Pernahkah Anda membayangkan jika gendang telinga pecah? Jika sudah mengalaminya, gejala yang muncul bisa sangat mengganggu. Oleh karena itu, Anda perlu memahami penyebab gendang telinga pecah agar bisa menghindari penyakit telinga ini.
Pernahkah Anda membayangkan jika gendang telinga pecah? Jika sudah mengalaminya, gejala yang muncul bisa sangat mengganggu. Oleh karena itu, Anda perlu memahami penyebab gendang telinga pecah agar bisa menghindari penyakit telinga ini.

Namun, banyak orang yang bilang kalau kebiasaan membersihkan telinga dengan cotton bud dan tekanan saat naik pesawat bisa menyebabkan gendang telinga pecah. Apa benar begitu? Cari tahu informasi selengkapnya tentang penyebab gendang telinga pecah di bawah ini.
Gendang telinga atau membran timpani adalah selaput tipis yang memisahkan saluran telinga dari telinga tengah. Fungsi gendang telinga, yaitu berperan dalam proses pendengaran.
Normalnya, membran timpani akan bergetar ketika gelombang suara masuk ke telinga.
Getaran ini akan dilanjutkan ke tulang-tulang pendengaran di telinga tengah dan diubah menjadi impuls saraf ke otak, sehingga Anda dapat mendengar suara yang masuk.
Jika gendang telinga pecah atau rusak, telinga bagian tengah tentu tidak dapat menerima getaran.
Akibatnya, Anda bisa mengalami hilang pendengaran sementara atau permanen, sakit pada telinga, telinga berdarah, keluar cairan nanah, tinnitus, vertigo, dan ciri-ciri gendang telinga pecah lainnya.
Meski dapat diobati dan sembuh, tapi Anda harus memahami dulu penyebab gendang telinga pecah. Di antaranya sebagai berikut.

Partikel asing yang masuk terlalu dalam ke telinga dapat meningkatkan risiko gendang telinga pecah. Ini termasuk membersihkan telinga pakai cotton bud atau besi pembersih telinga.
Benda-benda tersebut dapat melukai telinga lebih dalam, mendorong kotoran telinga ke dalam, dan memicu infeksi.
Kondisi ini sering dialami oleh anak-anak yang suka memasukkan benda-benda asing ke telinganya. Jadi, berhati-hatilah untuk para orangtua dan tetap awasi anak Anda saat bermain.
https://hellosehat.com/tht/telinga/cara-sehat-membersihkan-telinga/
Infeksi telinga tengah atau otitis media adalah salah satu penyebab gendang telinga pecah yang paling umum, terutama pada anak-anak.
Hal ini disebabkan oleh menumpuknya cairan di belakang gendang telinga. Akibatnya, tekanan yang dihasilkan menyebabkan gendang telinga robek dan pecah.
Kaget saat mendengar suara petir, ledakan, atau tembakan senapan yang sangat keras dapat membuat gendang telinga pecah. Bahkan, kondisi ini juga dapat menyebabkan kerusakan sementara atau permanen pada koklea.
Anda mungkin akan mengalami gangguan pendengaran dan telinga terasa berdenging atau yang dikenal sebagai tinnitus selama berjam-jam atau berhari-hari setelah mengalaminya.
Risiko ini juga bisa terjadi pada Anda yang sering menonton konser dengan suara speaker yang terlalu keras. Oleh karena itu, sebaiknya hati-hati dengan risiko gendang telinga pecah.

Mengutip Mayo Clinic, tekanan tinggi di telinga atau barotrauma adalah kondisi saat tekanan udara di telinga tengah dengan lingkungan luar tidak seimbang, seringnya terjadi saat Anda naik pesawat.
Ketika pesawat lepas landas, tekanan di kabin pesawat akan menurun atau naik drastis. Sementara tekanan di telinga Anda akan semakin besar dan berisiko menyebabkan gendang telinga pecah.
Selain itu, sakit telinga karena barotrauma juga dapat disebabkan oleh beberapa aktivitas lain, seperti:
Cedera berat di bagian kepala, misal fraktur tengkorak, karena kecelakaan atau pukulan dapat menyebabkan kerusakan pada struktur telinga bagian tengah dan telinga bagian dalam.
Ini artinya, gendang telinga Anda ikut berisiko mengalami kerusakan, sehingga pada akhirnya dapat menyebabkan hilang pendengaran.

Kiat-kiat berikut dapat membantu Anda menghindari kerusakan pada gendang telinga.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Ruptured Eardrum (Perforated Eardrum). https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/ruptured-eardrum/symptoms-causes/syc-20351879. Accessed 1/10/2018.
Tympanic membrane perforations – StatPearls – NCBI bookshelf. (2021, August 11). National Center for Biotechnology Information. Retrieved 12 August 2022, from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK557887/
Perforated eardrum. (n.d.). Johns Hopkins All Children’s Hospital. Retrieved 12 August 2022, from https://www.hopkinsallchildrens.org/Patients-Families/Health-Library/HealthDocNew/Perforated-Eardrum
Ruptured eardrum (perforated eardrum). (2022, January 17). Sparrow. Retrieved 12 August 2022, from https://www.sparrow.org/departments-conditions/conditions/ruptured-eardrum-perforated-eardrum
Ruptured eardrum. (n.d.). Stanford Medicine Children’s Health – Lucile Packard Children’s Hospital Stanford. Retrieved 12 August 2022, from https://www.stanfordchildrens.org/en/service/ear-nose-throat/conditions/ruptured-eardrum
Versi Terbaru
01/09/2022
Ditulis oleh Adelia Marista Safitri
Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto
Diperbarui oleh: Angelin Putri Syah
Ditinjau secara medis oleh
dr. Carla Pramudita Susanto
General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita