Aspirin dan ibuprofen adalahĀ obat pereda nyeri ringan. Keduanya sama-sama bisa dipakai untuk menurunkan demam, sakit kepala, dan meredakan peradangan. Di sisi lain, aspirin bisa digunakan untuk mengobati jerawat dan mencegah serangan jantung dan stroke. Sementara itu, ibuprofen biasa diminum untuk menghilangkan nyeri haid, sakit gigi, sakit punggung, dan cedera akibat olahraga.
Suatu saat Anda mungkin butuh mengonsumsi dua obat secara bersamaan untuk mengatasi dua kondisi yang berbeda. Lantas, apakah boleh minumĀ aspirin dan ibuprofen berbarengan?
Bolehkah minum aspirin dan ibuprofen sekaligus?
Baik ibuprofen dan aspirin sama-sama tergolongĀ obat pereda nyeri NSAID.Ā NSAID bekerja menghambat aksi COX I dan COX II, dua enzim pemicu peradangan. Itu kenapaĀ NSAID dapat membantu meringankan rasa sakit dan demam.
Karena aspirin dan ibuprofen adalah NSAID, maka kemungkinan efek sampingnya pun serupa. Risiko efek samping yang paling umum dari NSAID adalah mual-muntah, pusing, dan diare. Obat-obatan NSAID juga bisa menimbulkanĀ reaksi alergiĀ (gatal-gatal, ruam, lecet, wajah bengkak, dan juga mengi), tekanan darahĀ tinggi, gagal jantung akibat pembengkakan tubuh (retensiĀ cairan), penurunan fungsi pendengaran, masalah ginjal termasuk gagalĀ ginjal. Maka, minum dua jenis obat dengan golongan sama dapat meningkatkanĀ risiko efek samping yang mungkin Anda alami.
Selain itu, dilansir dariĀ VeryWell, FDA, badan pengaws obat dan makanan di Amerika Serikat yang setara BPOM, melaporkan bahwa ibuprofen dapat menganggu efek obat aspirin jika diminum bersamaan. MinumĀ ibuprofen dan aspirin dosis rendah (81 mg per hari) berpotensi membuat aspirin bekerja kurang efektif. Padahal, aspirin dapat digunakan untuk membantu mengurangi risiko serangan jantung dan stroke. Itu kenapaĀ minum dua obat ini sekaligus sangat tidak dianjurkan terutama pada orang-orang yang memiliki masalah atau gangguan jantung.
Kedua obat ini juga bisa menyebabkan perdarahan lambung jika dikonsumsi bersamaan, terlebih jika dikonsumsi dalam jangka waktu yang cukup lama. Risiko perdarahan lambung bahkan akan meningkat jika:
- Berusia lebih dari 60 tahun.
- Memiliki riwayat sakit maag atau perdarahan.
- Meminum pengencer darah atau steroid.
- Minum tiga gelas atau lebih alkohol setiap hari.
- Mengonsumsi obat lebih dari yang direkomendasikan.
- Minum obat lebih lama dari yang dianjurkan.
Untuk itu, sebaiknya tidak mengonsumsi kedua obat ini secara bersamaan agar terhindar dari berbagai risiko dan efek samping yang ditimbulkannya.
Bagaimana jika perlu mengonsumsi keduanya?
Jika dalam kondisi tertentu Anda perlu mengonsumsi keduanya, berikut anjuran dari FDA yang perlu diperhatikan:
- Jika Anda memerlukan satu dosis ibuprofen, konsumsilah 8 jam sebelum atau 30 menit setelah minum aspirin dosis rendah.
- Jika Anda membutuhkan konsumsi ibuprofen lebih sering sementara tetap perlu minum aspirin, maka bicarakan dengan dokter tentang alternatif pengobatan lainnya. Biasanya, dokter akan merekomendasikan obat penghilang rasa sakit lainnya yang tidak menganggu kerja aspirin.