Sensasi pedas pada makanan membuat makanan terasa lebih sedap. Walau sudah terasa panas, Anda mungkin tidak kapok untuk menambahnya lagi dan lagi. Meski begitu, Anda mungkin akan menanggung akibat makan pedas setelahnya.
Sensasi pedas pada makanan membuat makanan terasa lebih sedap. Walau sudah terasa panas, Anda mungkin tidak kapok untuk menambahnya lagi dan lagi. Meski begitu, Anda mungkin akan menanggung akibat makan pedas setelahnya.


Meski makan pedas menambah selera, ada berbagai bahaya makan pedas yang mungkin bisa Anda rasakan.
Diare merupakan akibat makan pedas yang cukup sering dijumpai. Mengapa hal ini bisa terjadi?
Makanan pedas seperti cabai mengandung capsaicin merangsang pelepasan senyawa di tubuh bernama vanilloid receptor 1 atau TRPV1. Nah, senyawa ini memberi tahu otak bahwa saluran pencernaan sedang “terbakar”.
Lalu, otak pun menghasilkan senyawa bernama endorfin agar menekan rasa panas akibat makanan pedas.
Selanjutnya, otak pun memberi tahu saluran pencernaan agar membuang capsaicin berlebih. Capsaicin pun akhirnya dibuang melalui diare.
Alih-alih menjadi tips makan sehat orang banyak aktivitas, ini justru membuat Anda bolak-balik toilet.
Akibat makan pedas, Anda bisa mengalami maag. Kandungan capsaicin memicu TRPV1. Efeknya, lambung pun akan mengalami iritasi.
Selanjutnya, Anda akan merasakan sakit perut.
Lama-kelamaan, sakit ini akan terasa perih di lambung sehingga maag pun muncul. Kondisi ini semakin parah bila Anda memiliki riwayat tukak lambung.
GERD atau refluks asam lambung merupakan salah satu bahaya makan pedas terlalu banyak dan sering.
Capsaicin bisa melemaskan katup kerongkongan bagian bawah. Selain itu, senyawa ini juga membuat cairan asam di lambung bertahan dalam waktu yang lama.
Hal tersebut mengakibatkan asam lambung pun naik dan menyebabkan GERD.
Tak hanya itu, studi terbitan Journal of Neurogastroenterology and Motility (2017) juga melihat bahwa makanan pedas juga memperparah gejala GERD, seperti nyeri ulu hati (heartburn) dan kerongkongan terbakar.
Akibat makan terlalu pedas, Anda bisa melihat kulit tampak kemerahan.
Hal ini disebabkan kandungan capsaicin merangsang TRPV1, lalu membuat pembuluh darah melebar atau vasodilatasi. Efek vasodilatasi inilah yang membuat kulit tampak kemerahan.
Dalam beberapa kasus, efek samping makan pedas bisa memperparah rosacea atau atau kulit kemerahan hebat yang merata pada bagian wajah.
https://hellosehat.com/penyakit-kulit/kulit-lainnya/rosacea/
Akibat makan pedas, Anda mungkin akan cegukan berkali-kali. Pasalnya, landungan capsaicin pada makanan pedas akan mengaktifkan saraf pada diafragma atau otot pernapasan.
Hal ini membuat diafragma menjadi tegang dan menimbulkan cegukan.
Selain itu, capsaicin merupakan zat yang mengiritasi lapisan saluran pencernaan. Karena itu, tubuh pun menganggap capsaicin sebagai zat yang berbahaya.
Cegukan merupakan cara tubuh untuk mencegah Anda mengonsumsi makanan pedas.
Siapa sangka bila sulit tidur nyenyak merupakan akibat sering makan pedas? Kandungan capsaicin pada makanan pedas ternyata bisa meningkatkan suhu tubuh.
Ternyata, hal ini bisa membuat tubuh terjaga di malam hari. Kandungan capsaicin juga merangsang otak sehingga menjadi lebih terjaga.
Hal ini pun dipaparkan dalam jurnal terbitan International Journal of Psychophysiology.
