Dari sekian banyaknya minyak untuk memasak, minyak kedelai termasuk minyak yang dinilai paling menyehatkan. Menyaingi minyak zaitun dan canola yang lebih dikenal, minyak kedelai rupanya mengandung beragam zat gizi dengan segudang manfaat.
Dari sekian banyaknya minyak untuk memasak, minyak kedelai termasuk minyak yang dinilai paling menyehatkan. Menyaingi minyak zaitun dan canola yang lebih dikenal, minyak kedelai rupanya mengandung beragam zat gizi dengan segudang manfaat.


Minyak kedelai adalah minyak nabati yang dibuat dengan mengekstrak kacang kedelai utuh. Kacang kedelai yang telah dipisahkan dari sekamnya akan dihaluskan, lalu dipisahkan dari kandungan minyaknya.
Minyak setengah jadi kemudian melewati proses penyulingan dan pemurnian untuk menghilangkan zat yang bisa memengaruhi rasa, warna, dan aroma produk akhir. Hasil akhirnya yakni minyak kedelai yang bening dengan warna kekuningan.
Di bawah ini kandungan gizi dari satu sendok makan (kira-kira 13,6 gram) minyak kedelai.
Di bawah ini berbagai keunggulan minyak kedelai dibandingkan varian minyak nabati lainnya.
Titik asap merupakan suhu ketika minyak atau lemak mulai mengalami penguraian dan oksidasi. Pada titik inilah akan terbentuk radikal bebas, yakni zat berbahaya yang dapat menyebabkan kerusakan pada sel dan meningkatkan risiko berbagai penyakit.
Titik asap minyak kedelai yaitu 230 derajat Celsius, bahkan lebih tinggi dari minyak zaitun yang hanya 191 derajat celsius. Artinya jika Anda ingin memasak dengan suhu tinggi, minyak kedelai merupakan pilihan yang lebih aman dan menyehatkan.
Sebagian besar manfaat minyak kedelai berasal dari kandungan asam lemak omega-3. Asam lemak ini memiliki banyak manfaat, antara lain mendukung perkembangan janin, menyusun sel otak, menjaga kesehatan jantung, dan memperkuat sistem imun.
Makanan kaya omega-3 seperti minyak kedelai juga berpotensi mencegah penyakit kronis seperti aterosklerosis, kanker, dan diabetes. Di dalam tubuh, omega-3 bekerja dengan meredakan peradangan yang merupakan cikal bakal berbagai penyakit.
https://hellosehat.com/nutrisi/fakta-gizi/omega-3-6-9/
Tidak sedikit produk skincare yang menggunakan minyak kedelai sebagai bahan utamanya. Ternyata, ini disebabkan karena minyak kedelai mampu memperkuat lapisan pelindung alami kulit. Lapisan ini menjaga kelembapan jaringan di bawahnya.
Manfaat minyak kedelai untuk kulit juga berasal dari kandungan vitamin E-nya yang cukup tinggi. Selain berperan sebagai antioksidan yang melindungi kulit dari sinar matahari, vitamin E turut membantu meringankan keluhan akibat jerawat dan eksim.
Lemak tak melulu berkaitan dengan penyakit, asalkan Anda memilih jenis lemak yang menyehatkan. Minyak kedelai kaya akan lemak, tetapi sebagian besarnya merupakan asam lemak tak jenuh yang bantu menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah.
Menurut beberapa studi, risiko penyakit jantung bisa menurun sebesar 10% jika Anda mengganti lemak jenuh dari makanan sehari-hari dengan lemak tak jenuh. Pasalnya, lemak tak jenuh dapat menurunkan kolesterol jahat dan meredakan peradangan.
Minyak kedelai menyediakan vitamin K yang bisa membantu menjaga kepadatan tulang Anda. Hal ini dibuktikan dalam sebuah penelitian pada 2014. Para peneliti menemukan bahwa minyak kedelai membantu menyeimbangkan jumlah mineral dalam tulang.
