Fibrokistik mammae atau fibrokistik payudara adalah jaringan yang terasa kenyal atau seperti kumpulan tali. Dokter menyebutnya sebagai jaringan payudara nodular atau kelenjar.

Fibrokistik mammae tidak berbahaya, tapi bisa mengganggu bagi sebagian wanita. Fibrokistik payudara juga dapat menyebar ke seluruh payudara, hanya di satu area, atau membentuk satu benjolan atau bahkan lebih.
Dikutip dari laman Mayo Clinic, lebih dari setengah wanita memiliki fibrokistik payudara. Namun, kebanyakan dari mereka tidak menunjukkan gejala apapun.
Kondisi ini seringnya terjadi pada wanita berusia antara 30 dan 50 tahun. Wanita di bawah 21 tahun hanya memiliki risiko sekitar 10 persen.
Hampir setengah dari perempuan yang mengalami fibrokistik mammae tidak memiliki gejala apapun. Gejala biasanya muncul pada tahap sedang ke kondisi yang lebih berat.
Gejala umum dari fibrokistik mammae adalah:
Anda mungkin merasakan pembengkakan atau benjolan di salah satu payudara atau keduanya. Biasanya gejala akan muncul beberapa minggu sebelum menstruasi karena perubahan hormon. Namun, Anda mungkin juga mengalami gejala sebulan penuh.
Perlu dipahami bahwa benjolan pada fibrokistik mammae cenderung berubah dalam ukurannya dan biasanya dapat digerakkan. Anda mungkin juga akan merasakan sakit di bawah lengan Anda.
Beberapa puting wanita mengeluarkan cairan coklat gelap atau kehijauan dari putingnya. Segera temui dokter jika puting Anda mengeluarkan berwarna merah atau bening, karena hal tersebut bisa jadi pertanda kanker payudara.
Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.
Hubungi dokter jika gejala yang tercantum di atas. Jika Anda melihat gejala lain yang aneh muncul seperti benjolan payudara baru atau adanya area yang menebal atau merasa ada yang tidak biasa ketika melakukan pemeriksaan payudara sendiri, pergilah ke dokter untuk diperiksa dengan hasil yang paling akurat.
Berikut tanda-tanda Anda harus segera menghubungi dokter:
Penyebab pasti dari fibrokistik payudara tidak diketahui. Namun, para ahli menduga kondisi ini terjadi karena hormon reproduksi, terutama estrogen. Beberapa penyakit yang berkaitan dengan payudara memang disebabkan oleh hormon estrogen.
Tingkat hormon yang naik dan turun selama siklus menstruasi dapat menyebabkan payudara Anda terasa tidak nyaman. Pada saat itu, payudara Anda juga mungkin terasa kenyal, sakit, dan bengkak.
Namun, fibrokistik payudara cenderung lebih mengganggu sebelum siklus menstruasi Anda datang. Rasa sakit dan kelumpuhan pun cenderung hilang atau berkurang begitu periode menstruasi Anda dimulai.
Ketika dilihat di bawah mikroskop, jaringan fibrokistik payudara mencakup beberapa hal berbeda, seperti:
Mengalami fibrokistik payudara tidak meningkatkan risiko Anda terkena kanker.
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda mengalami kondisi ini meliputi:
Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.
Perawatan umum untuk kebanyakan wanita, yaitu mengenakan bra pada siang dan malam hari selama masa pengobatan. Anda juga dianjurkan menggunakan obat penghilang rasa sakit, seperti acetaminophen dan obat anti-peradangan non steroid.
Pilihan pengobatan lain termasuk:
Dokter Anda mungkin meresepkan obat pereda rasa sakit yang lebih kuat, diuretik, atau penggunaan hormon (seperti pil KB) untuk kasus-kasus yang lebih serius. Kadang-kadang, dokter dapat mengobati fibrosis kistik di klinik dengan menggunakan suntikan.
Jika tumor tidak benar-benar menghilang, dokter dapat melakukan biopsi untuk melihat apakah tumor sudah menjadi kanker.
Dokter mendiagnosis berdasarkan gejala dan pemeriksaan klinis. Dokter mungkin akan meminta Anda melakukan pemeriksaan berikut ini:
Dokter akan memeriksa area yang tidak biasa pada payudara dan kelenjar getah bening yang terletak di leher bagian bawah dan ketiak Anda. Jika hasilnya normal, Anda mungkin tidak memerlukan tes tambahan.
Jika dokter menemukan benjolan baru dan mencurigai fibrokistik mammae, Anda akan diperiksa beberapa minggu kemudian, setelah periode menstruasi. Jika perubahan tetap ada, Anda mungkin perlu melakukan mammogram atau ultrasound.
Jika dokter menemukan benjolan atau penebalan yang menonjol pada jaringan payudara, Anda memerlukan pemeriksaan mammogram.
Ultrasonografi payudara menggunakan gelombang suara untuk menghasilkan gambar payudara. Prosedur ini dilakukan bersamaan dengan mammogram.
Jika Anda berusia kurang dari 30 tahun, Anda mungkin harus melakukan ultrasound daripada mammogram. Ultrasonografi lebih baik untuk memeriksa jaringan payudara padat wanita muda.
Untuk benjolan payudara yang terasa sangat mirip kista, dokter Anda dapat mencoba aspirasi jarum halus untuk melihat apakah cairan dapat ditarik dari benjolan. Prosedur ini dapat menghancurkan kista dan mengatasi ketidaknyamanan.
Jika hasil mammogram dan ultrasonografi normal, tapi dokter masih khawatir, Anda mungkin dirujuk ke ahli bedah payudara untuk menentukan apakah Anda memerlukan biopsi payudara.
Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi perubahan payudara fibrokistik:
Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
disease, F. (2020). Fibrocystic breast disease: MedlinePlus Medical Encyclopedia. Retrieved 14 April 2020, from https://medlineplus.gov/ency/article/000912.htm
Fibrocystic breasts – Symptoms and causes. (2020). Retrieved 14 April 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/fibrocystic-breasts/symptoms-causes/syc-20350438
Fibrocystic Breast Disease: Causes, Symptoms, and Diagnosis. (2020). Retrieved 14 April 2020, from https://www.healthline.com/health/fibrocystic-breast-disease
Fibrocystic breast disease: Causes, symptoms, and treatment. (2020). Retrieved 14 April 2020, from https://www.medicalnewstoday.com/articles/324060
Versi Terbaru
03/11/2020
Ditulis oleh Fajarina Nurin
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
Diperbarui oleh: Nanda Saputri
Ditinjau secara medis oleh
dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)