Pantyliner merupakan salah satu produk kewanitaan yang biasanya dipakai saat darah haid sedang sedikit. Namun, ada juga wanita yang menggunakannya sehari-hari. Lantas, apakah bahaya memakai pantyliner setiap hari? Yuk cari tahu jawabannya di sini!
Pantyliner merupakan salah satu produk kewanitaan yang biasanya dipakai saat darah haid sedang sedikit. Namun, ada juga wanita yang menggunakannya sehari-hari. Lantas, apakah bahaya memakai pantyliner setiap hari? Yuk cari tahu jawabannya di sini!


Pantyliner adalah produk kewanitaan yang berbentuk mirip pembalut tetapi ukurannya lebih kecil dan daya tampungnya lebih sedikit.
Saat ini sudah banyak wanita yang pakai pantyliner setiap hari karena alasan tertentu seperti keputihan atau flek yang seringkali muncul di luar jadwal menstruasi.
Namun, ternyata Anda perlu berhati-hati jika memutuskan untuk menggunakan pantyliner setiap hari. Pasalnya ada sejumlah risiko yang mungkin akan Anda hadapi. Untuk lebih jelasnya, yuk baca penjelasan berikutnya ya.
Faktanya, ada cukup banyak wanita yang mengaku memakai pantyliner setiap hari. Oleh karena itu, perdebatan soal penggunaan produk yang satu ini pun kerap muncul terkait ada tidaknya bahaya memakainya setiap hari.
Menurut dr. Jessica Shepherd, seorang spesialis kandungan dan kebidanan, memakai pantyliner setiap hari tidak bahaya asalkan rutin diganti paling lama setiap 4 jam.
Seperti halnya pembalut, sebenarnya pantyliner sendiri bersifat aman bagi kesehatan vagina. Namun, yang perlu Anda hindari adalah penggunaannya yang terlalu lama dan jarang diganti.
Pasalnya, jarang mengganti pantyliner akan mendatangkan berbagai risiko kesehatan, antara lain sebagai berikut.
Salah satu bahaya memakai pantyliner setiap hari dan jarang diganti adalah berisiko menyebabkan iritasi pada vulva atau bibir vagina yang bersentuhan dengan produk tersebut.
Ini biasanya terjadi karena pantyliner yang dijual di pasaran biasanya tidak terbuat dari 100% katun yang lembut dan aman untuk kulit.
Akibatnya, gesekan dengan pantyliner yang terjadi selama seharian penuh lebih berisiko menimbulkan iritasi daripada gesekan dengan bahan pakaian dalam yang lembut.
Melansir jurnal Environment International, berbagai produk pantyliner saat ini sudah dicampur dengan beberapa bahan pewangi yang mengandung volatile organic compounds (VOCs)
Bagi orang-orang yang peka terhadap bahan tersebut, bahkan memakai pantyliner sekali saja sudah bisa menimbulkan reaksi alergi pada area vagina seperti gatal, rasa terbakar dan kulit kemerahan.
Vagina yang sehat adalah yang bisa ‘bernapas’ dan mendapat sirkulasi udara yang cukup. Pori-pori pada celana dalam sebenarnya berfungsi untuk membantunya agar cukup mendapatkan udara.
Sementara jika Anda menggunakan pantyliner, pori-pori tersebut akan tertutupi oleh bagian plastik pantyliner yang menempel pada celana dalam.
Akibatnya area kewanitaan tidak mengalami sirkulasi udara yang baik sehingga membuatnya lembap dan hangat. Area yang lembap dan hangat sangat disukai oleh bakteri dan jamur penyebab infeksi vagina.

Untuk mencegah bahaya penggunaan pantyliner, pastikan Anda memperhatikan hal-hal berikut.
Jadi, memakai pantyliner setiap hari tidaklah bahaya, asalkan tetap menjaga kebersihannya. Namun, penggunaan setiap hari tanpa alasan yang jelas sebaiknya tetap dihindari agar vagina bisa bernapas.
Biasanya, wanita mengenakan pantyliner setiap hari untuk menyerap keputihan berlebih dan bercak darah yang seringkali terjadi di luar masa menstruasi. Padahal tindakan ini bukanlah solusi terbaik.
Jika Anda mengalami masalah di area kewanitaan, sebaiknya hubungi dokter untuk memberikan diagnosis dan anjuran yang lebih tepat terhadap masalah Anda.
Kelebihan cairan vagina dan bercak darah yang tidak teratur bisa jadi ciri-ciri penyakit tertentu seperti infeksi atau kanker rahim.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Lin, N., Ding, N., Meza-Wilson, E., Manuradha Devasurendra, A., Godwin, C., Kyun Park, S., & Batterman, S. (2020). Volatile organic compounds in feminine hygiene products sold in the US market: A survey of products and health risks. Environment International, 144, 105740. doi: 10.1016/j.envint.2020.105740
How to choose safe period products in a new femcare market. (2019). Retrieved 6 May 2021, from https://www.madesafe.org/the-ultimate-guide-to-period-products/
What’s the difference between a panty liner and a pad? Which one is better?. (2017). Retrieved 6 May 2021, from https://youngwomenshealth.org/
Vaginal discharge. (2021). Retrieved 6 May 2021, from https://www.mayoclinic.org/symptoms/vaginal-discharge/basics/definition/sym-20050825
Is it safe to wear a panty liner every day? | Women’s Health. Retrieved 6 May 2021, from https://www.sharecare.com/health/womens-health/is-safe-wear-panty-liner
Versi Terbaru
28/05/2021
Ditulis oleh Indah Fitrah Yani
Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita
Diperbarui oleh: Nanda Saputri