Penyakit ALS atau amyotrophic lateral sclerosis adalah gangguan pada sistem saraf yang menyerang sel-sel saraf pada otak dan tulang belakang sehingga penderita kehilangan kontrol terhadap otot-otot lurik (otot yang digerakkan berdasarkan kemauan sendiri).
Kondisi ini terjadi saat sistem saraf di mana sel-sel tertentu (neuron), di dalam otak dan sumsum tulang, mati secara perlahan.

Seiring berjalannya waktu, otot menjadi lemah dan tidak berfungsi, sehingga terjadi kelemahan otot, kecacatan, dan pada tingkatan yang sudah parah dapat menyebabkan kematian.
Meski begitu, ALS tidak menyebabkan gangguan pada kemampuan intelektual, penglihatan, dan indera pendengar, penciuman, maupun perasa dari penderita.
Ada dua jenis tipe penyakit ALS:
Neuron motor ini mengendalikan semua gerakan refleks atau spontan di otot lengan, kaki, dan wajah Anda. Neuron motor juga berfungsi memberikan perinta kepada otot-otot Anda untuk berkontraksi sehingga Anda bisa berjalan, berlari, mengangkat benda ringan di sekitar, mengunyah dan menelan makanan, hingga bernapas.
Amyotrophic lateral sclerosis atau penyakit ALS adalah penyakit langka. Penyakit ini umumnya memengaruhi lebih banyak pria daripada wanita pada usia 40-60 tahun. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.
Gejala atau pertanda dari skelrosis lateral amiotrofik (ALS) juga bisa berbeda-beda untuk masing-masing individu. Kondisi tergantung pada neuron yang terdampak, oleh sebab itu, gejala dari kondisi ini sangatlah bervariasi, seperti berikut:
Biasanya, gejala awal dari ASL muncul pada tangan dan kaki, baru menyebar ke area tubuh lainnya. Apalagi, saat penyakit berkembang dan sel saraf mengalami kerusakan, otot pun ikut melemah.
Hal ini tentu memengaruhi berbagai fungsi tubuh yang tidak bisa bekerja secara normal. Biasanya, ALS tidak menyebabkan rasa sakit, tapi seiring berjalannya waktu, rasa sakit akan muncul jika kondisi sudah menjadi semakin parah.
Anda perlu menghubungi dokter jika Anda mengalami gejala dari penyakit ALS seperti berikut ini:
Penyebab utama dari ALS masih belum dapat dipastikan. Sering kali, dokter dan para ahli tidak dapat menemukan kondisi yang berpotensi menjadi penyebab ALS pada penderitanya.
Mulai dari kebiasaan sehari-hari, pola makan, hingga gaya hidup tidak menunjukkan adanya indikasi yang menyebabkan ALS terjadi. Hanya saja, pasien-pasien tersebut biasanya juga tidak memiliki riwayat kesehatan yang jelas.
Di sisi lain, sebagian kecil dari penderita ALS memiliki riwayat kesehatan keluarga yang jelas menunjukkan bahwa ada banyak anggota keluarganya yang pernah atau sedang mengalami ALS. Itu tandanya, kondisi ini juga bisa dianggap sebagai penyakit keturunan bagi sebagian pasien.
Meski begitu, penyebab utama, khususnya pada pasien yang tidak memiliki riwayat kesehatan keluarga dengan ALS, masih belum dapat ditemukan.
Risiko seseorang mengalami ALS akan meningkat bila seseorang:
Faktor lingkungan, seperti yang disebutkan di bawah ini, mungkin dapat memicu penyakit Lou Gehrig:
Jika penyakit berkembang, ALS dapat menyebabkan komplikasi, seperti:
Seiring dengan berjalannya waktu, penyakit ALS dapat melumpuhkan otot-otot yang Anda gunakan untuk bernapas. Anda mungkin memerlukan alat untuk membantu bernapas di malam hari, mirip dengan alat yang digunakan penderita sleep apnea.
Penyebab kematian paling umum bagi orang-orang dengan penyakit ini adalah kegagalan pernapasan. Rata-rata, kematian terjadi dalam tiga hingga lima tahun setelah gejala dimulai.
Kebanyakan orang dengan penyakit ini mengalami kesulitan bicara. Kondisi ini biasanya terjadi secara perlahan, dimulai dari kesulitan mengucapkan beberapa kata tertentu, tapi bertambah semakin parah sehingga tidak bisa berbicara dengan jelas sama sekali.
