backup og meta

Ada Benjolan di Vagina, Begini Cara Ampuh Mengobatinya

Memiliki benolan di vagina pasti akan membuat kaum wanita panik dan cemas. Benjolan yang juga disebut kista ini umumnya berisi cairan, udara, dan zat lainnya. Bahkan beberapa benjolan memiliki bentuk yang sangat kecil sehingga tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. Umumnya kondisi ini tidak berbahaya ataupun menyakitkan. Meski begitu, tetap saja kondisi ini harus diobati dengan tepat. Bagaimana cara yang tepat mengobati benjolan di vagina?

Ada Benjolan di Vagina, Begini Cara Ampuh Mengobatinya

Berbagai jenis benjolan di vagina

Sebelum mengetahui perawatan dan obat benjolan vagina yang tepat, Anda terlebih dahulu perlu mengetahui jenisnya. Berikut ini berbagai jenis benjolan atau kista vagina yang paling umum, yaitu:

1. Kista inklusi (Kista Vagina)

Sumber: Glowm

Kista inklusi

Kista ini termasuk dalam jenis kista vagina yang paling umum. Biasanya berbentuk sangat kecil dan terletak di bagian belakang tepatnya bawah dinding vagina.

2. Kista kelenjar bartholin

Sumber: Mayo Clinic

Kista bartholin

Kista berisi cairan yang terbentuk pada kelenjar bartholin. Kelenjar ini berada di kedua sisi vagina dan bertugas untuk melumasi bibir vagina (labia). Terkadang, bukaan kelenjar terhambat sehingga cairan yang harusnya dikeluarkan kembali lagi ke dalam kelenjar.

Akibatnya terjadi penumpukan cairan yang mengakibatkan pembengkakan. Umumnya kondisi ini tidak menghasilkan rasa nyeri. Akan tetapi jika cairan di dalam kista bartholin terinfeksi dan meradang maka akan terbentuk kumpulan nanah di dalamnya yang bisa terasa nyeri.

3. Kista duktus gartner

Sumber: Obgynkey

Kista duktus gartner

Kista jenis ini biasanya berkembang di daerah duktus gartner (dinding vagina). Duktus ini aktif saat janin sedang berkembang namun biasanya akan menghilang setelah lahir. Akan tetapi pada beberapa kasus sebagian duktus ini terisi cairan yang akhirnya berkembang menjadi kista.

4. Kista mullerian

Sumber: Glowm

Kista mullerian

Termasuk jenis umum kista vagina yang terbentuk dari struktur yang ditinggalkan ketika bayi berkembang. Kista ini bisa tumbuh di mana saja di bagian dinding vagina dan seringkali mengandung lendir.

Cara mengobati benjolan di vagina

Pemberian obat benjolan di vagina disesuaikan dengan jenis dan penyebab terbentuknya kista. Umumnya benjolan atau kista vagina memang tidak membutuhkan pengobatan dan akan menghilang dengan sendirinya.

Akan tetapi obat dan perawatan lainnya bisa digunakan untuk membantu mempercepat dan menghilangkan kista yang cenderung berbahaya. Berikut obat dan perawatan lain yang bisa digunakan untuk mengobati benjolan di vagina, yaitu:

1. Antibiotik

Dokter akan meresepkan antibiotik jika setelah dicek ternyata kista di vagina Anda mengalami infeksi. Dokter juga akan meresepkan antibiotik jika Anda terdeteksi memiliki infeksi menular seksual. Akan tetapi, jika kumpulan nanah pada benjolan berhasil dikeringkan melalui prosedur lainnya maka dokter tidak akan meresepkan Anda antibiotik.

2. Berendam air hangat

Anda bisa mengatasi benjolan di vagina dengan cara berendam di air hangat. Lakukan hal ini sebanyak dua sampai tiga kali dalam sehari selama empat hari. Biasanya, kista akan mengecil dan cairan yang ada di dalamnya akan pecah dengan sendirinya.

3. Pembedahan drainase

Prosedur pembedahan yang dilakukan untuk mengeringkan kista jika sudah terinfeksi atau berukuran sangat besar. Prosedur drainase kista dapat dilakukan dengan menggunakan bius lokal atau sedasi.

Dalam prosedur ini dokter membuat sayatan kecil di kista sehingga memungkinkan cairan di dalamnya keluar dan kering. Kemudian dokter juga akan menempatkan tabung karet kecil atau kateter di sayatan tersebut. Kateter akan digunakan selama enam minggu untuk menjaga sayatan tetap terbuka sehingga kista bisa mengering sepenuhnya.

4. Marsupialisasi

Dikutip dari Mayo Clinic, prosedur ini digunakan untuk mengobati kista yang kambuh dan keberadaannya mengganggu aktivitas keseharian. Dokter biasanya akan menempatkan jahitan di sisi sayatan drainase untuk membuat bukaan yang permanen sepanjang 6 milimeter. Kateter juga akan dimasukkan untuk meningkatkan proses pengeringan selama beberapa hari setelah prosedur untuk membantu mencegah kekambuhan.

Selain pengobatan di atas, usahakan untuk menghindari pakaian dalam yang terlalu ketat yang dapat merobek vulva (bagian luar vagina). Sebaiknya kenakan juga celana dalam yang terbuat dari bahan alami seperti katun untuk menjaga alat kelamin Anda tetap sejuk dan kering.

[embed-health-tool-ovulation]

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

Bartholyn’s Cyst

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/bartholin-cyst/diagnosis-treatment/drc-20369981 accessed on March 27th 2018

Everything You Need to Know about Vaginal Cysts

https://www.medicalnewstoday.com/articles/316796.php accessed on March 27th 2018

Vaginal Cysts

https://www.webmd.com/women/guide/vaginal-cysts-causes-symptoms-treatments#2 accessed on March 27th 2018

Guide to Vaginal Lumps and Bumps

https://www.healthline.com/health/womens-health/vaginal-lumps-bumps#treatment accessed on March 27th 2018

Versi Terbaru

08/10/2021

Ditulis oleh Widya Citra Andini

Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita

Diperbarui oleh: Nanda Saputri


Artikel Terkait

6 Penyebab Muncul Bercak Warna Cokelat di Sekitar Payudara

Apakah Benjolan Kanker Bisa Membesar Jika Dipijat?


Ditinjau secara medis oleh

dr. Damar Upahita

General Practitioner · None


Ditulis oleh Widya Citra Andini · Tanggal diperbarui 08/10/2021

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan