Sulam bibir banyak difavoritkan kaum Hawa untuk mempercantik penampilan bibirnya. Namun, sulam bibir tidak bisa dilakukan di sembarang tempat dan harus oleh ahlinya. Apa saja yang perlu diketahui sebelum melakukan sulam bibir? Berikut ulasannya.
Sulam bibir banyak difavoritkan kaum Hawa untuk mempercantik penampilan bibirnya. Namun, sulam bibir tidak bisa dilakukan di sembarang tempat dan harus oleh ahlinya. Apa saja yang perlu diketahui sebelum melakukan sulam bibir? Berikut ulasannya.

Sulam bibir adalah prosedur kosmetika untuk memasukkan pigmen warna ke bibir dengan jarum tato berukuran kecil. Hasilnya, warna bibir akan selalu merah merekah setiap saat tanpa perlu lagi dipoles lipstik. Sulam bibir juga populer disebut dengan tato bibir.
Prosedur ini bisa dilakukan pada bagian dalam atau luar bibir. Biasanya, hasil dari sulam bibir bisa bertahan cukup lama sebelum akhirnya memudar dan prosedur perlu diulang lagi.
Sesaat sebelum mulai, bibir Anda akan lebih dulu dibius agar Anda tidak merasa sakit. Namun, pemberian anestesi umumnya tergantung pada siapa yang melakukan prosedur ini. Ada praktisi sulam bibir yang menggunakan anestesi, ada juga yang tidak.
Setelah itu, praktisi akan memasukkan jarum tipis berisi pigmen warna ke dalam bibir Anda di beberapa titik berbeda. Dilansir dari laman The Society of Permanent Cosmetic Professionals, proses sulam bibir bisa memakan waktu sekitar 2 sampai 3 jam. Kemudian bibir Anda biasanya akan ditutup dengan perban steril untuk mencegah infeksi.
Bibir akan tampak bengkak dan terasa sakit beberapa hari setelah disulam. Namun efek ini akan mereda dalam dua minggu setelahnya, dan penampilan bibir Anda pun kembali seperti semula. Bedanya, warna bibir Anda kini lebih cerah dan menyala ketimbang sebelumnya.
Sebelum sulam bibir, pastikan bahwa Anda tahu bagian bibir mana yang ingin ditato, apakah di bagian dalam atau luar. Tanyakan lebih lanjut pada praktisi Anda tentang apa bedanya di suntik pada dua area tersebut.
Sebelum prosedur Anda juga tidak disarankan untuk menyikat gigi atau minum apa pun kecuali air putih. Pastikan juga Anda benar-benar fit dan sehat, tidak sedang demam atau sakit apa pun.
Setelah bibir selesai disulam, sebaiknya ingat dan patuhi semua tips perawatan yang disampaikan praktisi Anda. Misalnya, bagaimana cara membersihkan area bibir dan menjaga luka agar tetap kering. Selalu ikuti petunjuk yang diberikannya agar hasil tato bibir bisa maksimal.
Di rentang waktu pemulihan, praktisi sulam bibir biasanya akan meminta Anda untuk membersihkan bagian dalam mulut dengan obat kumur.
Seberapa lama warna tato bibir akan bertahan sebenarnya berbeda-beda. Namun yang jelas, prosedur ini tidaklah permanen. Warna yang disuntikkan perlahan akan memudar karena kulit bibir terus beregenerasi.
Namun biasanya, bagian dalam bibir lebih cepat memudar dibandingkan dengan bagian luar. Pasalnya, bagian ini selalu bersentuhan dengan air liur, makanan, dan minuman. Saat warnanya mulai memudar, Anda bisa kembali lagi ke tempat praktisi untuk retouch.
Meski bisa membuat warna bibir menjadi lebih cantik, prosedur ini bisa membawa berbagai efek samping, seperti:
Jarum yang ditusukkan selama prosedur akan membuat luka-luka kecil tak kasat mata pada bibir yang membuatnya membengkak. Ini adalah reaksi alami terhadap cedera tersebut.
Biasanya, pembengkakan akan mereda dalam beberapa hari. Anda bisa mengompres bibir dengan es batu yang dibalut waslap bersih untuk bantu mengempiskan bengkaknya.
Infeksi termasuk salah satu efek samping tato bibir jika peralatan yang digunakan tidak steril. Infeksi juga bisa terjadi setelah prosedur jika Anda tidak menaati aturan yang diberikan oleh dokter atau praktisi sulam bibir. Misalnya, Anda diminta untuk sering berkumur tetapi Anda tidak melakukannya.
Biasanya tato bibir di bagian dalam lebih rentan mengalami infeksi karena areanya sangat lembap. Selain itu, keberadaan bakteri di dalam mulut juga membuat bibir yang ditato menjadi rentan terkena infeksi.
Agar terhindar dari infeksi, taati apa yang disarankan oleh praktisi sulam dan lakukan sesuatu aturan.
Jaringan parut bisa muncul ketika bibir yang telah disulam tidak sembuh sebagaimana mestinya. Reaksi alergi dan infeksi setelah prosedur bisa jadi pemicu jaringan parut pada bibir.
Jika Anda memiliki riwayat alergi kulit, risiko mengalami reaksi alergi setelah menyulam bibir nyatanya cukup besar.
Oleh karena itu sebelum prosedur dilakukan, konsultasikan terlebih dahulu pada praktisi sulam bibir Anda. Jika setelah prosedur Anda merasakan reaksi alergi seperti gatal, ruam, dan kemerahan, segera kunjungi dokter.
Anafilaksis adalah reaksi alergi yang parah hingga bisa membahayakan nyawa. Kondisi ini bukan tidak mungkin terjadi setelah prosedur sulam bibir jika Anda ternyata alergi terhadap tinta warna yang digunakan.
Anafilaksi biasanya ditandai dengan pembengkakan di seluruh wajah dan sesak napas. Jika hal ini terjadi, pergilah ke rumah sakit terdekat untuk mendapat pertolongan pertama.
Jarum sulam yang tidak steril bisa menjadi perantara penyebaran berbagai penyakit serius seperti hepatitis B, hepatitis C, dan HIV yang menular melalui darah.
Oleh karena itu, pastikan untuk melakukan tato bibir di tempat yang terpercaya dan praktisi yang bersertifikat resmi.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
What You Need to Know Before Considering a Lip Tattoo https://www.healthline.com/health/beauty-skin-care/lip-tattoo#do-they-fade accessed on September 11th 2019
Permanent Makeup FAQ https://www.spcp.org/thinking-of-getting-a-cosmetic-tattoo/permanent-makeup-faq/ accessed on September 11th 2019
Versi Terbaru
28/09/2020
Ditulis oleh Widya Citra Andini
Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri
Diperbarui oleh: Ajeng Quamila