Selain itu, vitamin K juga mengurangi tanda-tanda peradangan yang bisa mempercepat proses pengeroposan tulang. Meskipun menjanjikan, penelitian ini masih terbatas pada hewan sehingga para ahli perlu mengkajinya lebih lanjut.
https://hellosehat.com/nutrisi/fakta-gizi/fungsi-vitamin/
Minyak kedelai merupakan alternatif yang cukup menyehatkan. Produk ini mengandung asam lemak omega-3, bermanfaat bagi jantung, bebas kolesterol, dan serbaguna. Titik asapnya pun tinggi sehingga aman digunakan dalam suhu tinggi.
Akan tetapi, perlu diingat bahwa kandungan asam lemak omega-6 pada minyak kedelai lebih banyak daripada omega-3. Konsumsi omega-6 dalam jumlah banyak dapat menyebabkan peradangan dan meningkatkan risiko sejumlah penyakit kronis.
Beberapa peneliti dari University of California – Riverside, AS, pun menyebutkan bahwa konsumsi minyak kedelai dalam jumlah banyak bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Dampak tersebut antara lain obesitas, diabetes, dan gangguan terkait fungsi saraf.
Anda bisa tetap mendapatkan manfaat minyak kedelai dengan membatasi asupannya. Jangan lupa imbangi dengan makan makanan sumber omega-3 lainnya serta lengkapi menu harian Anda dengan sayuran dan buah-buahan.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Oil, soybean, salad or cooking. (2019). Retrieved 11 May 2021, from https://fdc.nal.usda.gov/fdc-app.html#/food-details/171411/nutrients
Soy Series, Part 3: Soybean Oil. (2020). Retrieved 11 May 2021, from https://foodinsight.org/soy-series-part-3-soybean-oil/
Soybean Oil Benefits: A Guide for Health Professionals. (2020). Retrieved 11 May 2021, from https://ussec.org/wp-content/uploads/2020/07/2019-U.S.-Soybean-Oil-Benefits-A-guide-for-health-professionals-1.pdf
Omega-3 Fatty Acids. (2019). Retrieved 11 May 2021, from https://my.clevelandclinic.org/health/articles/17290-omega-3-fatty-acids
Mozaffarian, D., Micha, R., & Wallace, S. (2010). Effects on coronary heart disease of increasing polyunsaturated fat in place of saturated fat: a systematic review and meta-analysis of randomized controlled trials. PLoS medicine, 7(3), e1000252. https://doi.org/10.1371/journal.pmed.1000252
Patzelt, A., Lademann, J., Richter, H., Darvin, M. E., Schanzer, S., Thiede, G., Sterry, W., Vergou, T., & Hauser, M. (2012). In vivo investigations on the penetration of various oils and their influence on the skin barrier. Skin research and technology : official journal of International Society for Bioengineering and the Skin (ISBS) [and] International Society for Digital Imaging of Skin (ISDIS) [and] International Society for Skin Imaging (ISSI), 18(3), 364–369. https://doi.org/10.1111/j.1600-0846.2011.00578.x
El Wakf, A. M., Hassan, H. A., & Gharib, N. S. (2014). Osteoprotective effect of soybean and sesame oils in ovariectomized rats via estrogen-like mechanism. Cytotechnology, 66(2), 335–343. https://doi.org/10.1007/s10616-013-9580-4
Deol, P., Kozlova, E., Valdez, M., Ho, C., Yang, E., Richardson, H., et. al. (2020). Dysregulation of Hypothalamic Gene Expression and the Oxytocinergic System by Soybean Oil Diets in Male Mice. Endocrinology, 161(2). https://doi.org/10.1210/endocr/bqz044
Versi Terbaru
28/07/2021
Ditulis oleh Diah Ayu Lestari
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro
Diperbarui oleh: Abduraafi Andrian
Ditinjau secara medis oleh
dr. Patricia Lukas Goentoro
General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)