Heat exhaustion merupakan suatu kondisi yang bisa terjadi setelah Anda terpapar suhu tinggi (panas) dan sering disertai dengan dehidrasi. Jadi, kondisi ini bukan cuma kepanasan biasa, tetapi lebih serius.
Heat exhaustion merupakan suatu kondisi yang bisa terjadi setelah Anda terpapar suhu tinggi (panas) dan sering disertai dengan dehidrasi. Jadi, kondisi ini bukan cuma kepanasan biasa, tetapi lebih serius.

Ada dua jenis heat exhaustion, yaitu:
Meski heat exhaustion tidak separah heat stroke (sengatan panas), kondisi kepanasan ekstrem ini bukan sesuatu yang boleh diabaikan. Jika tidak ditangani dengan tepat, heat exhaustion bisa berkembang menjadi heat stroke, yang dapat merusak otak dan organ vital lainnya, bahkan sampai menyebabkan kematian. Kabar baiknya, heat exhaustion dapat dicegah.
Tanda dan gejala heat exhaustion dapat terjadi secara tiba-tiba atau seiring waktu, terutama dengan periode olahraga yang lama. Tanda dan gejala yang mungkin terjadi:
Jika Anda atau orang di sekitar Anda mengalami gejala heat exhaustion, penting untuk segera keluar dari lingkungan panas tersebut dan segeralah beristirahat (sebaiknya di kamar ber-AC atau tempat sejuk dan teduh).
Langkah-langkah lainnya untuk penanganan gejala heat exhaustion yaitu:
Jika tindakan tersebut gagal dalam waktu 15 menit atau suhu tubuh mencapai 40 derajat Celcius, cari bantuan medis darurat, karena heat exhaustion yang tidak ditangani dapat berlanjut menjadi heat stroke.
Setelah Anda pulih dari heat exhaustion, Anda kemungkinan akan lebih sensitif terhadap suhu tinggi selama minggu berikutnya, sehingga sebaiknya Anda menghindari cuaca panas dan olahraga berat sampai dokter memberitahu Anda bahwa aman untuk melanjutkan aktivitas normal.
Orang yang berada di bawah paparan sinar matahari atau di ruangan yang udaranya lembap lebih berisiko mengalami heat exhaustion. Maka, jika Anda tinggal di daerah perkotaan, Anda pun rentan mengalami heat exhaustion.
Faktor risiko lainnya yang berhubungan dengan kondisi heat exhaustion, antara lain:
Bayi dan anak-anak sampai usia 4 tahun, dan orang lanjut usia (di atas 65 tahun) sangat rentan karena penyesuaian tubuh terhadap panas lebih lambat.
Termasuk penyakit jantung, paru, ginjal, obesitas, kekurangan berat badan, tekanan darah tinggi, diabetes, gangguan jiwa, kecanduan alkohol (alkoholisme), dan segala kondisi yang menyebabkan demam.
Termasuk beberapa obat pencahar, obat sedatif (penenang), stimulan (misalnya kafein), obat jantung dan tekanan darah, dan obat untuk masalah kejiwaan.
Bila Anda sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu dan sering mengalami gejala heat exhaustion, segera beri tahu dokter untuk menyesuaikan dosis atau mengganti jenisnya.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Heat Exhaustion. http://www.webmd.com/fitness-exercise/heat-exhaustion#1. Diakses pada 17 Oktober 2017.
Heat Exhaustion. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/heat-exhaustion/basics/definition/con-20033366. Diakses pada 17 Oktober 2017.
Versi Terbaru
24/05/2022
Ditulis oleh dr. Elita Mulyadi
Ditinjau secara medis oleh dr. Yusra Firdaus
Diperbarui oleh: Angelin Putri Syah
Ditinjau secara medis oleh
dr. Yusra Firdaus