Meski begitu, studi yang mengamati akibat makanan pedas ini sudah cukup lama, yakni pada tahun 1992. Jadi, tentu butuh penelitian terbaru untuk membuktikannya.
Memang, kandungan capsaicin pada makan pedas bisa merangsang TRPV1.
Meski begitu, paparan sensasi pedas yang terlalu sering dan lama justru membuat lidah dan mulut tak lagi peka dalam beberapa waktu.
Hal ini disebabkan sel saraf di sekitarnya tidak aktif sesaat. Akhirnya, lidah dan mulut mengalami mati rasa.
https://hellosehat.com/gigi-mulut/gusi-mulut/penyebab-mulut-mati-rasa/

Akibat makan pedas berlebih, ada berbagai keluhan kesehatan yan bisa Anda rasakan. Untuk itu, Anda perlu mengetahui kapan harus berhenti.
Segera stop makan pedas bila Anda mengalami tanda-tanda berikut.
Akibat makan pedas bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan ringan hingga berat, seperti cegukan, diare, dan GERD.
Bila muncul tanda-tanda harus berhenti, lakukan segera dengan mengatasi rasa pedas secepat mungkin. Gunanya, agar mengurangi risiko efek samping makan pedas yang bisa membahayakan tubuh.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Frias, B., & Merighi, A. (2016). Capsaicin, Nociception and Pain. Molecules, 21(6). https://doi.org/10.3390/molecules21060797
Diet and Gastroesophageal Reflux Disease (GERD). (2014). Retrieved 1 November 2022, from https://www.asge.org/docs/default-source/about-asge/newsroom/doc-gerd_infographic_final.pdf
Choe, J. W., Joo, M. K., Kim, H. J., Lee, B. J., Kim, J. H., Yeon, J. E., Park, J., Kim, J. S., Byun, K. S., & Bak, T. (2017). Foods Inducing Typical Gastroesophageal Reflux Disease Symptoms in Korea. Journal of Neurogastroenterology and Motility, 23(3), 363-369. https://doi.org/10.5056/jnm16122
Rosacea: Diagnosis and treatment. (2022). Retrieved 1 November 2022, from https://www.aad.org/public/diseases/rosacea/treatment/diagnosis-treat
Edwards SJ, Montgomery IM, Colquhoun EQ, Jordan JE, Clark MG. Spicy meal disturbs sleep: an effect of thermoregulation? Int J Psychophysiol. 1992 Sep;13(2):97-100. https://doi.org/10.1016/0167-8760(92)90048-g. PMID: 1399758.
Koplas, P. A., Rosenberg, R. L., & Oxford, G. S. (1997). The Role of Calcium in the Desensitization of Capsaicin Responses in Rat Dorsal Root Ganglion Neurons. The Journal of Neuroscience, 17(10), 3525-3537. https://doi.org/10.1523/JNEUROSCI.17-10-03525.1997
Berry DN, Simons CT. Assessing regional sensitivity and desensitization to capsaicin among oral cavity mucosae. Chem Senses. 2020 Jun 1:bjaa033. https://doi.org/10.1093/chemse/bjaa033. Epub ahead of print. PMID: 32478837.
Tungare, S., Zafar, N., & Paranjpe, A. (2022). Halitosis. Statpearls Publishing. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK534859/
Spicy Food Challenges: Harmful or Healthy?. (2022). Retrieved 2 November 2022, from https://www.uhhospitals.org/Healthy-at-UH/articles/2022/06/spicy-food-challenges-harmful-or-healthy
A hot topic: Are spicy foods healthy or dangerous?. (2018). Retrieved 2 November 2022, from https://www.uchicagomedicine.org/forefront/health-and-wellness-articles/spicy-foods-healthy-or-dangerous
Versi Terbaru
02/11/2022
Ditulis oleh Larastining Retno Wulandari
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro
Diperbarui oleh: Larastining Retno Wulandari
Ditinjau secara medis oleh
dr. Patricia Lukas Goentoro
General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)