Pembicaraan orang dengan penyakit ini menjadi sulit dipahami oleh orang lain. Anda mungkin akan mengandalkan teknologi komunikasi jika ingin berbicara dengan orang lain.
Orang dengan penyakit ALS dapat mengalami masalah malnutrisi dan dehidrasi karena kerusakan pada otot yang digunakan untuk mengunyah. Orang dengan penyakit ini juga memiliki risiko tinggi memasukkan makanan, cairan, atau air liur ke paru-paru, yang dapat menyebabkan pneumonia.
Beberapa orang dengan penyakit ini memiliki masalah dengan ingatan dan pengambilan keputusan, dan beberapa akhirnya didiagnosis dengan jenis demensia yang disebut demensia frontotemporal.
Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.
Dokter mungkin mendiagnosis penyakit ini berdasarkan riwayat pengobatan dan pemeriksaan fisik, terutama saraf dan otot. Menurut John Hopkins Medicine, untuk melengkapinya, dokter akan melakukan beberapa tes lainnya, seperti:
Kondisi ini bisa diatasi dengan penggunaan obat-obatan dan terapi, seperti berikut:
Ada dua obat yang bisa digunakan untuk mengatasi kondisi ini, yaitu riluzole dan edaravone. Riluzole dikonsumsi dengan cara diminum. Obat ini dapat meningkatkan ekspektasi hidup penderita selama tiga hingga enam bulan lamanya.
Namun, Anda perlu memperhatikan efek samping yang mungkin muncul, seperti pusing kepala, gangguan pencernaan, gangguan fungsi hati, dan mungkin beberapa efek samping lainnya.
Sementara itu, edaravone adalah obat yang diberikan melalui infus. Obat ini dapat mengurangi penurunan fungsi tubuh. Meski begitu, obat ini belum tentu memberikan jaminan pasien untuk bisa hidup lebih lama.
Sama halnya dengan obat oral, obat ini juga berpotensi menyebabkan timbulnya efek samping, seperti memar, sakit kepala, dan sesak napas. Biasanya, obat ini diberikan setiap hari dalam kurun waktu dua minggu setiap bulan.
Terapi yang disarankan oleh dokter mungkin akan berkaitan dengan gejala ALS yang dialami. Beberapa terapi yang bisa dijalani adalah:
Tak hanya itu saja, penderita ALS mungkin akan membutuhkan dukungan dari orang terdekat untuk membantunya memenuhi kebutuhan nutrisi serta menjaga kondisi mentalnya agar tidak terganggu.
Sebagai contoh, keluarga atau orang terdekat diharapkan dapat menunjang kebutuhan makanan sehat bagi penderita ALS.
Bahkan, keluarga juga diharapkan untuk menyediakan kebutuhan atau alat-alat bantu yang mungkin akan dibutuhkan di kemudian hari saat pasien tidak bisa mengunyah makanannya sendiri.
Selain itu, keluarga dan orang terdekat dapat memberikan dukungan secara emosional kepada pasien dengan mengusahakan untuk selalu ada di samping pasien, karena masa-masa ini adalah masa pasien paling membutuhkan dukungan dari orang-orang tersayang.
Gaya hidup dan pengobatan rumahan di bawah ini mungkin dapat membantu mengatasi ALS:
Jika ingin bertanya, konsultasi kepada dokter untuk mendapatkan solusi terbaik untuk Anda.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
What is ALS?. (2020). Retrieved 4 December 2020, from http://www.alsa.org/about-als/what-is-als.html
Amyotrophic lateral sclerosis (ALS) – Symptoms and causes. (2020). Retrieved 4 December 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/amyotrophic-lateral-sclerosis/symptoms-causes/syc-20354022
Amyotrophic Lateral Sclerosis. Retrieved 4 December 2020, from https://www.mda.org/disease/amyotrophic-lateral-sclerosis
ALS – Amyotrophic Lateral Sclerosis. Retrieved 4 December 2020, from https://www.hopkinsmedicine.org/neurology_neurosurgery/centers_clinics/als/conditions/als_amyotrophic_lateral_sclerosis.html
ALS. Retrieved 4 December 2020, from https://www.ucsfhealth.org/conditions/als
Amyotrophic Lateral Sclerosis. Retrieved 4 December 2020, from https://www.cedars-sinai.org/health-library/diseases-and-conditions/a/amyotrophic-lateral-sclerosis-als.html
Versi Terbaru
16/08/2021
Ditulis oleh Annisa Hapsari
Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri
Diperbarui oleh: Indah Fitrah Yani