang lainnya. Ditambah lagi, virus tersebut dapat menempel di permukaan benda selama beberapa hari, seperti gagang pintu atau meja.
Ketika seseorang menyentuh permukaan di mana terdapat virus, atau melakukan kontak fisik yang cukup dekat dengan penderita batuk pilek, orang tersebut dapat tertular.
Virus pada batuk pilek biasa atau common cold berbeda dengan virus yang menyebabkan influenza. Pada kasus influenza, penyakit disebabkan oleh virus influenza A atau B. Selain itu, influenza juga merupakan penyakit yang jauh lebih serius daripada batuk pilek biasa, bahkan berisiko mengancam nyawa.
Common cold atau batuk pilek adalah penyakit yang dapat tersebar ke setiap orang dari berbagai golongan usia, ras, dan tempat tinggal. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda tertular virus penyebab batuk pilek.
Faktor-faktor berikut bisa meningkatkan risiko Anda kena batuk pilek, yaitu:
Bayi yang masih berusia 4-6 minggu memiliki risiko yang tinggi untuk tertular batuk pilek. Hal ini karena sistem imun tubuh bayi masih belum bekerja sempurna untuk melindungi mereka dari serangan bakteri dan virus.
Selain itu, anak-anak usia sekolah juga lebih rentan terkena penyakit ini. Umumnya, anak-anak dapat terserang common cold sebanyak 5-7 kali dalam satu tahun.
Pada anak-anak usia sekolah, hal ini kemungkinan disebabkan karena kebiasaan anak yang belum bisa menjaga kebersihan tangannya dengan baik. Ditambah lagi, sering tukar menukar mainan dengan anak-anak lainnya juga meningkatkan risiko tertular batuk pilek.
Seiring dengan bertambahnya usia, risiko seseorang untuk tertular batuk pilek atau common cold juga semakin tinggi, terutama jika sudah berusia 65 tahun ke atas. Selain itu, gejala-gejala batuk pilek pada orang-orang berusia lanjut biasanya berlangsung lebih lama dari orang dewasa.
Apabila Anda memiliki sistem imun tubuh yang lemah, kemungkinan untuk terserang batuk pilek atau selesma jauh lebih besar. Hal ini juga berlaku pada pasien penderita AIDS, pasien kanker yang menjalani kemoterapi, atau seseorang yang baru saja mendapatkan transplantasi organ.
Tempat yang terlalu ramai merupakan lingkungan yang ideal bagi virus untuk ditularkan ke banyak orang, seperti sekolah atau asrama. Penularan juga lebih mudah terjadi jika terdapat banyak orang di satu ruangan yang sempit.
Ketika gejala-gejala common cold atau selesma muncul, pastikan Anda segera beristirahat dan minum obat. Pasalnya, batuk pilek yang tidak segera diatasi mungkin saja bisa menyebabkan penyakit lain yang lebih serius.
Berikut adalah komplikasi yang bisa terjadi apabila common cold tidak ditangani dengan cepat:
Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.
Umumnya, batuk pilek biasa atau common cold dapat didiagnosis dengan memeriksa tanda-tanda dan gejalanya. Jika dokter mencurigai adanya infeksi bakteri atau masalah kesehatan lainnya, Anda mungkin akan diminta menjalani tes tambahan untuk mengetahui penyebab lain di balik gejala-gejala yang Anda alami.
Pada dasarnya, tidak ada obat yang bisa melawan virus penyebab common cold atau selesma. Penyakit ini biasanya akan sembuh dengan sendirinya. Obat-obatan pilek dan batuk yang ada biasanya hanya digunakan untuk meredakan gejala yang Anda rasakan.
Beberapa obat yang biasa digunakan untuk meredakan gejala batuk pilek, antara lain:
Selain dengan mengonsumsi obat-obatan, Anda juga bisa mencoba rangkaian perawatan yang bisa dilakukan di rumah. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat Anda coba:
Pastikan tubuh Anda tidak kekurangan cairan selama menderita batuk pilek. Anda bisa minum banyak air putih, jus buah, sup hangat, atau air perasan lemon hangat untuk membantu meredakan gejala-gejala. Hindari alkohol dan kafein untuk sementara waktu.
Kunci paling utama agar lekas pulih dari penyakit ini adalah banyak beristirahat. Bila perlu, Anda sebaiknya tidak masuk kantor atau sekolah, terutama jika Anda memiliki demam dan batuk yang cukup parah. Selain untuk memulihkan kondisi tubuh, istirahat di rumah juga mengurangi risiko Anda menularkan penyakit ini ke orang lain.
Mengatur suhu ruangan yang tepat juga dapat membantu meredakan gejala batuk pilek. Hindari suhu ruangan yang terlalu dingin atau panas. Jika udaranya terlalu kering, Anda bisa menggunakan humidifier untuk membantu menjaga kelembapan udara yang sesuai.
Larutkan 1/4 atau 1/2 sendok teh garam ke dalam segelas air hangat. Kemudian, gunakan larutan air garam tersebut untuk berkumur. Cara ini diyakini dapat meringankan gejala sakit tenggorokan untuk sementara waktu.
Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Common cold – Mayo Clinic. (2019). Retrieved June 22, 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/common-cold/symptoms-causes/syc-20351605
Common cold – NHS. (2017). Retrieved June 22, 2020, from https://www.nhs.uk/conditions/common-cold/
Common Colds – CDC. (2019). Retrieved June 22, 2020, from https://www.cdc.gov/features/rhinoviruses/index.html
Children and Colds – American Academy of Pediatrics. (2018). Retrieved June 22, 2020, from https://www.healthychildren.org/English/health-issues/conditions/ear-nose-throat/Pages/Children-and-Colds.aspx
Versi Terbaru
09/11/2021
Ditulis oleh Shylma Na'imah
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
Diperbarui oleh: Fidhia Kemala
Ditinjau secara medis oleh
dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)